Kamis, 08 Juli 2010

Misi Hidup




"Kalau di dalam dirinya sudah tersembunyi penyakit rendah diri, dia makin terbebani dari suatu misi hidup. Kalau diagregatkan kalau setiap orang punya rasa rendah diri, sebagai bangsa Indonesia maka ia akan menjadi penyakit nasional," Sri Mulyani.

Makin jauh dari rasa aman. Itulah gambaran yang bisa di tangkap hari-hari terakhir ini. Jangankan orang biasa, seorang pejabat negara pun bisa digusur. Jangankan memikirkan keselamatan bangsa dan negara (yang terlalu jauh), memikirkan keselamatan diri sendiri pun masih ragu. Benarkah rasa aman itu sudah hilang di masa sekarang ini?.

Ada yang bilang rasa aman yang sebenarnya diperoleh sesaat setelah melewati bahaya, kenapa, karena saat itu kesadaran kita masih tajam dan siap dengan segala kemungkinan. Ada juga yang bilang bahwa rasa aman hanya didapat dari berlindung kepada kekuatan yang jauh lebih besar dari diri kita,-siapa lagi-, Tuhan.

Tetapi kita tidak akan membicarakan rasa aman itu sekarang, tapi ke pernyataan "Misi Hidup" yang di kutip diatas.

Jika berkaca pada kehidupan orang-orang besar, saya suka minder. Terus terang saya punya banyak mimpi. Ada yang sudah di wujudkan tetapi masih banyak sekali yang belum. Ada yang sedang di usahakan, ada yang harus pending ada yang bahkan dibatalkan sama sekali. Saya sering bertanya pada diri sendiri, apakah yang menyebabkan orang-orang ini menjadi besar? benarkah kecerdasannya harus sekian? benarkah mereka harus didukung finansial yang tak terbatas?. Sepi tak ada jawaban.

Nah terbukti kan, kalo saya nulis sekadar nulis, latihan menulis supaya enak dibaca. Pelaksanaanya?. Au ah. Apakah saya punya kekuatan yang dalam untuk memenuhi panggilan hidup?, Apakah saya punya semangat tak terpatahkan?, Apakah saya punya fokus yang luarbiasa untuk mewujudkannya? tapi yaa jangan kan itu, yang paling dasar saja: Apakah misi hidup saya?. Sepi lagi. hehe

Misi hidup. Hmm ada yang bilang misi hidup kita harus ditentukan sedini mungkin. Sebab dengan begitu kita bisa merencanakan dan membuat mapping, dari mana dan akan kemana, lalu tujuan akhirnya akan seperti apa. Ada yang bilang misi hidup itu harus ditemukan, sebab hanya mereka-mereka yang telah mengenali sepak terjang sang diri yang akan mampu mengenalinya. Tetapi saya lebih suka jika misi hidup itulah yang akan menemukan kita. Kenapa, karena (...) sepi lagi.

Sambil berjalan dengan waktu, saya pikir misi hidup setiap orang akan berubah. Tentu saja saya sangat hormat dengan mereka yang punya keteguhan sekeras kristal, buat saya memang itu yang dibutuhkan mewujudkan sesuatu, tetapi saya lebih suka meniru sifat lentur bambu, boleh kan?. Ya bambu. Mampu melenting, mengikuti arah angin, dan berbisik-bisik saat angin begitu keras. Liat, lentur dan berhasil tumbuh. Ah, Semoga bisa seperti bambu.

Kagum dengan orang-orang jaman ini. Memang benar teori-teori keseimbangan itu berlaku tidak hanya dalam eksak tetapi juga pada diri manusia-manusianya. Saya percaya tidak ada orang yang jahat, yang ada hanyalah orang baik yang saking hausnya maka air comberan pun akan diminum, saking laparnya maka.., tetapi yaa itu di satu sisi. Sementara disisi lain ada pula orang-orang yang meski haus tidak sampai meminum air comberan, tapi memilih air hujan saja yang aman. Nah orang-orang ini yang bersuara lantang bahwa air hujan lebih baik dari pada air comberan-curian pula-. pusing yah?. Yaa tulisan ini memang untuk anda yang IQ nya diatas 1000. Hehe

Orang dengan misi hidup yang besar menanggung resiko yang lebih besar. Betapa mahal harga yang harus dibayar, betapa sangat tidak nyamannya hidup yang dilalui, dan betapa berat perjuangan mereka. Tetapi apakah artinya kenyamanan bila bertentangan dengan hati nurani, dan apakah artinya hidup itu bila tidak bebas menjadi dirinya sendiri. Banyak orang mengambil titik temu antara hidup yang ada sekarang untuk kemudian menyelaraskan diri dengan misi hidupnya. Dan tentu saja dengan segala resikonya.

Bagi jiwa yang mulia, apalah artinya hidup bila terus menerus berada dalam ketakutan. Menyadari kesalahan dari cara hidup seperti itu, maka sebagian orang akan berusaha melewati ketakutan dengan menciptakan tatanan dirinya dan orang lain dalam kesepadanan, tanpa rasa takut!.

Begitu banyak yang berorientasi pada hasil tetapi lupa pada prosesnya. Sementara proses itu sendiri lebih mahal dari hasil, proses itu gambaran utuh. Sebab ada pergulatan disana, ada pemikiran, pertimbangan dan tak kurang kebijaksanaan yang saling menjalin.

Dalam kepemimpinan urusan misi hidup ini sangat-sangat vital. pemimpin dengan misi hidup yang jelas akan membuat siapapun yang dipimpinnya merasa terarah, bersemangat dan lebih jauh bisa melihat masa depan melalui mata pemimpin mereka. Sebaliknya jika seorang pemimpin kehilangan powernya maka yang ada adalah kebingungan, jangankan masa depan, membawa dirinya sendiri saja diragukan.

Mau tidak mau misi hidup ini memang harus ada dan dimiliki oleh setiap orang. Setiap tindakan yang mengarah kepada misi akan memengaruhi mental juang kita, setiap goal yang dicapai memberikan kepuasan sehingga kita merasa menikmati apa yang sedang dilakukan. Bahkan lebih jauh, tindakan ini membuat kita tetap berada dalam jalur yang benar.

"As for the best leaders, the people do not notice their existence.
The next best, the people honour and praise.
The next, the people fear, And the next the people hate.
When the best leader’s work is done, The people say, ‘we did it ourselves’".
~Lao Tze

Sudah dapat gambaran misi hidup anda ?!

Salam Hangat

Tidak ada komentar: