<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728</id><updated>2012-02-17T06:43:24.844+07:00</updated><category term='ulasan'/><category term='Udah ada yg mikirin'/><category term='udah ada yang mikirin'/><title type='text'>MEDIA  INSPIRASI</title><subtitle type='html'>HAI, Selamat datang di blog saya. Sarana untuk menemukan inspirasi, pencerahan dan hiburan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-7551612534263475242</id><published>2011-12-23T22:15:00.004+07:00</published><updated>2011-12-23T22:42:14.009+07:00</updated><title type='text'>Inner Power</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-NuAFSyiyY6M/TvSb2xTwuPI/AAAAAAAAANk/hiUMq871d40/s1600/cahaya.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-NuAFSyiyY6M/TvSb2xTwuPI/AAAAAAAAANk/hiUMq871d40/s320/cahaya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689343594527242482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah di penghujung tahun lagi…ah alangkah cepatnya. Dan blog ini sudah dua bulan gak diurus, hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang paling saya sukai dari koran terbesar di negeri ini adalah foto-fotonya yang menawan, seperti beberapa hari lalu dalam satu buah foto yang dimuat, terlihat seorang biksu Tibet yang sedang menutupi mukanya dengan sejenis kipas sementara di seberangnya terlihat serdadu China sedang berjaga-jaga. Saya mencoba mengira-ngira sebenarnya yang sedang dihindari biksu Tibet ini, sengatan matahari kah? Atau ketiga serdadu itu? Melihat lagi dari dekat mimik mukanya, apakah ada kegetiran? Khawatir? Atau…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat dialog antara Neo dan Oracle dalam film Matrix. “Apakah yang paling diinginkan seorang penguasa?” Tanya Oracle. Neo menggelengkan kepalanya dan Oracle menjawab sendiri pertanyaan yang diajukannya “Lebih banyak lagi kekuasaan!”. Ya kekuasaan. &lt;br /&gt;Tetapi sekarang kita tidak akan membicarakan kekuasaan-kekuasaan yang bersifat luaran melainkan kekuasaan yang telah ada di dalam diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini terus terang adalah tahun yang sangat luarbiasa bagi saya. Tahun yang paling menyenangkan sekaligus paling menyedihkan. Tahun yang membawa saya turun naik dengan ekstrim. Tahun yang membuat saya bisa tertawa sekaligus menunduk dalam-dalam, terutama karena kesedihannya, rasa sakit dan kematian dua orang kerabat keluarga kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat terhuyung beberapa saat. Sempat sesak napas agak panjang, namun kemudian menyadari terlalu banyak melawan, memukul, menendang (baca: tidak ikhlas, banyak bertanya, ngotot, banyak menyalahkan)  ternyata tidak saja membuat pemulihan semakin lama tetapi lebih jauh: membuat hidup semakin memburuk!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam Saja&lt;br /&gt;Lalu ketika berhenti melawan, memukul, menendang, lebih banyak diam dan mulai memasuki pasrah dan menyerahkan diri tiba-tiba segala rasa sakit itu perlahan-lahan menghilang!. Pada peristiwa yang sudah terjadi belajar ikhlas, berhenti menyalahkan orang lain, diri sendiri, lebih-lebih Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dititik itu, mengerti bahwa orang lain dan saya sudah berbuat yang terbaik! Bahkan Tuhan juga meski dangan cara-Nya yang teramat misterius. Jika semuanya bekerja lantas kenapa harus menyalahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesuatu yang tampaknya diam sesungguhnya tidak benar-benar diam. Dia bergerak, bekerja dengan cara yang mungkin tidak terpikirkan.. ya beberapa hal baru bisa ditemukan jika kita mau diam sejenak. &lt;br /&gt;Kejernihan akan ditemukan jika kita mulai mampu mengistirahatkan pikiran. Mendiamkannya sejenak untuk memunculkan yang lebih agung didalam diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu ada didalam area kekuasaan kita yang tidak kan sanggup direbut oleh siapapun, kecuali jika kita memang mengijinkannya. Sebuah inner power. Pilihan selalu berada di tangan kita: tenggelam atau menggunakan kekuatan menghadapi segala peristiwa dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun selalu selesai setelah siklus 365 hari. Kadang ada pertanyaan apakah tahun-tahun yang berganti adalah sekedar pengulangan dari sebelumnya? Ataukah ia selalu baru? Apa yang berubah dari pergantian tahun? Peristiwa apalagi nanti? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mengamati lagi foto biksu itu, rupanya ia tidak sedang berduka tetapi menyipitkan matanya menghindari sengatan matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berdiam diri sejenak, merenung dan bersinar...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto: dok pribadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-7551612534263475242?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/7551612534263475242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=7551612534263475242' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7551612534263475242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7551612534263475242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2011/12/inner-power.html' title='Inner Power'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NuAFSyiyY6M/TvSb2xTwuPI/AAAAAAAAANk/hiUMq871d40/s72-c/cahaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-3516715019070038751</id><published>2011-10-06T21:55:00.005+07:00</published><updated>2011-10-10T23:24:07.873+07:00</updated><title type='text'>Listen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DGZOGx-TlME/To3DAcrmQ-I/AAAAAAAAANU/Lf-Pm6kQ-68/s1600/situ-gunung-lake-west-java_31630_600x450.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 204px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DGZOGx-TlME/To3DAcrmQ-I/AAAAAAAAANU/Lf-Pm6kQ-68/s320/situ-gunung-lake-west-java_31630_600x450.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660394719141053410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kehidupan tidak mendengarkan logikamu; kehidupan menempuh jalannya sendiri. Kamu harus mendengarkan kehidupan; kehidupan tidak akan mendengarkan logikamu, kehidupan tidak peduli akan logikamu" ~Osho&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika menulis ini, bisa dipastikan penulisnya sedang galau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.. entah siapa yang mempopulerkan kata "galau" itu, tetapi yang jelas itu menggambarkan suasana hati yang sedang dirundung gundah gulana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti pernah galau dalam hidupnya, yah setidaknya sekali dalam seumur hidup, pasti pernah berhadapan dengan kondisi yang satu ini. Galau juga identik dengan bimbang, ragu dan kebingungan. Bisa ragu karena terlalu banyak pilihan, atau bahkan bimbang karena tidak sanggup memutuskan, kondisi yang serba tidak menentu dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang telah sampai pada "menemukan apa yang diinginkan dalam hidup", tipe orang jenis ini tentu sangat beruntung, namun lebih banyak orang merasa "belum tahu apa yang diinginkan dalam hidup". Saya termasuk tipe kedua. Dan tidak merasa sedang kurang beruntung. Dan tulisan ini bukan pembenaran melainkan sebuah proses menemukan apa yang saya mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo umur sudah memasuki usia dewasa, ya begini ini. Kadang suka ngehayal, gimana kalo saya hidup dipesantren saja, sebuah tempat yang didalamnya berisi para guru-guru spiritual yang siap menjawab setiap pertanyaan yang saya ajukan, saya tidak usah menjadi member klub Galauers lagi, karena jawaban para Guru tersebut pastilah sudah sangat paten! Tetapi, khayalan khas anak-anak ababil itu segera saya singkirkan jauh-jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah setiap orang akan/harus melewati fase ini? bukankah setiap orang punya kegelisahan yang harus dijawabnya sendiri? dan daripada menyandarkan jawabannya kepada orang lain bukankah lebih baik jika kita berusaha menemukannya oleh kita sendiri?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hiburan semakin banyak, ketika gadget sudah semakin canggih, ketika kemauan saling berkejaran, orang-orang tua jaman dulu menganjurkan agar kita tidak coba mencari jawaban pada semua itu, melainkan mencarinya diantara malam atau tempat-tempat yang sepi. Menarik diri dari hal-hal yang bersifat "luaran" untuk mendengarkan apa keinginan sebenarnya yang ada di "dalam", oleh sebab itu sebagian orangtua akan menyarankan anaknya (bukan menyuruh, melainkan harus kehendak diri sendiri) untuk melaksanakan "Lail", atau dalam tradisi jawa kuno mempraktekan keheningan. Teman-teman pasti mengerti apa yang saya maksud. Terus terang jika diberkahi, orang akan tahu apa yang diinginkannya dan dimudahkan dalam mencapainya, beberapa sahabat saya yang lebih tua merasakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah cirinya suara asli dan suara palsu yang ragu-ragu? nah katanya sih untuk inipun kita diberi kemampuan membedakannya, tetapi jika cirinya seperti dibawah ini (seperti biasanya disarikan dari berbagai sumber), maka boleh jadi ini suara asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika Suara itu menyeru kepada kebenaran dan tujuannya untuk kebaikan kita sendiri.&lt;br /&gt;2. Jika berdasarkan ketulusan/ tanpa pamrih.&lt;br /&gt;3. Penuh kejujuran, apa adanya, kadang menyakitkan karena tidak sesuai dengan keinginan kita.&lt;br /&gt;4. Memberikan gambaran dari sudut yang berbeda sehingga pengetahuan kita, kesadaran dan pemahaman kita bertambah.&lt;br /&gt;5. Memiliki getaran yang sangat kuat, sehingga kita kadang merasa sesuatu mengganjal bila belum mematuhinya.&lt;br /&gt;6. Memberikan ketenangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan musuhnya sang suara asli adalah kemalasan, ragu-ragu dan ego, dengan kata lain hambatan yang paling kuat adalah di diri sendiri juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempraktekan keheningan itu sulit, bangun malam itu juga sulit, namun bukankah semakin sulit semakin berharga juga apa yang kita dapatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto diambil dari National Geographic&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-3516715019070038751?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/3516715019070038751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=3516715019070038751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3516715019070038751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3516715019070038751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2011/10/listen.html' title='Listen'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-DGZOGx-TlME/To3DAcrmQ-I/AAAAAAAAANU/Lf-Pm6kQ-68/s72-c/situ-gunung-lake-west-java_31630_600x450.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-3234221916603384390</id><published>2011-08-01T21:32:00.003+07:00</published><updated>2011-08-01T21:47:14.455+07:00</updated><title type='text'>Yin-Yang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-2sJQoVow854/Tja5mzsdZaI/AAAAAAAAANM/g93fGJoJGH0/s1600/yin-yang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 294px; height: 294px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2sJQoVow854/Tja5mzsdZaI/AAAAAAAAANM/g93fGJoJGH0/s320/yin-yang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635896060063606178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling susah kalau sudah ditanya tentang masa depan. &lt;br /&gt;Pertama saya bukan seorang clairvoyance yang bisa nerawang jauh kedepan, yang kedua pertanyaan serupa sering terlontar di benak saya dan belum punya jawaban yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu ketika sedang melakukan perjalanan yang cukup jauh, teman duduk saya adalah seorang mahasiswa semester dua. Sebut saja Yudha, berasal dari Bandung. Yudha galau berat. Cita-cita setelah lulus adalah bekerja. Jika sudah bekerja ingin mandiri, dan ingin sekali memberikan sesuatu buat kedua orang tuanya. Setelah ngobrol banyak akhirnya nanya: &lt;br /&gt;”Apakah pasar tenaga kerja di Indonesia masih banyak kang?”&lt;br /&gt;”Gimana kalo saya kesana-kesini, tetep gak dapet kerja?”&lt;br /&gt;”Apa cita-cita saya akan kesampaian?”&lt;br /&gt;Dan saya pun nyengir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung bagaimana jawabnya.&lt;br /&gt; ”Lha bukannya orangtua mu berkecukupan? Kenapa masih galau?” pancing saya.&lt;br /&gt;”Yah, itu kan orang tua saya kang. Saya pengen mandiri, sudah gak mau ngerepotin lagi”&lt;br /&gt;Mengagumkan buat saya (Diusia semuda itu menjawab seperti itu, bahkan lulus saja belum). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena tidak mau membuatnya kecil hati, akhirnya pertanyaan-pertanyaan tadi saya jawab juga. Bahwa sekarang Yudha baru tingkat dua, itu artinya perlu sekitar dua-tiga tahun lagi untuk lulus, pada saat itu ekonomi negara kita pasti sudah melesat tajam, saya paparkan bahwa sekarang saja menurut BPS pertumbuhan ekonomi hampir mencapai enam persen, di saat negara-negara lain minus pertumbuhan. Jadi saat dia lulus mungkin pertumbuhan ekonomi negara kita akan mencapai tujuh atau delapan persen itu artinya tak ada yang harus dikhawatirkan lagi. Saat itu Yudha mengangguk-angguk tanda mengerti. Dalam hati saya lalu mengamini, semoga saja hal itu benar adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena tidak mau meramal-ramal lagi, topiknya saya alihkan ke yang lainnya. Selanjutnya ia bercerita tentang kegiatannya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai Hidup&lt;br /&gt;Saya tentu saja pernah/sering ada diposisi Yudha. Melihat perkembangan sekarang yang berubah dengan cepat, pastilah menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran. Banyak pertanyaan, apakah semua akan membaik? Bagaimana bila semua malah memburuk? dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya ”The Leader In You”, Dale Carnegie memaparkan tentang bagaimana sebuah perubahan selalu disertai dengan kecemasan pada manusia. Di jamannya, Dale yang memperhatikan dunia bisnis telah mengamati dengan saksama bahwa dunia bisnis adalah suatu hal yang mudah goyah. Perusahaan-perusahaan yang tadinya dianggap tangguh sekarang terguncang, kenaikan harga bahan bakar minyak, listrik dan energi lainnya, banyak memukul pelaku usaha. Tak terhitung banyaknya perusahaan-perusahaan yang telah punya nama tumbang dan menghilang. Hal semacam itu masih relevan hingga sekarang. Dan bagi kami generasi muda kecepatan perubahan itu membawa kecemasan. Terutama bila perubahan itu semakin doyong ke kiri – ke kanan lalu ambruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini harus diakui bahwa kita berada dalam kondisi yang sangat berat dan sulit, dulu mungkin nenek moyang kita pandai membaca tanda-tanda zaman dengan mencocokkan rasi bintang, bertani untuk memenuhi hidupnya sendiri, mempersiapkan diri bila gagal panen, membuat perencanaan jika datang kemarau panjang, lalu merasa cukup dengan apa yang telah ada. Dulu banyak hal bisa di prediksi. Sekarang?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya ketidakjelasan membuat kita mau tidak mau harus beradaptasi. Kondisi politik, sosial, ekonomi saat ini  membuat banyak generasi sekarang merasa pesimis, ditambah drama-drama yang membuat kita tambah apatis, sebenarnya mau dibawa kemana rakyat ini?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu lebih ada didesa membawa banyak sekali pelajaran. Dan pelajaran pertama adalah belajar untuk tidak khawatir. Meski TV orang-orang desa itu di bombardir dengan informasi yang rumit kalau tidak mau disebut menyedihkan, tetapi orang-orang desa ini tetap waras, tetap bekerja seolah tidak terpengaruh dengan hiruk pikuk yang tersaji di televisi. Yang punya sawah sibuk di sawah, yang tiap pagi berjualan di pasar tetap ke pasar, di balik rutinitasnya itu mungkin yang terpikir adalah bahwa kita tidak bisa hidup di masa yang sudah lalu, juga tak mungkin sampai di hari esok tanpa melalui hari ini. Jika yang ada hanya saat ini bukankah lebih baik bersiap-siap untuk hari esok?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran kedua adalah mempercayai hukum-hukum keseimbangan. Perlu waktu beberapa bulan sampai padi menguning, namun sebelum itu ada pekerjaan besar yang harus dilakukan: membajak sawah, mencari sumber air, menyiapkan pupuk dan lumbung. Tak susah menghitung seberapa kerugian jika panen gagal, tidak takut padi habis oleh hama atau harga gabah yang bisa saja turun drastis. Matematika nya tidak rumit: kita tidak usah mengkhawatirkan dengan hal-hal yeng belum atau bahkan tak pernah terjadi. Tetap bekerja, tetap maju, barangkali masalah yang akan muncul tidak separah yang kita bayangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah menerima kenyataan. Kadang panen tidak selalu berhasil, kadang jengkel dengan harga pupuk atau kurangnya sumber air, lebih parah hama menghancurkan segala usaha yang dibangun selama beberapa bulan ini. &lt;br /&gt;Kita tidak selalu bisa menang dalam segala hal, tidak bisa cukup pengetahuan mengenai alam ini. Tetapi sikap menerima apapun yang akan terjadi adalah langkah awal untuk mengatasi konsekuensi dari ketidakberuntungan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadang sesuatu itu tidak terelakan, alternatifnya adalah kekecewaan, namun jika mau berhenti sejenak, mulai menerima semua yang tak terelakan biasanya kita akan punya waktu, energi dan kreativitas untuk memecahkan masalah-masalah yang mungkin timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah maafkanlah saya, maksud hati hanya ingin berbagi. Mudah-mudahan ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-3234221916603384390?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/3234221916603384390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=3234221916603384390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3234221916603384390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3234221916603384390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2011/08/yin-yang.html' title='Yin-Yang'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2sJQoVow854/Tja5mzsdZaI/AAAAAAAAANM/g93fGJoJGH0/s72-c/yin-yang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-3765229294307001151</id><published>2011-05-07T21:27:00.008+07:00</published><updated>2011-05-14T15:40:52.222+07:00</updated><title type='text'>AKAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vTJb6WkuPh0/TcVZ39mz6YI/AAAAAAAAANA/7FkBJ6MQf7o/s1600/door.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 244px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vTJb6WkuPh0/TcVZ39mz6YI/AAAAAAAAANA/7FkBJ6MQf7o/s320/door.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603984129297475970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya menulis lagi! Horeee. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang lebih melegakan selain ada yang nuntut saya untuk nulis, selain saya juga ingin silaturahim dengan kawan-kawan semua melalui blog ini, berbagi rindu dengan anda semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa bulan belakangan ini memang luar biasa. Banyak hal saya saksikan, dengar dan rasakan sendiri. Betapa cepatnya perubahan, betapa cepatnya waktu dan kadang lupa sudah sampai mana saya berjalan. Sampai di satu titik saya berhenti dan akhirnya benar-benar tidak melakukan apa-apa selain bekerja saja dan bepergian. Dan selalu ada cerita yang menarik. Bagi anda yang suka naik angkutan umum seperti saya ini pasti banyak hal bisa disaksikan. Dari gurauan, marah dan kejengkelan sampai berita-berita gembira yang menyentuh. Ah . Ternyata kejadian sehari-hari juga tidak se membosankan seperti yang saya kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jadi kebiasaan disetiap akhir pekan yang agak panjang saya selalu pulang ke Bandung. Saya sudah jatuh cinta dengan kota ini, mulai dari udaranya yang sejuk, warga nya yang ... , tempat-tempat makan yang enak, areal wisata dan tentu saja teman-teman seperjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget dengan penampakan diri sendiri di cermin. Ah ternyata saya sudah setua ini! Ada sedikit penyesalan, kenapa waktu berjalan begitu cepat? Tetapi disisi lain saya juga senang, saya sudah menabung usia, bersyukur masih di beri umur dan berharap diberi ilmu yang lebih luas lagi. Mudah-mudahan makin gede makin gampang senyum. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan bahan untuk direnungkan bisa datang dari mana saja, dan dari siapa saja. Dan saya tidak menyangka hal itu datang dari tetangga saya, seorang nenek yang usianya kira-kira 80 tahun.&lt;br /&gt;Ketika sedang duduk-duduk diruang belakang saya bertemu nenek itu. Dia habis merapikan jemurannya, dia menanyakan nama. Ketika saya sebut, beliau kaget dan tertawa ”ah kau sudah sebesar ini, eh nenek minta maap ya kalo dulu suka marah-marah..” &lt;br /&gt;Saya yang merasa engga pernah di marahi cuma bisa angguk-angguk. ”ah ibu gak pernah marahin saya kok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lalu duduk disebelah saya. Beliau cerita tentang anak-anak, cucu dan cicit nya. Sulit menimpali, juga sulit untuk komunikasi dua arah karena beberapa keterbatasan, jadi yang saya lakukan adalah takzim mendengarkan cerita beliau. Ngalor-ngidul dan sulit saya tangkap intinya. Sampai satu saat ceritanya berhenti.&lt;br /&gt;”Saya ingin pulang kerumah ibu saya, sepertinya ia masih ada di kampung” suaranya bergetar dan dalam. Kali ini cerita masa kecilnya yang indah, mengalir dengan lancar dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiba-tiba saya rada galau mendengar ceritanya. Sudah setua ini tapi beliau ingin pulang bertemu orang tuanya. Sudah setua ini, yang paling lancar diceritakannya adalah masa-masa terbaiknya sebagai kanak-kanak yang bahagia bersama orang tua, saudara dan teman-temannya, nenek ini masih keukeuh ingin pulang!. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu pulang? –Kembali kerumah, kembali ke tempat kita berasal, kembali ke akar kita sendiri. Dalam banyak tradisi, perayaan apapun dimanapun sepertinya memang tidak afdol bila tidak pulang kampung. Entah ada apa dibalik pulang kampung ini, dari segi keuangan kita selalu mem budget-i untuk ini yang kadang juga tidak murah. Tetapi kebahagiaan ”pulang” ini memang tidak bisa diukur dengan uang. Tetapi benarkah disaat kita tua seperti nenek tetangga saya itu—keinginan yang terdalam adalah untuk bisa selalu pulang? Benarkah disaat kita tua yang paling diingat adalah saat-saat yang membahagiakan? Di saat tua nanti yang paling diinginkan adalah kembali ke akar kita sendiri? ke saat-saat kita dipertemukan dengan kasih sayang orang tua, saudara dan teman-teman dahulu?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya bisa benar bisa juga salah. Tetapi adalah hal yang wajar bila di satu garis hidup seseorang, ia rindu pulang. Mengapa? Mungkin karena dimasa-masa itulah ia menerima kasih yang tak bersyarat, diterima tanpa syarat dan melimpah. Senakal apapun orangtuanya tetap menyayanginya, seburuk apapun keadaannya teman-temannya tetap menerimanya, semua curahan itu melimpah dan tak ada barcode harga untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah ketika zaman demi zaman berganti semua berubah dan bergeser? lalu adakah yang tidak berubah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tanpa syarat?? ah, sudah banyak sekali teori-teori dan ceritanya. Dan kitapun sebenarnya telah tahu dan merasakannya. Begitu sulitnya menjembatani alam materi, alam ego dengan wilayah ini. Padahal banyak sekali diulas bahwa wilayah ini ada di bagian otak kanan yang berhubungan dengan ketidakterbatasan kemungkinan-kemungkinan baik. Beberapa pakar otak kanan bahkan berani mengatakan seiring dengan keseimbangan perkembangan otak kiri dan kanan maka seseorang sedang mengembangkan dirinya menjadi manusia paripurna. Tetapi itu hanyalah teori, mungkin begini parameternya: bila kita mudah simpati dengan orang-orang yang kurang beruntung artinya otak kanan mulai aktif. Bila mulai simpati dan memberi, maka otak kanan sedang berkembang, bila terbiasa memberi dan memberi artinya otak kita sedang bersinkronisasi dengan keberuntungan-keberuntungan!.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimasa-masa sekarang katanya siih, sudah rada susah menemukan hal-hal semacam itu (ini pasti saya terpengaruh sinetron yg matanya melotot-melotot itu.. hehe). Katanya apapun selalu terkait dengan transaksi, uang, kemudahan, timbal balik, dsb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi hal-hal itu masih ada kok. Mudah ditemukan bila kita sendiri mau memulainya. Dan tentu saja Melaksanakannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah maafkanlah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedikit cerita: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama berkelana si musafir itu akhirnya sampai juga dirumahnya yang sejati. Lelah, letih, capek, semua sudah direlakan. Didepan pintu rumah Yang Agung dia mengetuk, ”Saya sudah pulang, saya sudah ikhlaskan semua, saya ingin pulang ke rumah, ke tempat Kekasih yang cintanya tanpa batas dan tanpa syarat. Silakan cek, sepanjang perjalanan saya ke rumah ini—saya sudah melakukan hal yang sama, memberi tanpa syarat tanpa pilih-pilih, sekarang izinkanlah saya masuk wahai Kekasih” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-3765229294307001151?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/3765229294307001151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=3765229294307001151' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3765229294307001151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3765229294307001151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2011/05/akar.html' title='AKAR'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vTJb6WkuPh0/TcVZ39mz6YI/AAAAAAAAANA/7FkBJ6MQf7o/s72-c/door.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-3847776094282393781</id><published>2010-12-11T22:06:00.003+07:00</published><updated>2010-12-21T20:41:58.423+07:00</updated><title type='text'>Manusia-nya!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TQOUbxN89DI/AAAAAAAAAMg/3LaWfUr6uz4/s1600/samburu-wedding-kenya_21083_990x742.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TQOUbxN89DI/AAAAAAAAAMg/3LaWfUr6uz4/s320/samburu-wedding-kenya_21083_990x742.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549442370639819826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan Netizen (orang dalam kesehariannya selalu bersentuhan dengan internet), setiap harinya saya sengaja men-jejal-i diri saya dengan banyak sekali informasi. Dari bangun tidur sampai mau tidur saya belum bisa lepas dengan yang namanya informasi. Meskipun saya membatasi dan memilih-milih berita, tetap saja informasi apapun adalah penting. Dan untuk ukuran jaman sekarang akses ke sumber informasi adalah hal yang vital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sewaktu era televisi sedang hangat, dimana saluran TV hanya ada TVRI maka acara Dunia Dalam Berita adalah sebuah tontonan ”wajib” disamping film2 kartun tentunya. Dan sebagai anak SD saya juga masih sering di PR-i untuk mencatat peristiwa apa saja yang sedang berlangsung dan diminta menuliskan ulang dengan bahasa tulis khas anak SD. Dan tentu saja susah minta ampun jika menerangkan salah satu topik berita, karena pembaca berita di TV punya kecepatan sendiri, maka jadilah berita ”Pengiriman pasukan Perdamaian” diganti dengan topik ”Banjir di Srilangka” atau ”Panen Kacang di Lampung” yang lebih padat dan singkat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dimulai era TV-TV swasta dimana tonggak kreativitas media mulai terpancang. Meski terbatas—karena saat itu belum reformasi—tetapi tetap kreatif dalam keterbatasannya. Sampai di jaman reformasi kreatifitas itu di eksplor dengan luarbiasa. Lalu kedatangan Internet yang fenomenal—thanks God pemerintah kita cukup demokratis dalam hal ini. Ya kedatangan internet mengubah banyak hal, termasuk cara kita memandang suatu informasi. Sekarang kita sudah tidak kampungan lagi (ciyeee), setidaknya ketika terjadi konflik antar negara atau kelompok, kita bisa mencari informasi dari berbagai sudut pandang. Sekaligus memahami motif-motif apa saja yang menggerakkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika media gambar diberi kebebasan maka kita mudah sekali menganalisa apa yang sedang terjadi. Dengan cepat kita mendapatkan  penjelasan, gambaran, kengerian sekaligus kekhawatiran yang sedang bergejolak disana, sekaligus, implikasi dan counter measure jika sewaktu-waktu hal itu terjadi disini. Kita lalu terbiasa dengan berbagai berita-berita kriminal dari yang paling sadis sampai yang parah sekali—sampai kita megira-ngira mungkinkah manusia bisa melakukannya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling hot saat ini adalah ketika situs Wikileaks mengungkap lebih dari 250 ribu kawat, dokumen-dokumen penting yang tergolong sangat rahasia, hebatnya situs tersebut bisa diakses dengan mudah. Begitu banyak yang diungkap disana: konspirasi, manipulasi, benturan kepentingan, nuklir, kondisi ekonomi, piring terbang, pergantian kekuasaan, suksesi kepemimpinan, motif-motif yang diluar dugaan, semua tersaji penuh kerumitan. Sehingga saya sering bertanya apakah benar semuanya ini? benarkah informasi besar itu  tersembunyi demikian rapinya, rencana-rencana yang terkontrol sehingga tak bisa di tangkap oleh penglihatan? Terlalu halus untuk dirasa dengan indera dan dicerna pikiran?. Benarkah ada yang seperti itu? Entahlah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai rakyat jelata biasa, selain hanya sekedar tahu, saya tidak menemukan apapun lagi dari sana. Bila dokumen-dokumen itu benar adanya, lalu apa? Peristiwa yang sudah terjadi baru terungkap sekarang. Mau di apakan? Ekonomi dunia sudah masuk black hole, kekayaan alam negara RI kita dan lain-lainnya ..., lalu Afghanistan sudah hancur!, Pakistan lebur, Irak sudah rata!—perang saudara sudah keburu menewaskan banyak orang, virus-virus biologis sudah meminta ribuan nyawa. Semua data biometrik para diplomat sudah diketahui, semua motif sudah jelas. Lalu mau apa lagi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam pikiran saya yang awam ini, jika dunia benar-benar penuh dengan konspirasi jahat, apakah mereka juga terkena hukum yang satu itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga hukum-hukum lain yang manusiawi sifatnya dan fana bawaannya. Hukum sederhana yang sebetulnya tidak sederhana, hukum pilihan, ketetapan, keseimbangan. Lalu benarkah semua rencana jahat itu berhasil? Pengerukan kekayaan alam milik orang lain? Penghancuran-penghancuran itu? Berapa persenkah yang berhasil? benarkah misi mereka saat ini sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara para konspirator sibuk dengan rencana-rencana selanjutnya, Wikileaks membuat banyak orang makin kuat menduga-duga. Bahwa di setiap tindakan: kunjungan, paket bantuan, hibah, apapun selalu diiringi imbalan dan ancaman. Ketika semua data-data dibuka, ketika semua informasi ini di beberkan ke permukaan diam-diam maupun terang-terangan warga dunia bersatu melawan dominasi konspirasi yang manipulatif ini. lihat saja dukungan kepada Wikileaks yang tiap detiknya semakin menguat. Setidaknya 4000 peretas (Kompas) bersatu untuk membela Wikileaks. Data-data yang di blokir, di ekstrasi ulang dan di sebarkan melalui ratusan situs lain, mereka seakan hendak mengatakan bahwa kebenaran apapun tidak seharusnya mengandung unsur manipulatif! Dunia perlu tahu!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ini soal apa, kenapa semua fakta ini terungkap?. Apakah maksudnya? Jika benar poin apa yang harus digaris bawahi?. Manusianya kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia dimana pengelompokan "kami" dan "mereka" sangat jelas, apa yang di beberkan Wikileaks sungguh mengejutkan. Bagaimana para pemimpin negara bisa mengambil banyak wajah, banyak warna dan halus tersembunyi. topeng A saat menghadapi yang ini dan mengambil topeng B saat menghadapi yang itu. Maka ketika semua terungkap kita melihat bahwa apa yang mereka pertontonkan selama ini tidaklah selalu wajahnya yang asli!. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika apa yang tengah dipertontonkan hanyalah sebuah pertunjukan topeng maka apakah setiap tindakan, keputusan--apapun, belum tentu seperti itu juga? selalu ada maksud di balik maksud! &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dan pelajaran yang bisa diambil dari sana adalah, tindak-tanduk pemimpinnya- manusianya. Jika saja dari awal sudah jujur, amanah,...,..., sudah dimiliki setiap orang, termasuk pemimpin dimanapun, maka mereka-mereka yang berkepentingan seharusnya tidak usah takut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin dunia akhirnya akan disatukan oleh satu, yaitu perhatian kepada manusianya. Apakah banyaknya suku-suku, ras, bangsa-bangsa di dunia dengan berbagai tingkatan hidup, kaya miskin dsb —perbedaan kondisi manusianya, apakah mereka mau tulus hidup bersama? Menjadikan dunia ini tempat tinggal yang nyaman, tanpa manipulasi, dominasi, hegemoni, penjajahan dalam berbagai bentuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah memang sulit mengharapkan hal-hal semacam itu dari orang lain, tetapi kita bisa mulai membiasakan keempat sifat itu, dari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto dari National Geographic&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-3847776094282393781?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/3847776094282393781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=3847776094282393781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3847776094282393781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3847776094282393781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/12/manusia-nya.html' title='Manusia-nya!'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TQOUbxN89DI/AAAAAAAAAMg/3LaWfUr6uz4/s72-c/samburu-wedding-kenya_21083_990x742.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-1752641411514026759</id><published>2010-11-04T19:10:00.004+07:00</published><updated>2010-11-05T20:36:54.897+07:00</updated><title type='text'>API</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TNKjuk846dI/AAAAAAAAAMY/9fCvoC7dwLw/s1600/api.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TNKjuk846dI/AAAAAAAAAMY/9fCvoC7dwLw/s320/api.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535666912580135378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi menjulang, berwibawa dan berbahaya. &lt;br /&gt;     Itulah kesan pertama saya tentang Merapi, belasan tahun yang lalu. Dulu semasa masih kecil, disaat liburan sekolah saya pernah ikut paman saya mencari rumput untuk makanan sapi. Dari ketinggian yang sama, paman menunjuk ke arah Merapi, saat itu asap mengepul dari puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saya baru tahu bahwa Merapi diupacarai setiap tahun. Seorang lelaki tua Mbah Maridjan namanya, setia dengan tugas itu. Sebuah tugas sangat berat dari Raja Jawa kesembilan untuk bisa membaca tentang karakter Merapi yang tersurat, serta membaca udara yang tersirat darinya—demikian tugas juru kunci, mewajibkannya untuk mengenali sedari awal jika sang Merapi akan ”hajatan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Awalnya tidak ”ngeh” dengan sosok lelaki itu. Apalagi setelah membintangi iklan dan muncul di tv, pikiran saya mengatakan bahwa dia sama saja: uang dan popularitas! Apalagi ??! –belakangan saya baru tahu, ternyata simbah dibujuk sedemikian rupa, dan uang honornya digunakan untuk membantu tetangga-tetangganya. Kualitas lain yang luput dari berita!- (maaf ya mbah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Lalu pandangan itupun dengan sendirinya berubah, setelah mencari tahu sana-sini akhirnya saya mandapatkan gambaran "hampir" utuh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Salah satu perbuatan yang paling sia-sia didunia adalah menasehati orang yang sedang jatuh cinta. Dan jatuh cinta tidak mensyaratkan apapun, datang kepada siapa saja, kepada apa saja. Termasuk jika seseorang mencintai Merapi yang notabene adalah sebuah gunung api aktif!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bagi saya, Merapi ”hanya” sebuah gunung api. Ia telah ada disana, ratusan ribu tahun jauh sebelum eksistensi raja-raja manapun. Ia bisa ngamuk kapan saja, gulungan awan panas bisa turun kapan pun tanpa harus memberi tahu sebelumnya. Tetapi tidak sesederhana itu bagi seorang Mbah Maridjan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam dunia yang saya yakini, segala sesuatu yang kelihatan adalah ibarat gunung es yang terapung-apung di tengah samudera. Kita bisa mengira-ngira sekaligus mengukur gunung es itu: seberapa tinggi, lebar, panjang dan luasnya. Tetapi kita tidak pernah bisa memprediksi sebesar apa bagian gunung es itu yang tak kelihatan dibawah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam kasus mbah Maridjan, sementara saya melihat gunung itu benda mati, mbah Maridjan melihatnya sebagai orang tua berwibawa dengan segala prilakunya. Saya melihatnya musyrik, simbah bergaul dengan asyik. Ketika saya melihat bahaya, simbah hanya melihat cahaya. Saat saya melihat sia-sia, simbah telah melihatnya sempurna!. Jadi ini sebenarnya soal apa?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam dunia yang penuh kejutan seperti itu, hidup menjadi sawang sinawang. Saling memandang yang kelihatan, semua berkaca-kaca. Salah pandang akan salah paham. Kita cenderung menyalahkan kacamata orang lain tanpa mengecek buram atau tidak jendela sendiri. (bukankah hanya Tuhan yang berhak mengecek seseorang itu musyrik atau tidak?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Cinta. Ya tentu saja. Tidak ada yang lebih kuat dari itu, dan tak ada yang menyalahkannya. Merapi adalah hidupnya, puluhan tahun sudah bersamanya, susah- senang, kesetiaan. Merasakan kedamaian saat sang Merapi tenang, kesuburan tanahnya, keindahan alamnya. Siapa rela melepasnya? Jika kini Merapi mengatakan sudah saatnya, maka simbah tak kuasa menolaknya. Saatnya datang mangsa lara, akankah dia menolak masa susah setelah puluhan tahun menikmati kegembiraan? Tidak! Simbah akan menemaninya, mungkin karena itulah dia tidak mau turun menyelamatkan diri. Kedengaran gila? Tentu saja!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dari kecintaan seseorang yang ”tergila-gila” kepada gunung api, apakah kita bisa belajar sesuatu??. Hmm, saya membayangkan bagaimana jika seorang pemimpin ”jatuh cinta”  seperti itu kepada rakyatnya/umatnya. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, rakyat adalah sebuah centre of life, pusat hidup!. Susah-senang bersama, tetap setia dan tidak meninggalkan mereka. Saat datang masa-masa susah dia ada untuk mereka, menghadapi bencana alam dan bencana moral bersama-sama, sampai suatu saat nanti kematian datang dan turut menyempurnakannya! Ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Adakah pemimpin yang berani segila itu dizaman sekarang?? Adakah? Mungkinkah?? Bisa jadi ada, bisa juga tidak. Jika pun ada, mudah-mudahan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, sebab kekuatan perubahan sedahsyat itu datang jika keduanya memiliki kadar cinta yang sama. Energi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pemimpin gila. Ah, kita hanya bisa merumuskannya saja, diam-diam kita telah tahu ramuan apa saja yang membuat seorang pemimpin sedemikian sempurna. Pemimpin dengan watak api! Membakar segala kebodohan, menghanguskan tamak, menghancurkan ikatan-ikatan sulit dimana keadilan susah berkembang. Dialah itu yang bercahaya terang, menerangi setiap jalan dan menuntun kepada kekuatan. Namun murka hebat bila kedzaliman sudah sedemikian parah. Adakah? Dimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kita selalu mencarinya. Meramalkan kedatangannya dan berdoa agar kelak dipimpin orang seperti itu. Dimana keberadaanya, kita tidak pernah tahu, Wallahuallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tetapi jikapun kita tidak menemukannya sekarang, maukah kita jadi orang itu? pemimpin itu, yang ”gila”, nggilani, dan tergila-gila minimal dalam lingkup terkecil? Memimpin diri, meski dilingkungan sendiri?? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Salam hangat, selamat menyumbang dan tetaplah optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut berduka cita atas meletusnya Merapi, tsunami Mentawai, banjir Wassior. Sedikit atau banyak sumbangan adalah energi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto dari National Geographic&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-1752641411514026759?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/1752641411514026759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=1752641411514026759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1752641411514026759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1752641411514026759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/11/api.html' title='API'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TNKjuk846dI/AAAAAAAAAMY/9fCvoC7dwLw/s72-c/api.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-5152179311514637547</id><published>2010-09-18T22:01:00.003+07:00</published><updated>2010-09-18T22:25:45.886+07:00</updated><title type='text'>Pranata Mangsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TJTZtltY2_I/AAAAAAAAAMM/kBjzPKYOf_k/s1600/afrika.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TJTZtltY2_I/AAAAAAAAAMM/kBjzPKYOf_k/s320/afrika.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518274820675525618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun lalu saya sengaja menghabiskan satu minggu di kawasan pegunungan di Jawa Tengah. Sebelumnya sudah niat mau bakpakeran sendiri ke Dieng, melihat kawah dan kebun apel, membuktikan sendiri apakah benar hampir semua orang Dieng memiliki pipi yang merah?. Tetapi karena satu dan lain hal rencana itu berubah. Saya putuskan kesana saja, ke tempat leluhur saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatan ingatan masa kecil saya tumpah ketika melewati jalanan setapak. Saya pernah melewati jalan ini. Batu-batu besar, pohon-pohon tua, aroma rumput, perdu, kotoran sapi, bunga-bunga mangga dan semak seketika menjadi harum. Dan saya seperti anak kecil di toko permen yang sedang kegirangan, dada ini seperti melonjak-lonjak. Yaa jejeran pegunungan Semilir mungkin asing, tetapi saya masih bisa mengingatnya dengan jelas. Satu hal yang menjadi ingatan favorit saya di tempat ini adalah, pada saat almarhum kakek saya mengambilkan buah-buah kelapa muda, dengan golok dipinggang, tanpa alas kaki dan kedua tangannya dipenuhi banyak buah kelapa muda, kepalanya menunjuk kami -cucu-cucunya- dan dagunya mengisyaratkan ada sesuatu di tangannya. Dan kami pun berlarian, berebut buah kelapa dengan gembira, ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung itu ramai ditanami jati. Jalan setapak yang saya lalui sungguh unik karena sementara kita melihat batu-batu cadas yang besar di sebelah kiri,  disebelah kanan menganga jurang-jurang yang sangat dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menggunakan ponsel seminim mungkin. Selain karena sinyalnya mengerikan, saya juga ingin memperhatikan sejelas mungkin kehidupan disini. Angin. Ya, betapa luarbiasa kekuatan angin didaerah sini, mungkin itulah sebabnya dinamakan Semilir, merujuk pada sifat gerak angin. Angin, hijau dan damai. Seperti memasuki daerah yang senyap. Kawasan ini seperti berada di sebuah kluster yang terjaga oleh angin. Pagi, siang, malam angin tak henti-hentinya berhembus kencang. Jika hujan turun maka kekuatannya bertambah-tambah. Mengerikan memang. Entah ada kekuatan apa yang ada di sana, tetapi pertama kali menghirup aroma gunung itu saja semua sudah ”lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini semua berjalan sangat lambat tetapi bisa juga terasa sangat cepat. Sepertinya waktu memang tergantung dari setelan manusianya, ia bisa di buat sangat lambat atau cepat. Dan akibatnya saya ikut dalam kelambatan itu. Mulai dari bernapas saja, saya belajar menarik napas panjang dan menghembus pelan-pelan, hanya dengan begitu saya bisa menghemat tenaga sekaligus meng-generate-tenaga baru selain tentunya beristirahat secara periodik karena jarak, darimana hendak kemana memang sangat jauh. Maka hanya dengan mengatur napas dan memperhitungkan langkah saja, kita bisa selamat sampai ditujuan dengan berjalan kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin beginilah sifatnya bila suatu tempat didominasi oleh angin. Lama-kelamaan gesekan daun, pohon-pohon bambu dan lonceng-lonceng di leher sapi semuanya seperti bernyanyi.  Nyanyiannya juga dari jenis yang juga lambat. Apakah ”lambat” juga punya arti? Apakah saat waktu serasa panjang juga memberi tanda akan sesuatu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat bagaimana orang-orang desa yang kebanyakan menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam, saya sering kosong. Dalam artian setiap hari, dari hari ke hari yang saya lihat di sawah itu adalah padi yang selalu saja hijau. Ah betapa lamanya mereka matang, kenapa tidak menggunakan teknologi saja yang memungkinkan padi lebih cepat panen. Dan dapat ditanam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata tidak seperti itu, bagi orang-orang jawa yang masih menggunakan kalender Pranata Mangsa atau kalender jawa purba –apalagi untuk urusan bercocok tanam-, semuanya sudah dihitung dengan cermat. Dan kenapa beberapa petani emoh menggunakan teknologi sekarang adalah karena kebanyakan masih mengikuti kearifan masa lalu. Tidak terburu-buru ingin panen, tidak pesimis melihat padi yang dari hari-ke hari masih saja hijau, kapan mereka matang, kapan tumbuh dewasa, kapan?.&lt;br /&gt;Bagi mereka melambat adalah sama dengan menghargai pendirian alam. Ya, belajar untuk tidak juga terburu-buru menjatuhkan vonis karena hanya satu kemungkinan bahwa apapun yang sedang terjadi saat ini adalah, bahwa padi itu sekarang sedang melalui proses. Sehingga tak harus menyalahkan waktu, menyalahkan musim, dalam penerapan lebih jauh adalah tidak menyalahkan pendirian, karena selama masih hidup ukurannya hanya satu: siapa yang tahu bahwa ia masih berproses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal-hal lain tentang melakukan segala sesuatu dengan melambat ini yaitu menikmati waktu saat ini. Terdengar kontradiktif memang. Tetapi kenyataannya, ada saat-saat kita harus melakukannya. Agak susah menerapkannya, bagi saya yang sudah terbiasa ”menargetkan sesuatu” solah-olah ”hasil” dan ”waktu” bisa disetel sesuai perut. Awalnya menjengkelkan, mengunyah makanan empat puluh kali kunyah, baru sepuluh sudah tertelan!. Merasai dinginnya air minum dengan cara meneguknya pelan-pelan sehingga lidah paham betul dengan hawa, memperhatikan ujung hidung kapan saya bernapas, apakah saya bernapas pelan apakah cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa kata nenek saya dengan kegiatan ngerasanin ini ? agar kita bisa memaknai mangsa/waktu. Dari sana kita eling dengan laku. Mulai dari hal sesepele membuang sampah, berjalan, tidur, membaca, mencuci, berjemur, sampai tepekur di mushola dekat rumah. Kegiatan apapun yang kita lakukan adalah hal yang kita ”sadari”, sehingga apapun, kegiatan apapun itu bisa kita maknai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mangsa Kapitu, wisa ketir ing maruto, mangsa ini harusnya banyak hujan, banyak sungai banjir. Seharusnya saat inilah memindahkan bibit padi ke sawah. Tetapi sekarang sepertinya musim-musim sudah berubah. Yang bila di perhitungkan musim hujan malah tak ada hujan. Atau malah hujan besar di musim yang seharusnya kemarau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Posisi petani sekarang serba sulit, karena seolah ditinggalkan oleh alam. Alam seperti sedang mengetes. Maunya manusia selalu serba cepat, cepat-cepat panen. Padahal wajarnya tanam padi itu setahun sekali, selebihnya bertanam palawija agar hara tanah tidak rusak. Musim-musim yang tidak menentu sekarang ini mungkin hendak menunjukan bahwa manusia harus selalu eling lan waspada. Toh bagaimana pun manusia itu juga sebuah proses yang harusnya tidak jumawa dan mengambil jalan cepat-cepat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eling lan waspada ini mengingatkan bahwa manusia harus terus belajar, belajar jadi manusia itu sendiri. Supaya menjalani hidup ke tingkatan yang baik, sekarang, saat ini, disini” tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat tidak selalu identik dengan malas, sebetulnya. Tetapi selalu bersikap mengambil jarak terhadap sesuatu. Sikap ngerasanin ini lebih ke arah menikmati momen demi momen yang selalu berubah, sekaligus menghargainya. Melihat kenyataan yang ada sekarang sebagaimana adanya. Hujan ya hujan, kemarau ya kemarau. Menerima keduanya sebagai sebuah ketentuan yang selalu berubah-ubah. Menolak musim kemarau dan hanya menerima musim hujan saja, lalu kapan mulai menanam dan kapan panen?, sebab proses ”menjadi” padi memerlukan lebih dari sekedar pergantian musim-musim. Padi yang matang secara alami menghasilkan butiran beras dengan kualitas terbaik dan rasa yang enak. Betul tidak?.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sawah yang saya lihat tidak sesederhana seperti kelihatannya. Banyak kisah didalam kisah, banyak cerita, mitos dan upacara dan tentu saja: pranata mangsa. Waspa kumembeng jeroning kalbu (air mata menggenang dalam kalbu), pancuran mas sumawur ing jagad (pancuran emas menyinari dunia), anjrah jeroning kayon (keluarnya isi hati). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah benarkah petakan-petakan sawah yang sering saya lihat ternyata mengandung kearifan dan kebijaksanaan yang tinggi di masa lalu ?? dan siapkah melambat barang sebentar agar tahu makna kegiatan kita selama ini ?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm rasanya tak salah mencobanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pranata mangsa selengkapnya di wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto dari National Geographic&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-5152179311514637547?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/5152179311514637547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=5152179311514637547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5152179311514637547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5152179311514637547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/09/pranata-mangsa.html' title='Pranata Mangsa'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TJTZtltY2_I/AAAAAAAAAMM/kBjzPKYOf_k/s72-c/afrika.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-6129715579100317239</id><published>2010-08-17T10:05:00.003+07:00</published><updated>2010-08-17T10:24:47.119+07:00</updated><title type='text'>SOKA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TGn8919UdxI/AAAAAAAAAL0/gZe1CTHKLA8/s1600/darwish.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TGn8919UdxI/AAAAAAAAAL0/gZe1CTHKLA8/s320/darwish.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506210158823634706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ada gunanya atau tidak, saya menceritakan ini. Tetapi saya berharap sedikit banyak memiliki manfaat. Cerita ini saya dapat dari tangan pertama. Cerita teman saya, Soka, sebut saja demikian. Dan saya mendapat ijin dari dia untuk menuliskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa ini mungkin puasa yang paling berkesan buatnya. Bukan karena dapat bonus besar, bukan karena tender besar yang dimenangkannya minggu lalu, tetapi kemenangan lain yang membuatnya merasa sangat bermanfaat sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu dia sedang membereskan beberapa file kerjanya, dan tak sabar bercerita:&lt;br /&gt;”Saya sedang bepergian, untuk suatu urusan. Bis saat itu tidak terlalu penuh, demi kenyamanan dan pemandangan, saya memilih duduk didepan. Teman duduk sebelah saya adalah seorang bapak yang tidak terlalu tua. Berbaju kemeja putih tipis dengan motif kartun, celana jean hitam dan sandal jepit hijau yang jelek. Mukanya tirus, gerakannya kikuk.”&lt;br /&gt;”Saya menawarinya koran baru, bapak itu tersenyum saja. Saya bertanya basa-basi dari mana hendak kemana. Dia dari Aceh dan hendak menemui keluarganya di kota X. Suaranya kurang jelas terdengar, jadi saya hanya membaca gerak bibir dan mimik mukanya. Tidak banyak yang saya dapat karena bapak itu bercerita dengan gelisah, sepertinya sedang stress, dan selanjutnya saya lebih memilih mendengarkan mp3 saja dari pada ngobrol tidak jelas. Ketika membuka HP, bapak itu mengeluarkan secarik kertas bekas sobekan bungkus rokok dari sakunya, dan menunjuk ke sebuah nomor selular. "Tolong sms kan anak saya, saya tidak bisa pulang. Terima kasih ya!.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kau tahu! setelah di sms itu anaknya bapak itu mengirim balasan, meminta lokasi kami sekarang, aku mulai kesal. Mana anaknya nelpon beberapa kali dan selama beberapa kali itu pula bapak itu menolak menerima telpon itu, saya benar-benar kesal dengan keduanya. Saya cuma penumpang yang kebetulan duduk bersebelahan dengannya, aku ingin duduk tenang dan tak harus terlibat urusan keluarga orang lain. Aku tidak menggubrisnya. Aku hampir marah sekali”&lt;br /&gt;” Tetapi sms yang terakhir ini membuat aku luluh, anaknya bercerita bahwa bapak itu sudah lama sekali meninggalkan rumah. Keluarganya khawatir dan sedang menangis saat itu. Dalam kepala saya yang penuh itung-itungan tentang berapa banyak sms dan pulsa yang terbuang untuk orang yang tidak aku kenal!, dan waktuku yang seharusnya bisa kugunakan untuk istirahat!. Dan tiba-tiba menyesal kenapa harus duduk di depan!. Tetapi lama-kelamaan hati ku tidak tega. Bapak itu harusnya bersama dengan keluarganya, setidaknya dia tidak berkeliaran di jalan. Akhirnya aku sms balik anak bapak itu, bahwa aku bersedia membantu semampuku. Anak itu mengucapkan terima kasih dan mengatakan semoga Allah membalas kebaikanku. Aku tidak memperdulikan sms semacam itu. Aku ragu dengan situasi seperti ini, benarkah ini ? . Aku tidak mengenal mereka, aku tidak harus terlibat atau melibatkan diri, dalam pikiranku yang itung-itungan itupun sempat berpikir bagaimana kalau ini model penipuan terbaru. Atau yang terburuk bapak ini masuk DPO organisasi tertentu dan mungkin saja jadi korban atau pelaku perbuatan yang buruk. Pikiranku tidak bisa diam saat itu, tetapi aku putuskan, bila memang betul apa yang dikatakan lewat sms itu, itu akan membuatku tenang tetapi bila tidak maka saya sudah siap lapor polisi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sepanjang jalan, bapak itu memperhatikan ku terus. Dia sudah bilang jangan membalas telpon atau sms dari anaknya. Saya bikin silent HP itu dan tetap berhubungan melalui sms- tanpa sepengetahuannya-. Anak itu akan menjemputnya di stasiun segera setelah bis kami sampai. Dan aku terus memberitahukan mereka lokasi kami. Di sepanjang jalan tol pikiranku berbicara sendiri. Tuhan, aku ini orang yang naif. Aku sering menyesal bahwa itu sering kali dimanfaatkan. Dan aku sedang berusaha untuk tidak terlalu peduli sekarang. Bahkan apa yang aku pikir, kebaikan dalam kenyataannya datang dalam bentuknya yang paling buruk. Tuhan benarkah bapak ini sedang stress berat dan kabur dari rumahnya? Sebuah suara naif segera terdengar, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”dia duduk disebelahmu bukan kebetulan, duduk disebelahmu- karena dengan begitu dia mendapatkan solusi atas masalahnya”&lt;/span&gt;. Aku mencibir suara naif itu, aku mengejeknya. Tidak mungkin! Ini cuma drama! Kenyataan tidak selalu seperti itu. Jadi diamlah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Kau bisa membantunya, sampai yakin dia berada bersama keluarganya atau kau bisa segera turun dan melupakan bapak itu!.”&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tahu aku harus memutuskan sesuatu. Akhirnya aku memutuskan untuk melihat siapa yang menjemputnya. Bila wajahnya meyakinkan aku akan serahkan bapak itu, tetapi bila tidak aku akan lapor polisi secepatnya.mudah-mudahan kali ini intuisiku benar” &lt;br /&gt;”Jam demi jam berlalu, aku sungguh tidak tidur. Aku terus mengawasi gerak-gerik bapak ini, karena di setiap pemberhentian dia selalu ingin turun, matanya selalu tertuju ke arah pintu. Selain itu karena dia juga mengoceh terus tak karuan. Dan setiap bergerak itu aku memperhatikannya, tanganku akan siap mencegahnya bila dia nekad turun sembarangan. Akhirnya  kami sampai juga di kota tujuan. Bis berhenti dilampu merah. Kami sudah sampai Tol, segera aku kirim sms untuk segera menyusulnya. Tidak ada tanda-tanda penjemputan, pikiranku mulai berbicara lagi, bahwa aku terlalu naif untuk percaya kepada seseorang meskipun mungkin dia membutuhkan bantuanku, aku mulai menyesal kenapa selalu dipermainkan keadaan. Aku pasrah saja dan bersiap-siap turun. Beberapa menit kemudian sebuah motor bebek mengikuti kami dan tiba-tiba berhenti tepat di pintu bis. Seorang perempuan muda melambaikan tangan dan berteriak-teriak dari luar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Itu bapak saya! Itu bapak saya.. pak! Pak! Ini Yeni, Yeni pak!"&lt;/span&gt;. Wajah perempuan itu tampak khawatir, saat itu saya yakin dia pastilah keluarganya. Kondektur bis berbicara sebentar dan membuka kan pintu sementara bapak itu tampak bingung. Perempuan itu mencium tangannya, keduanya tampak bahagia, -meski raut bingung bapaknya tidak hilang-. Perempuan itu lalu menaikan bapak nya ke motor bebek dan langsung melaju. Aku sangat lega, juga haru. Benarkah ini?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam. Untuk sesaat pikiranku berhenti sementara suara itu terdengar lagi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Itu berkat kau! Kau boleh sinis tetapi kau tahu, kau berperan mempertemukan ayah-anak itu”&lt;/span&gt;  Suara sialan itu tertawa kencang sekali sampai-sampai aku mual. Beberapa hari bila aku merenungkan kejadian itu aku menemukan ketentraman didalamnya, apakah aku yang membantu bapak itu atau ??.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Untuk pertama kalinya aku pun merasa bahagia yang utuh, aku berhasil membuktikan bahwa aku menolong orang lain dengan tuntas. Tidak setengah-setengah seperti yang biasa kulakukan selama ini, aku merasa percaya diriku meningkat sekarang”.  Katanya berapi-api menutup ceritanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita bisa menjadi penentu kebahagiaan orang lain atau sumber kesedihan disaat yang sama” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurutmu bagaimana?”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-6129715579100317239?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/6129715579100317239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=6129715579100317239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6129715579100317239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6129715579100317239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/08/soka.html' title='SOKA'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TGn8919UdxI/AAAAAAAAAL0/gZe1CTHKLA8/s72-c/darwish.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-4724750412149260265</id><published>2010-07-30T22:36:00.005+07:00</published><updated>2010-12-11T22:17:26.320+07:00</updated><title type='text'>Setelah Puncak Tertinggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TQOV7vEtExI/AAAAAAAAAMo/SvUO4_zJRr8/s1600/popopo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TQOV7vEtExI/AAAAAAAAAMo/SvUO4_zJRr8/s320/popopo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549444019331601170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa misteriusnya manusia. &lt;br /&gt;Di utara, orang-orang sedang berkerumun merumuskan undang-undang. Di selatan, sekelompok manusia lain tengah berjuang sekuat tenaga agar suara mereka didengarkan oleh pemimpin mereka. Di sebelah barat, lain lagi; sekelompok orang sibuk menghalau pengaruh buruk informasi. Di belahan timur, lebih berat; orang-orang fokus pada ledakan demi ledakan yang berasal dari dapur rumah mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua peristiwa terjadi hampir pada waktu yang bersamaan. Satu peristiwa, tidak kalah mendesak dari peristiwa lain. Setiap ledakan disusul dengan ledakan lain. Masalah seolah datang dengan tidak mengenal kata istirahat. Dan tentu saja, semua menuntut untuk segera diselesaikan. Ketika semua itu terjadi, saya memutuskan merekam semuanya dengan bahasa tulis versi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa jaya nya, demokrasi di elu-elu kan sebagai sistem terbaik bagi sebuah negara, kedigjayaan sistem demokrasi hanya mampu ditandingi oleh sistem komunis. Persaingan ketat kedua sistem ini yang berdarah-darah dan memasuki babak baru jaman manusia-dari kemajuan iptek- perlombaan senjata-penghapusan perbudakan-kesetaraan,  ternyata tidak mudah, berbiaya paling mahal, semua perlombaan itu akhirnya dimenangkan oleh sistem demokrasi. Sistem ini diklaim mampu memperkuat pemerintahan, bahkan kerjasama antar negara akan lebih mudah jika memiliki kesamaan idiologi. Betapa hebatnya sistem ini-meski bukan yang terbaik-tetapi cukup ampuh untuk meredam gejolak, dan sedikit banyak memuaskan berbagai pihak, dimana khususnya negara kita yang berlandaskan asas musyawarah dan mufakat, menjadi landasan yang –sepertinya sih- masuk akal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sehebat apapun sistem yang dianut, sistem hanyalah alat. Pada perkembangannya, benturan kepentingan membuat sistem sebaik apapun hancur berantakan. Setiap alat mempunyai kelemahan. Sistem pun demikian. Kebanyakan bukan dari undang undangnya, melainkan pada kelicikan dari para pemegang amanahnya. Setiap detil kelemahan adalah kesempatan. Dan disetiap kesempatan ada nilai uang yang tidak sedikit. Jadi urusan selanjutnya bukan bagaimana menutup celah, tetapi mencari celah yang lain, dan jika memungkinkan membuat celah kecil itu berubah menjadi sebuah mulut gua yang menganga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini demokrasi diuji. Sebagai pemenang yang memenangi pertandingan besar dia tidak boleh mengambil jalan mudah dengan membiarkan dirinya dijadikan mesin. Digerakan oleh tangan-tangan yang haus dengan uang, untuk kemudian menghasilkan uang lagi dengan cara-cara membodohi masyarakat. Karena sementara dia duduk dan beristirahat, rakyat dibuat bingung dengan hari-hari mereka ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang dianut oleh sebuah negara tergantung dari pemimpinnya. Jadi semua urusan-urusan ini akan dikembalikan lagi ke sumbernya, ke manusia yang memegang tampuk kekuasaan tertinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, pusat segala kekuatan seorang pemimpin berasal dari dalam dirinya. Semua diawali dari kemauan menengok terlebih dahulu kedalam dirinya. Menengok kedalam diri mensyaratkan seseorang untuk terlebih dahulu mencukupkan "segala" pengetahuannya -ilmunya- sebab dengan begitu dia akan mempunyai alat yang tajam dalam membedah setiap persoalan-persoalan yang terjadi didalam masyarakat. Dibutuhkan ketekunan, kesabaran dan bimbingan untuk urusan bedah membedah ini (disinilah calon pemimpin harus mau berbaur dengan berbagai macam kalangan, mengetahui dari segala sudut pandang dalam rangka mengasah kejernihan daya analitisnya) alih-alih mengalami kebuntuan, kemampuan membedah kasus ini malah akan memperkaya setiap detil pengetahuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kata cukup dalam menuntut ilmu. Tetapi manakala waktunya telah tiba, tatkala syarat-syarat keilmuannya mencukupi maka calon pemimpin akan dapat memantapkan segala tekad yang ada dihatinya, hebatnya lagi, bersamaan dengan kemantapan itu dia akan diberi kemampuan untuk meluruskan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang akan terjadi jika calon pemimpin sudah mampu meluruskan hati?. Dia akan meneliti dirinya sekali lagi untuk membereskan hal terpenting dari keseluruhan proses ini yaitu; melakukan pembinaan kepada dirinya sendiri, sehingga dapat membereskan keluarganya. Lalu apa lagi. -Keluar terus meluas- membereskan lingkungan terdekatnya, akhirnya diberi kemampuan mengurus yang lebih luas lagi, rakyatnya, negara nya. Dan akhirnya memberikan ketenteraman bagi dunia. Pada dasarnya setiap orang adalah pemimpin, dengan demikian maka tugas utama pemimpin dan rakyat akan mengerucut pada satu kewajiban yang sama; mengutamakan pembinaan terhadap diri sendiri terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dititik ini pemimpin dan yang dipimpin saling memberikan masukan yang tepat bagi kemajuan bersama, disana pemimpin melayani segala kebutuhan rakyatnya, sementara dipihak rakyat, mereka akan mencintai pemimpinnya, dan dengan segenap kekuatan melindungi keberlangsungan jalannya pemerintahan. terlalu ideal ? mungkin! tetapi harus dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barang siapa diangkat atau mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaklah dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya dia mendidik dirinya dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lidahnya. Orang yang menjadi pendidik dirinya sendiri lebih patut dihormati daripada yang mengajari orang lain” ~Imam Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, anda tertarik? Selamat menjadi pemimpin yang dicintai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disadur bebas dari kitab "'Ajaran Besar" karya Konfusius. Photo dari National Geograpic&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-4724750412149260265?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/4724750412149260265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=4724750412149260265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/4724750412149260265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/4724750412149260265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/07/setelah-puncak-tertinggi.html' title='Setelah Puncak Tertinggi'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TQOV7vEtExI/AAAAAAAAAMo/SvUO4_zJRr8/s72-c/popopo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-447299614842311526</id><published>2010-07-08T23:05:00.006+07:00</published><updated>2010-07-09T20:47:42.490+07:00</updated><title type='text'>Misi Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TDX97NKdHsI/AAAAAAAAALk/breIvuOcTgs/s1600/eye-to-eye_10940_990x742.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TDX97NKdHsI/AAAAAAAAALk/breIvuOcTgs/s320/eye-to-eye_10940_990x742.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491574514235809474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau di dalam dirinya sudah tersembunyi penyakit rendah diri, dia makin terbebani dari suatu misi hidup. Kalau diagregatkan kalau setiap orang punya rasa rendah diri, sebagai bangsa Indonesia maka ia akan menjadi penyakit nasional," Sri Mulyani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin jauh dari rasa aman. Itulah gambaran yang bisa di tangkap hari-hari terakhir ini. Jangankan orang biasa, seorang pejabat negara pun bisa digusur. Jangankan memikirkan keselamatan bangsa dan negara (yang terlalu jauh), memikirkan keselamatan diri sendiri pun masih ragu. Benarkah rasa aman itu sudah hilang di masa sekarang ini?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang rasa aman yang sebenarnya diperoleh sesaat setelah melewati bahaya, kenapa, karena saat itu kesadaran kita masih tajam dan siap dengan segala kemungkinan. Ada juga yang bilang bahwa rasa aman hanya didapat dari berlindung kepada kekuatan yang jauh lebih besar dari diri kita,-siapa lagi-, Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kita tidak akan membicarakan rasa aman itu sekarang, tapi ke pernyataan "Misi Hidup" yang di kutip diatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berkaca pada kehidupan orang-orang besar, saya suka minder. Terus terang saya punya banyak mimpi. Ada yang sudah di wujudkan tetapi masih banyak sekali yang belum. Ada yang sedang di usahakan, ada yang harus pending ada yang bahkan dibatalkan sama sekali. Saya sering bertanya pada diri sendiri, apakah yang menyebabkan orang-orang ini menjadi besar? benarkah kecerdasannya harus sekian? benarkah mereka harus didukung finansial yang tak terbatas?. Sepi tak ada jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah terbukti kan, kalo saya nulis sekadar nulis, latihan menulis supaya enak dibaca. Pelaksanaanya?. Au ah. Apakah saya punya kekuatan yang dalam untuk memenuhi panggilan hidup?, Apakah saya punya semangat tak terpatahkan?, Apakah saya punya fokus yang luarbiasa untuk mewujudkannya? tapi yaa jangan kan itu, yang paling dasar saja: Apakah misi hidup saya?. Sepi lagi. hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi hidup. Hmm ada yang bilang misi hidup kita harus ditentukan sedini mungkin. Sebab dengan begitu kita bisa merencanakan dan membuat mapping, dari mana dan akan kemana, lalu tujuan akhirnya akan seperti apa. Ada yang bilang misi hidup itu harus ditemukan, sebab hanya mereka-mereka yang telah mengenali sepak terjang sang diri yang akan mampu mengenalinya. Tetapi saya lebih suka jika misi hidup itulah yang akan menemukan kita. Kenapa, karena (...) sepi lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan dengan waktu, saya pikir misi hidup setiap orang akan berubah. Tentu saja saya sangat hormat dengan mereka yang punya keteguhan sekeras kristal, buat saya memang itu yang dibutuhkan mewujudkan sesuatu, tetapi saya lebih suka meniru sifat lentur bambu, boleh kan?. Ya bambu. Mampu melenting, mengikuti arah angin, dan berbisik-bisik saat angin begitu keras. Liat, lentur dan berhasil tumbuh. Ah, Semoga bisa seperti bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kagum dengan orang-orang jaman ini. Memang benar teori-teori keseimbangan itu berlaku tidak hanya dalam eksak tetapi juga pada diri manusia-manusianya. Saya percaya tidak ada orang yang jahat, yang ada hanyalah orang baik yang saking hausnya maka air comberan pun akan diminum, saking laparnya maka.., tetapi yaa itu di satu sisi. Sementara disisi lain ada pula orang-orang yang meski haus tidak sampai meminum air comberan, tapi memilih air hujan saja yang aman. Nah orang-orang ini yang bersuara lantang bahwa air hujan lebih baik dari pada air comberan-curian pula-. pusing yah?. Yaa tulisan ini memang untuk anda yang IQ nya diatas 1000. Hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dengan misi hidup yang besar menanggung resiko yang lebih besar. Betapa mahal harga yang harus dibayar, betapa sangat tidak nyamannya hidup yang dilalui, dan betapa berat perjuangan mereka. Tetapi apakah artinya kenyamanan bila bertentangan dengan hati nurani, dan apakah artinya hidup itu bila tidak bebas menjadi dirinya sendiri. Banyak orang mengambil titik temu antara hidup yang ada sekarang untuk kemudian menyelaraskan diri dengan misi hidupnya. Dan tentu saja dengan segala resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi jiwa yang mulia, apalah artinya hidup bila terus menerus berada dalam ketakutan. Menyadari kesalahan dari cara hidup seperti itu, maka sebagian orang akan berusaha melewati ketakutan dengan menciptakan tatanan dirinya dan orang lain dalam kesepadanan,  tanpa rasa takut!. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak yang berorientasi pada hasil tetapi lupa pada prosesnya. Sementara proses itu sendiri lebih mahal dari hasil, proses itu gambaran utuh. Sebab ada pergulatan disana, ada pemikiran, pertimbangan dan tak kurang kebijaksanaan yang saling menjalin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepemimpinan urusan misi hidup ini sangat-sangat vital. pemimpin dengan misi hidup yang jelas akan membuat siapapun yang dipimpinnya merasa terarah, bersemangat dan lebih jauh bisa melihat masa depan melalui mata pemimpin mereka. Sebaliknya jika seorang pemimpin kehilangan powernya maka yang ada adalah kebingungan, jangankan masa depan, membawa dirinya sendiri saja diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tidak mau misi hidup ini memang harus ada dan dimiliki oleh setiap orang. Setiap tindakan yang mengarah kepada misi akan memengaruhi mental juang kita, setiap goal yang dicapai memberikan kepuasan sehingga kita merasa menikmati apa yang sedang dilakukan. Bahkan lebih jauh, tindakan ini membuat kita tetap berada dalam jalur yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"As for the best leaders, the people do not notice their existence.&lt;br /&gt;The next best, the people honour and praise.&lt;br /&gt;The next, the people fear, And the next the people hate.&lt;br /&gt;When the best leader’s work is done, The people say, ‘we did it ourselves’". &lt;br /&gt;~Lao Tze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dapat gambaran misi hidup anda ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-447299614842311526?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/447299614842311526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=447299614842311526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/447299614842311526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/447299614842311526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/07/misi-hidup.html' title='Misi Hidup'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TDX97NKdHsI/AAAAAAAAALk/breIvuOcTgs/s72-c/eye-to-eye_10940_990x742.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-1671935453642197192</id><published>2010-06-19T20:54:00.007+07:00</published><updated>2010-06-29T19:11:22.179+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TBzWBqR4IJI/AAAAAAAAAK4/WP0E-gqwhNQ/s1600/pohon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TBzWBqR4IJI/AAAAAAAAAK4/WP0E-gqwhNQ/s320/pohon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484493770247905426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat Malam temans-temans. Assalamualaikum Wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow tembus 2200 pembaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini melebihi perkiraan saya. Saya sangat berterima kasih teman-teman semua sudi singgah disini, tentunya sebuah kehormatan yang luar biasa, yang memacu saya untuk menulis dan terus menulis. Jadi sebetulnya ini blog sebagai latihan menulis (hehe). Dan saya komit untuk tidak berafiliasi dengan blog-blog yang sudah major juga tidak pasang2 iklan- selain karena gak ada yang ngajakin juga gak ngerti masangnya- hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya bila dalam tulisan saya banyak ajakan ini-itu, pengertian ini-itu, tentunya ajakan ini untuk saya pribadi terlebih dahulu, sebab sering dalam liku-liku perjalanan yang saya lalui, lebih sering ketemu beratnya daripada gampangnya, sering bertemu sakitnya dari pada senangnya. Tapi yaa, mungkin hidup itu begitu, mencoba meminimalisir dengan mencoba memahami dan memberi pengertian pada diri sendiri. Tentu tidak mudah melakukan semua itu. Tapi percayalah dengan menulis unek-unek rasanya semua sudah tumplek blek !. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu titik hidup saya, saya pernah down yang luar biasa. Kepergian dua sahabat baik yang selama ini bersama-sama dalam susah, susah dan susah sekali (hehe) dan senang, senang sekali -sampai sakit perut- membuat mental saya benar-benar jatuh ke titik minus. Lalu akhir masa kuliah yang artinya perpisahan dan didepan ternyata lebih banyak perpisahan demi perpisahan dengan banyak sahabat yang lain memperparah keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun memerlukan persahabatan, pertemanan. Mungkin rasanya seperti memasuki kolam dengan air yang hangat, begitulah kira-kira gambarannya. Ya pertemuan jiwa dengan jiwa dalam relasi apapun bentuknya adalah takdir, bila satu jiwa dan banyak jiwa lainnya merasakan kesamaan, kenyamanan dalam bentuk visi dan realitas maka tak disangsikan lagi merekalah "jodoh" anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tentu bukan masalah itu saja yang memicu depresi. Banyak hal yang sudah direncanakan ternyata tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Saat itu saya sudah menyerah. Dititik itu ingin sekali pulang, berkemas pergi ke Bandung dan selesai sudah. Seperti menekan tombol merah dan dunia meledak lalu lupa-lah saya akan 10 tahun kebelakang dan memulai hidup baru lagi- tanpa pernah mengingat yang sudah-sudah-, Kepergian yang bersih pikir saya, tetapi saya tidak lakukan itu. Saya lalui saja prosesnya, dalam otak saya pikiran demi pikiran terlintas. Beberapa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dulu sulit saya temukan jawaban yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari coret-coret di buku akhirnya jadi sebuah blog, seperti yang anda kunjungi ini. Sekaligus memberi jejak pada para sahabat dan teman-teman, baik yang lama maupun yang baru. Jadi blog ini saya dedikasikan buat anda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada niat menggurui atau menceramahi. Jika berkaca saja saya sering merasa malu sendiri-kelakuan masih mbragajul- beraninya menulis yang seperti ini. Tetapi saya coba jujur. Suatu malam pernah saya berdoa agak nyeleneh " Allah, bila Engkau hendak melihat ke dalam diri saya tentu mudah saja, tetapi percayalah disana sudah tak ada apa-apa lagi, sudah tak ada ruang-ruang yang bersekat rumit yang tersembunyi" dan saya masih belum tahu apa arti doa yang keluar dari mulut saya itu sampai sekarang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ah jadi curhat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sekali lagi saya berterima kasih, kunjungan anda adalah apresiasi buat saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Salam Hangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-1671935453642197192?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/1671935453642197192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=1671935453642197192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1671935453642197192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1671935453642197192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/06/terima-kasih.html' title='Terima Kasih'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/TBzWBqR4IJI/AAAAAAAAAK4/WP0E-gqwhNQ/s72-c/pohon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-4569531279175132726</id><published>2010-04-18T22:53:00.006+07:00</published><updated>2010-04-20T20:30:58.692+07:00</updated><title type='text'>Hujan Mistik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S8xErPQKgCI/AAAAAAAAAKQ/n2eUALtikZs/s1600/wcrystal_06_zamzam_400325.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S8xErPQKgCI/AAAAAAAAAKQ/n2eUALtikZs/s320/wcrystal_06_zamzam_400325.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461815957712961570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar ungkapan para orang tua jaman dulu kalo suara rakyat adalah suara Tuhan. Hari-hari ini kita melihat bagaimana masyarakat bereaksi terhadap apa yang tengah terjadi. Mulai dari pengumpulan koin pembebasan seorang ibu yang sedang berhadapan dengan pihak rumah sakit, sampai aksi grup facebookers boikot pajak, sebagai reaksi atas prilaku oknum petugas pajak yang korup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sangat bersyukur ternyata masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang ”aware”, sadar dan masih memegang prinsip prinsip kebenaran. Iya donk, kondisi ini mengisyaratkan bahwa masyarakat tidak lagi jadi penonton tapi langsung turun &lt;br /&gt;sebagai bagian dari penentu sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi terbukanya kotak pandora memang membawa berbagai petaka dan penyakit, bahkan memicu peperangan yang tak terperikan, bahkan di yakini akan membawa dampak yang jauh lebih dahsyat di kemudian hari. Tapi menurut versi lain, kotak pandora tersebut juga membawa harapan dan berkah (blessing). (Encyclopedia Britanica 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengemuka nya informasi tentang mafia pajak, mafia hukum, permainan-permainan kelas tinggi yang mengarah ke satu titik : uang. Saya yakin hari-hari selanjutnya kita akan disuguhi tayangan yang lebih seru. Reaksi anggota masyarakat pun berlainan menanggapinya. Tapi bila ditanya hal apa yang paling penting yang harus dimiliki setiap orang khususnya pemegang amanah, maka jawaban akan mengerucut ke satu kata : Integritas. Lalu apakah integritas itu ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integritas menurut Henry Cloud (2007) : asal katanya dalam bahasa Prancis dan Latin yaitu :&lt;br /&gt;Intact, integrate, integral dan entirety. Yang diartikan bahwa integritas sebagai “semuanya bekerja dengan baik, tidak terbagi, terpadu, utuh, dan tidak mengalami kerusakan". Jadi integritas seseorang adalah perihal keutuhan dan keefektifannya sebagai individu. Ciri yang paling mudah dikenali dari pemimpin yang punya integritas adalah kejujuran, kesesuaian antara nilai-nilai dan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Integritas sebagai keterpaduan, kebulatan, keutuhan, kejujuran, dan dapat dipercaya serta bertindak konsisten sesuai dengan nilai–nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integritas adalah wilayah mistik, sedangkan ikutannya diibaratkan sebagai hujan yang membawa penentu prilaku, ia menunjukan mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang dapat memancarkan kewibawaan. Ia bukan semu apalagi pura-pura, tapi merujuk pada ajegnya seseorang. Diawasi atau tidak diawasi ia tetap akan melakukan tugasnya dengan baik (Andrian Gostik &amp; Dana Telford). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integritas sebagai salah satu tantangan kepemimpinan. Bagaimana tidak ?, pemimpin adalah center of life. Disini Integritas personal seorang pemimpin akan memengaruhi integritas komunitas, lalu memengaruhi lagi integritas sosial, kemudian memengaruhi integritas negara. Bisa dikatakan pemimpin yang berintegritas baik dan memiliki "will" yang luhur akan menularkan integritas itu kebawah. Dititik inilah seorang pemimpin kharismatik mampu menjadi jangkar yang kuat bagi tata prilaku masyarakatnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integritas bukanlah bawaan lahir, bukan pula gen yang diwariskan oleh orangtua, juga bukan elmu linuwih yang khusus di pesan oleh eyang kita untuk cucu mereka di kemudian hari, tapi merupakan ilmu kepemimpinan yang bisa dipelajari. Dan seperti pelajaran apapun tak ada yang sekali belajar langsung jadi. Semua ada prosesnya dan proses integritas ini berlangsung setiap detik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mengulas sedikit tentang pemimpin agama yang berhasil menjadi memimpin negara, bagaimana ciri-ciri spiritual mengejawantah dalam kehidupan bernegara, dalam hal ini sang pemimpin menyadari ke terhubungan nya secara vertikal dan horizontal, ciri-ciri ini sering kita sebut dengan ciri pemimpin yang ber integritas. Dengan demikian pribadi pemimpin yang kuat selalu lahir dari dasar/latar belakang yang juga kuat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya yang spiritual yang sanggup mengatasi ewuh pakewuhnya dunia materialistik. Demikian juga halnya seorang pemimpin, bila ia telah menghidupi nilai-nilai spiritual dan menjadikan spiritualitas sebagai panglima, maka dia lah pemimpin yang sebenarnya yang akan membawa masyarakatnya menuju masyarakat madani yang dicita-citakan. Dalam dirinya sudah tak ada lagi ketidak sesuaian dalam laku karena semua sudah selaras antara aspek fisik, psikis, sosial, dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besar harapan rakyat pada pemimpin mereka. Bahkan saking besarnya, beberapa tradisi menganggap seorang pemimpin adalah manusia setengah dewa atau bahkan dewa itu sendiri yang datang dan turun tangan menyelesaikan jutaan persoalan. Dalam beberapa literatur atau yang paling dekat saja misal arca raja, arca-arca raja jaman dahulu digambarkan memiliki empat sampai delapan tangan, masing-masing tangan memegang benda suci. Jadi urusan pimpin memimpin ini bukan urusan remeh-temeh yang cuma berlangsung lima tahun sekali. seorang pemimpin dituntut memiliki lebih banyak tangan-tangan yang tak kelihatan untuk membantu rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memimpin adalah seni maka pemimpin adalah sang maestro yang menentukan bernilai atau tidak karya seninya. Gambaran apapun yang terlihat di kanvas tergantung tangan sang maestro. Begitu banyak model kepemimpinan, berbagai tipe pemimpin telah datang dan pergi. Tapi integritas adalah kualitas diri yang wajib ada pada diri mereka, kualitas kepemimpinan akan ditentukan seberapa hebat integritasnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pemimpin yang memiliki integritas tidak berarti tidak memiliki kelemahan. Kelemahan akan selalu ada, tapi pemimpin tipe ini akan segera mengenalinya, mengenali segala kelemahan dan kekuatan dirinya. Dengan demikian ia akan tahu, apa yang harus dan tak harus dilakukannya. Belajar dari kesalahan dan memaafkan masa lalunya.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menjadi pemimpin yang berintegritas tidaklah mudah, jika berkaca pada sejarah tak jarang kita menahan nafas. mereka yang mengambil jalan instan tak akan bertahan lama, mereka yang kurang sabar akan terjungkal ditengah jalan, yang orientasinya sempit hanya akan jadi bahan tertawaan. Apalagi yang tidak tertarik, maka dia tak akan pernah sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi akan tetap memilih uang (materialistik) ? atau hujan mistik yang luarbiasa sejuk itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menemukan arti Integritas untuk diri anda sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-4569531279175132726?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/4569531279175132726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=4569531279175132726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/4569531279175132726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/4569531279175132726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/04/hujan-mistik.html' title='Hujan Mistik'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S8xErPQKgCI/AAAAAAAAAKQ/n2eUALtikZs/s72-c/wcrystal_06_zamzam_400325.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-1329689944925146599</id><published>2010-03-16T19:45:00.004+07:00</published><updated>2010-03-21T19:10:16.841+07:00</updated><title type='text'>Rumput</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S6YMoKXeXiI/AAAAAAAAAKA/c60MbMnDXbI/s1600-h/rrr.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S6YMoKXeXiI/AAAAAAAAAKA/c60MbMnDXbI/s320/rrr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451058283095678498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa waktu sekolah dulu, saya memilih kegiatan ekstrakulikuler karate Kei shin kan. Muridnya sedikit, paling banter mungkin sebelas, kalo full bisa tujuh belas murid dengan tambahan dua murid dari luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi karena waktunya fleksibel, jadi kalo pas mata pelajaran gambar yang mengerikan itu di bekali pe-er yang lumayan banyak, njelimet dan tak bisa dipecahkan dengan metode titik-titik atau metode lampu neon sekalipun, maka kita bisa izin ke simpay (kakak, pelatih dojo) untuk absen hari itu. Hmm, atau bisa jadi situasi ekskul karate ini memang mendukung saya supaya lebih kuat secara fisik dan mental. Maksudnya jika ada yang berani memalak saya didepan sekolah, tinggal saya siapkan mental saja untuk mengadukan si pemalak ke para simpay dan teman-teman, dan reaksi yang saya harapkan adalah orang yang memalak saya kemarin itu sudah babak belur, sudah tak mau lagi memalak siapapun alias kapok. &lt;br /&gt;Dan syukurlah sampai saya lulus saya tak pernah dipalak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan ya latihan saja, belajar mukul, belajar nendang, belajar keserasian gerakan ”Kata”, dan masih banyak lagi. Tiap naik tingkat pasti babak belur, kaki keseleo, dada biru-biru karena ada pertandingan teknik perkelahian, tentu saja lawannya juga yang seimbang, satu warna sabuk. Parem kocok dan beras kencur sudah tersedia kalo pulang ke rumah. Well, meski keseleo, dada biru-biru, tangan bengkak tapi pengalaman itu sungguh berarti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sering ikut latihan antar dojo, beberapa kali nonton, mengamati (jiahhh) pertandingan karate, sedikit banyak saya tahu karakter ”pengemban” sabuk-sabuk ini. Makin ke atas, makin tinggi tingkatan sabuknya, maka teknik-tekniknya makin hebat, bagaimana membanting lawan tanpa harus Bukk ! membuat tubuh lawan berderak keras ke tanah tapi beberapa senti dari tanah, tubuh lawan ditahan dan dijatuhkan dengan indah tanpa rasa sakit yang berarti ! (wess), lalu tendangan-tendangan kearah pelipis lawan dengan tingkat akurasi sekitar tiga atau lima senti meter tanpa harus menyentuh betulan, dan wasit tahu betul poin itu. Pukulan-pukulan tangan kiri seseorang bisa begitu powerful-nya, sehingga dalam waktu sepersekian detik, kepalan tangan sudah mampir di ulu hati lawan dan masih banyak lagi teknik-teknik lainnya. Tetapi, meskipun keras latihannya, tinggi akurasi gerakannya dan tinggi capaian prestasinya para master ini tidak kehilangan ”passion” untuk menyalurkan ilmunya kepada para junior. Bisa dibilang para master ini begitu all out dalam urusan transfer mentransfer ilmu, dan bila ada yang berpikir atau merasa takut akan menyaingi mereka maka itu sungguh masih sangat-sangat jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang buku hadir latihan ada puisi seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerendahan Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak dipuncak bukit, jadilah belukar. Tapi belukar yang baik yang tumbuh ditepi danau.&lt;br /&gt;Kalau engkau tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput. Tapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan.&lt;br /&gt;Kalau engkau tak sanggup menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil, yang membawa orang-orang ke mata air.&lt;br /&gt;Tidak semua orang menjadi kapten. Tentu harus ada awak kapalnya.&lt;br /&gt;Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu.&lt;br /&gt;Jadilah saja dirimu... sebaik baiknya dari dirimu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu puisi favorit saya, dulu sih interpretasinya tentang cita-cita. Maksudnya bila cita-cita tinggi tapi jatohnya ”segini” maka tak usah mutung, cukup menjadi yang terbaik di tempat itu, analoginya seperti singkong, tumbuh, berkembang dan menghasilkan dimanapun anda ditanam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang saya jadi tahu bahwa kerendahan hati memiliki spektrum yang luas. Dulu sering kepikiran, kenapa para master ini tak pernah kelihatan menonjol atau berbeda, penampilan biasa, bila latihan tasnya saja usang, baju nya kadang lusuh, sabuknya jangan ditanya, warnanya sudah hitam pudar dengan sisi-sisi yang mengelupas sana-sini. Tapi lihatlah muridnya. Meski Tegi-nya masih terasa kasar karena baru, sabuknya masih keras dan warna-warni tapi kebanyakan jarang dicuci. hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lepas Tegi, mereka jadi manusia biasa lagi, jadi seorang calon anggota ABRI, jadi mahasiswa, jadi guru les, jadi anak orangtuanya yang kena giliran bersih-bersih. Selama pakaiannya masih preman kita tak pernah tahu siapa seseorang itu sesungguhnya, dan seberapa tinggi ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah kelihatan saat bergerak. Baru takjub ketika memperagakan ”Kata”. Ternyata naturenya begitu, makin tinggi makin biasa-biasa, seperti seekor macan dewasa yang berjalan merunduk. Dan sudah nature nya begitu, bahwa segala yang dilahirkan akan tumbuh menjadi besar, dengan melihat siklus biji mahoni yang kelak menjadi pohon besar sepertinya penulis puisi diatas juga hendak mengingatkan bahwa semakin tinggi seseorang seharusnya tidak makin membahayakan buat kehidupan yang lainnya, tapi memberikan ruang untuk hidup bersama dan ruang untuk berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon besar, belukar kayu, rumput, jalan besar, jalan kecil, apapun. Satu tidak lebih rendah nilainya dengan yang lain, pohon besar menaungi, belukar melindungi dan rumput menunjukan arah, adalah suatu kesombongan bila mengatakan rumput dan belukar hanyalah organisme yang tanpa guna. Seperti juga tingkat-tingkat dalam masyarakat, kita sering mendengar ada ungkapan sampah masyarakat, benalu, penyakit sosial, dsb. Tapi tanpa pengetahuan yang cukup tentang mereka kita tidak pernah tahu benar dan salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila biji pohon mahoni masih sebesar rumput maka usaha maksimalnya adalah bertumbuh, sebab menjadi besar dan kecil kadang hanya masalah waktu yang dipergilirkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lainnya adalah nilai diri. Pohon adalah pohon, seperti halnya belukar kayu dan rumput, mereka unik dan diciptakan ada karena dari segi kegunaanya juga bermacam-macam. Sungguh tak apa-apa menjadi rumput dan tak ada yang salah dengan rumput. Mungkin rasanya sekedar mengisi satu siklus kehidupan, tapi tak ada yang harus membuatnya berkecil hati apalagi rendah diri dihadapan sang pohon. Meskipun rumput, tetapi jadi rumput terbaik yang pernah ada, rumput emas yang memperkuat tanggul dipinggiran jalan yang dilalui manusia. &lt;br /&gt;Saat badai hanya pohon yang paling kuatlah yang bisa bertahan hidup, selebihnya terombang-ambing dalam gelombang lalu mati dan membusuk. Sedang rumput diterpa banjir bandang tsunami pun tetap hidup karena daya tahannya terhadap krisis. Maka sudahlah, jadilah terbaik dari peran apapun yang diberikan pada kita. Sekali lagi, tak apa apa menjadi bukan siapa-siapa. Sungguh tak mengapa menjadi rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, baik sebagai pohon besar, belukar kayu, rumput, jalan besar, jalan kecil, bila yang kita lihat semua penuh guna dan makna maka rayakanlah hidup anda ! :)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-1329689944925146599?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/1329689944925146599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=1329689944925146599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1329689944925146599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1329689944925146599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/03/rumput.html' title='Rumput'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S6YMoKXeXiI/AAAAAAAAAKA/c60MbMnDXbI/s72-c/rrr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-1327163013360194135</id><published>2010-02-17T21:08:00.012+07:00</published><updated>2010-03-21T19:06:13.779+07:00</updated><title type='text'>Dewa Ruci</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S39dpAjukBI/AAAAAAAAAIw/SKumzr-IuN4/s1600-h/huntington-beach-lightning-xl.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S39dpAjukBI/AAAAAAAAAIw/SKumzr-IuN4/s320/huntington-beach-lightning-xl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440169833992720402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum, Haloo, Salam sejahtera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini nih kalo nonton tv cuman seminggu sekali, gak update !!. Banyak informasi hanya didapat dari nge net di ponsel. Dan selalu dua hal : Pertama, saya tidak melahap semua informasi dan ini saya syukuri sekali, karena dengan ngenet saja pun sudah cukup tahu perkembangan dunia. Ngenet di ponsel juga berarti saya bisa memilih-milih informasi yang ingin saya ketahui saja. Yang kedua, nah itu tadi tidak update alias agak gak mudeng, sering juga yang penting-penting terlewatkan. Tapi ya sudahlah, saya pikir too much information juga bisa mempengaruhi pikiran. Bener gak ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang luar biasa kasus-kasus yang ada sekarang, kalo gak bikin ngeri, eneg, geleng-geleng kepala, sampe yang akan mengelus dada sambil istighfar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TV cuman buat nonton wayang kulit dan kartun. Dan sudah kebiasaan. Mungkin karena ayah saya, yang "keranjingan" nonton lakon-lakon wayang tersebut, beliau bahkan akan bela-belain bangun tengah malam, untuk sekedar melihat siapa dalang nya. Dan saya pun biasanya akan ikutan nonton. Bukan "keranjingan" tapi VOLUME nya itu lho ! mau ngga mau mendingan nonton sekalian.. hehe. Oke ini dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu lakon nya adalah DEWA RUCI. Tulisan ini juga saya sarikan dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai dari sosok bernama Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keenam putra Kunti Nalibrata (Adipati Karna dihitung), Bima adalah sesosok kesatria berbadan besar. Bima lahir dari hubungan Kunti dan Dewa Bayu. Sejak kecil hingga dewasanya dia memang istimewa, sering digambarkan sebagai tokoh yang kuat, seseorang yang kasar dan menakutkan bagi musuh. Walaupun demikian sebenarnya hatinya sangat lembut. Lupakan Yudistira yang bijak, bukan Arjuna yang tampan, juga bukan sikembar Nakula -Sadewa. Ialah Bima yang demikian rajin membantu Drupadi dalam urusan rumahtangga saat mereka diusir jauh ke tengah hutan karena kalah judi. Sifat ini digambarkan Dewi Drupadi menjelang ajalnya, bahwa diantara kelima suaminya, ternyata Bima adalah suami yang paling sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Dewa Ruci ini rasanya akan jadi favorit saya. Betapa tinggi nilai filosofinya, betapa kuat pesan yang hendak disampaikan. Karena sebetulnya serat Dewa Ruci ini sangat panjang dan sufistik sifatnya (lihat websitenya alang-alang kumitir wordpress com) maka saya mengambil yang pas-pas saja, supaya aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari Amarta. Karena ingin menguasai kerajaan Hastina kaum Kurawa (Duryudana CS) bersekongkol dengan guru mereka Dronacharya untuk melenyapkan Bima. Perintah Dronacharya sangat jelas pada Bima, segera temukan sumber air kehidupan, Tirta Pawitra. "Siapapun yang menemukan  air kehidupan maka ia akan mencapai kesucian dan kesempurnaan", begitu pesan sang guru. Maka sebagai puja bakti pada gurunya dimulailah misi ini. Keluar masuk hutan ganas, membunuh dua raksasa pun dilakoninya, tapi air kehidupan itu tak ada disana. Bima pun kembali ke gurunya untuk meminta petunjuk, dan Drona memastikan bahwa kali ini ia tak akan gagal melenyapkan Bima dengan menyuruhnya mencari air itu ke tengah laut selatan yang dihuni naga Nemburnawa yang sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditepi samudra biru Bima termangu. Tak ada siapa-siapa disana, sementara dari kejauhan Dewa Ruci memandangnya dengan iba, ya tirta pawitra itu mitos, tidak pernah ada. Dewa Ruci menghampiri sambil menyapa :    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang kau cari, wahai Bima, hanya ada bencana dan kesulitan yang ada di sini. Di tempat sesunyi dan sekosong ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Bima terkejut dan mencari ke kanan kiri, setelah melihat sang penanya, lalu ia bergumam: "Makhluk apa lagi ini, sendirian di tengah samudera sunyi. Kecil mungil tapi berbunyi pongah dan jumawa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serba sunyi di sini, mustahil akan ada sabda keluhuran di tempat seperti ini, sia-sialah usahamu mencarinya tanpa peduli segala bahaya". lanjut Dewa Ruci seraya membaca pikiran Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Bima semakin termangu menduga-duga, dan akhirnya sadar bahwa makhluk ini pastilah seorang dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, gelap pekat rasa hatiku. Entahlah apa sebenarnya yang aku cari ini. Dan siapa sebenarnya aku ini," tanya Bima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah anakku, akulah yang disebut Dewa Ruci, atau sang Marbudyengrat, yang tahu segalanya tentang dirimu, kau anak Kunti, keturunan Wisnu yang hanya beranak tiga, Yudistira, dirimu, dan Arjuna. Yang bersaudara dua lagi Nakula dan Sadewa dari ibunda Madrim si putri Mandraka," jawab Sang Dewa Ruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Datangmu kemari atas perintah gurumu dahyang Drona, untuk mencari tirta pawitra yang tak pernah ada di sini." berkata Sang Dewa Ruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila demikian, wejanglah aku seperlunya, agar tidak mengalami kegelapan seperti ini. Terasa bagai keris tanpa sarungnya," ujar Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabarlah anakku, memang berat cobaan hidup. Ingatlah pesanku ini senantiasa : Jangan berangkat sebelum tahu tujuanmu, jangan menyuap sebelum mencicipinya, jangan memakai sebelum tahu itu pakaianmu,&lt;br /&gt;tahu hanya berawal dari bertanya, bisa berpangkal dari meniru, sesuatu terwujud hanya dari tindakan. Janganlah bagai orang gunung membeli emas, mendapat besi kuning pun puas menduga mendapat emas. Bila tanpa dasar, bakti membuta pun akan bisa menyesatkan," berkata Sang Dewa Ruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Wahai Dewa Ruci, tahulah sudah di mana salah hamba. Bertindak tanpa tahu asal tujuan. Sekarang hamba pasrah jiwaraga terserah paduka," lanjut Bima pasrah.&lt;br /&gt;"Nah, bila benar ucapanmu, segera masuklah ke dalam diriku," kata sang Marbudyengrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Bima tertegun tak percaya mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, mana mungkin hamba bisa melakukannya. Paduka hanyalah anak bajang sedangkan tubuh hamba sebesar bukit. Kelingking pun tak akan mungkin muat.&lt;br /&gt;"Wahai Bima si dungu, anakku. Sebesar apa dirimu dibanding alam semesta? Seisi alam ini pun bisa masuk ke dalam diriku. Jangankan lagi dirimu yang hanya sejentik noktah di alam. " jawab Sang Dewa Ruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan sang Dewa Ruci, sang Bima merasa kecil seketika. Dan segera melompat masuk ke telinga kiri sang Dewa Ruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Bima, katakanlah sejelas-jelasnya segala yang kau saksikan di sana," ujar Dewa Ruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya tampak samudera luas tak bertepi," ucap sang Bima. "Alam awang-uwung tak berbatas hamba semakin bingung, tak tahu mana utara selatan atas bawah depan belakang," ujar Bima lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah mudah cemas," ujar sang Dewa Ruci. "Yakinilah bahwa di setiap kebimbangan senantiasa akan ada pertolongan Yang Maha Kuasa".&lt;br /&gt;Dalam seketika sang Bima menemukan arah mata angin dan melihat surya. Setelah hati kembali tenang tampaklah sang Dewa Ruci di jagad walikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, Bima! Ceritakanlah dengan cermat segala yang kau saksikan," ujar Dewa Ruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awalnya terlihat cahaya terang memancar, " kata sang Bima. "Kemudian disusul cahaya hitam, merah, kuning, putih. Apakah gerangan semua itu?" tanya Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah Werkudara, cahaya terang itu adalah pancamaya, penerang hati, penunjuk ke kesejatian, pembawa diri ke segala sifat lebih. Cahaya empat warna, itulah warna hati. Hitam, merah, dan kuning adalah penghalang cipta yang kekal. Hitam melambangkan nafsu amarah, merah nafsu angkara, kuning nafsu memiliki. Hanya si putih lah yang bisa membawamu ke budi jatmika dan sanggup menerima sasmita alam. Namun selalu terhalangi oleh ketiga warna yang lain. Sendirian melawan tiga musuh abadi, Hanya atas pertolongan Tuhan lah si putih akan sanggup kau menangkan" Jawab Dewa Ruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum hal itu dijelaskan," kejar sang Bima. "Hamba tak ingin keluar dari tempat ini, Serba nikmat aman sejahtera dan bermanfaat terasa segalanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tak boleh terjadi, bila belum tiba saatnya, hai Werkudara," jawab Dewa Ruci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan mengenai Tuhan, engkau akan menemukannya sendiri. Setelah memahami tentang penyebab gagalnya segala usaha serta mampu bertahan dari segala godaan. Di saat itulah kau akan menyadari. Dan batinmu akan berada di dalam Dia". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku, janganlah perlakukan pengetahuan ini seperti asap dengan api, bagai air dengan ombak, atau minyak dengan susu. Lakukan, amalkan, terapkan apa yang telah kau ketahui, jangan hanya mempercakapkannya belaka. Jalankanlah sepenuh hati setelah memahami segala makna wicara kita ini. Jangan pernah punya sesembahan lain selain Sang Maha Suci. Pakailah senantiasa pengetahuan ini. Pengetahuan lainnya adalah pengetahuan antara, yaitu mati di dalam hidup, hidup di dalam mati. Tujuan hidup adalah mencapai yang kekal. Di dunia ini semuanya akan berlalu, tak perlu lagi segala aji kedigjayaan atau kesaktian, semuanya sudah termuat di sini" lanjut Dewa Ruci sambil menunjuk ke hati nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selesailah wejangan sang Dewa Ruci. Sang guru merangkul sang Bima dan membisikkan segala rahasia rasa. Terang bercahaya seketika wajah sang Bima menerima wahyu kebahagiaan.&lt;br /&gt;Kini ia bagaikan kuntum bunga yang telah mekar, menyebarkan keharuman dan keindahan memenuhi alam semesta. Dan Byaaar ! Dewa Ruci hilang bersama cahaya surya, seketika sang Bima sudah berada di tepian samudera. Terasa segar dan tercahayai. Ia siap menjalani hidup dengan semangatnya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dibisikan sang Dewa Ruci pada Bima ?? tak ada yang tahu. Tapi dalam bayangan imajiner saya, saya sempat melihat gerak bibir Dewa Ruci. Begini bunyinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa mengenali dirinya, maka ia akan mudah mengenali Tuhan nya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak bisa lebih padat lagi, sebab itu inti cerita nya. Disini Dewa Ruci mengajari Bima untuk mengenali diri sendiri, dia diajak jujur melihat dirinya, melihat segala sifat manusianya, bukankah panglima perang sehebat SunTzu juga mengatakan bahwa mengenali kekuatan dan kelemahan diri adalah langkah awal kemenangan ? menang dalam hal apa ? yang jelas menang dalam hidup di dunia yang serba relatif ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Drona yang memerintahkannya untuk mencari sesuatu yang tidak ada di luar sana, sang Dewa malah menyuruhnya mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Dan lihatlah, sifat-sifat yang ada dalam diri manusia, nafsu amarah (hitam), nafsu angkara (merah), nafsu memiliki (kuning) dan nafsu yang tenang /mutmainah (putih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Ruci berpesan kepada siapapun yang telah mendapatkan pengetahuan (baca: menuntut ilmu) adalah wajib untuk mengamalkan semua ilmunya dari pada hanya membicarakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentang bagaimana menemukan Tuhan ditengah pilihan yang serba tidak mudah seperti sekarang, dimana segala kesulitan terus bertambah-tambah, bencana datang tak berhenti, lalu segenap usaha menemui kegagalan. Mundurlah sejenak, dan mulailah menyadari. Ya, sesuatu yang lebih besar, lebih berkuasa dari diri kita sendiri, sesuatu yang "mengatur" disana. Bukankah kesadaran itu seharusnya menggiring kita bahwa tidak ada daya upaya melainkan pertolongan -Nya ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah yang di maksud, bahwa kita akan menemukan-Nya sendiri ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengenal diri !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-1327163013360194135?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/1327163013360194135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=1327163013360194135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1327163013360194135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1327163013360194135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/02/dewa-ruci.html' title='Dewa Ruci'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S39dpAjukBI/AAAAAAAAAIw/SKumzr-IuN4/s72-c/huntington-beach-lightning-xl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-3107963415130397928</id><published>2010-01-13T20:56:00.008+07:00</published><updated>2010-01-17T20:04:43.516+07:00</updated><title type='text'>Avatar  : Menyaksikan Kelahiran Para Pemberani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S03viaK1ULI/AAAAAAAAAIg/JeWwWFT-jxk/s1600-h/2009_avatar_034.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 248px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S03viaK1ULI/AAAAAAAAAIg/JeWwWFT-jxk/s320/2009_avatar_034.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426256500470665394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aristotle&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantep dah ! kata beberapa teman setelah menyaksikan Avatar 3D. Kalo menurut saya sih 20 % nya biasaaaaa banget, tapi 80 % nya : EDDUUN ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Avatar merupakan film HOT yang menjadi penutup rangkaian film-film Holywood ditahun 2009, dibuat dengan jumlah dollar yang fantastis ($ 300 juta), konon James Cameron menghabiskan waktu 3 tahun hanya untuk risetnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari karakter Jake Sugi, eh Sully yang harus menggantikan saudara kembarnya memasuki dunia Avatar yang sama sekali asing, oke baiklah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah sebuah dunia bernama Pandora. Sebuah dunia super indah yang paling mungkin ada diluar sana. Tanah leluhur yang agung, Pohon-pohon tua dimana arwah para pahlawan bangsa Na'vy berkumpul, aneka rupa satwa jinak dan buas mengisi keindahan Pandora, gunung-gunung hijau yang melayang diangkasa, lengkap dengan air terjunnya. Aneka rupa tetumbuhan yang memancarkan cahaya-cahaya biru, bunga-bunga sulur yang menyala, kendaraan serupa naga-naga beterbangan mengisi dunia yang tercipta dengan indahnya. Pandora dan bangsa Na'vy adalah kesatuan yang telah lama terjalin dalam harmoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selama berabad-abad bangsa Navy telah menghuni Pandora dengan etika yang benar, dimana pembunuhan terhadap binatang atau perusakan pada alam adalah hal yang amat tabu, terlarang dan melanggar hukum tertinggi. Penghormatan yang tinggi terhadap alam inilah yang membuat alam pun melakukan perlindungan terbaik juga untuk mereka. Ada belasan suku yang tersebar disana, terpisah, komunal. Meski begitu mereka akan memenuhi satu panggilan saja : penerbang bayangan atau pengendali Toruk Macto ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan -sialnya- bangsa yang serakah selalu ini : ras manusia !. -Maaf jangan tersinggung!- Manusia konon telah lama mempelajari Pandora dan seluk beluk bangsa Na'vy. Keserakahan ternyata tidak pernah tertarik pada keindahan alam seindah apapun !. Ketertarikan manusia disana hanyalah karena batuan bernama Unobtanium yang berharga mahal. Pada awalnya avatar dibuat untuk membujuk bangsa Navy agar meninggalkan pohon keramat dimana para leluhur mereka bersemayam. Tanah dimana pohon keramat ini tumbuh adalah juga sumber terbesar batuan Unobtanium tersimpan, tapi dalam perkembangannya bangsa ini pun di serang juga. Sementara manusia melihat jumlah uang, bangsa Navy melihat pohon keramat ini adalah puncak spiritualitas, penyembuhan, tatanan hukum dan lebih dari itu pohon ini adalah "Hidup" mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang ada di pikiran James Cameron saat menulis dan mensutradarai Avatar, apakah dia menangkap kegelisahan alam ? yang jelas pesannya pada betapa pentingnya menjaga alam, berdamai dalam harmoni, dan bahaya RAKUS semua tergambar dengan indah disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untungnya manusia tak melulu jadi biang kerok segala masalah yang ada di bumi, setiap pahlawan pemberani bisa lahir kapan saja dimana saja pada waktu yang tepat, tak akan banyak-banyak memang, tapi cukuplah membuat bumi ini jadi sedikit lebih nyaman untuk dihuni dan cukup tenang untuk bisa dijadikan sumber pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara ratusan ribu tentara dan ilmuwan yang ada, hanya beberapa saja yang membelot dan membela bangsa Navy, mereka-mereka inilah yang masuk, berinteraksi, membaca, memahami, menyelam lebih dalam ke kehidupan mereka. Dan inilah titik balik mereka untuk mengangkat senjata dan memutuskan melawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah Pandora rusak parah, bangsa Navy banyak yang terbunuh, mereka pun menjerit. Dititik ini kita memahami, tak ada sesuatu pun yang bisa memuaskan jiwa-jiwa yang serakah, akan selalu ada keinginan memiliki kolam yang ketiga, keempat dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pemberani memang penuh resiko. Jangankan harta, nyawa pun dipertaruhkan. Bagi orang yang telah mengenal dirinya keberanian bukanlah lawan dari ketakutan, tapi adalah upaya melampaui rasa takut itu sendiri. Keberanian bisa diartikan sebagai tindakan untuk setia pada suara hati, bahkan sampai kekuatan terakhirnya tak bersisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika harapan satu-satunya adalah kekuatan alam itu sendiri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ibu alam ini tidak memihak, ia hanya menjaga keseimbangan" demikian pesan Neytiri ditengah keputusasaan Jake Sully menyelamatkan Pandora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya Alam akan  selalu menemukan keseimbangannya. Alam akan selalu punya cara menyeimbangkan kekuatan-kekuatan didalamnya. Memang dia tak akan memihak, tapi tak akan mengabaikan siapapun yang memberikan penghormatan kepadanya. Ya alam inipun balas mencintai siapapun yang mencintainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inikah pesan James Cameron dalam Avatar ? who knows ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-3107963415130397928?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/3107963415130397928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=3107963415130397928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3107963415130397928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3107963415130397928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2010/01/avatar-menyaksikan-kelahiran-para.html' title='Avatar  : Menyaksikan Kelahiran Para Pemberani'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S03viaK1ULI/AAAAAAAAAIg/JeWwWFT-jxk/s72-c/2009_avatar_034.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-8159722006201324661</id><published>2009-12-08T20:58:00.005+07:00</published><updated>2009-12-14T22:42:37.774+07:00</updated><title type='text'>Makna Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/Sx57tkNoCZI/AAAAAAAAAIY/vQJz5BFGF_U/s1600-h/paraglider-atacama-738676-xl.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/Sx57tkNoCZI/AAAAAAAAAIY/vQJz5BFGF_U/s320/paraglider-atacama-738676-xl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412899824891070866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Woow.. 1880 an pengunjung.&lt;br /&gt;Terima kasih banyak telah singgah di blog ini, tiga bulan tidak menulis pegel rasanya. Dan mudah-mudahan tulisan spontan ini juga berguna untuk direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuk dan sibuk. Diakhir tahun agenda sebuah perusahaan biasanya adalah perawatan rutin. Dan sejak september lalu, hampir satu bulan penuh saya berkutat dengan pekerjaan. Pulang larut malam dan hanya memiliki sedikit waktu untuk istirahat, maka pada satu hari libur yang sangat berharga saya manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu saya kedatangan tamu. Tetangga saya yang biasa ikut nonton film kartun di TV. Hari itu tidak biasanya datang dengan muram, mukanya seperti ditekuk. Dan saya masih kurang ngeh. Kami hanya terpaku pada layar TV. Sampai dia akhirnya menanyakan pertanyaan besar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hanya sebegini sajakah makna hidup saya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah, saya melongo. Gugup. Sementara matanya seperti mencari sesuatu dimata saya. Tapi saya masih tidak menduga pertanyaan semacam itu bisa meluncur tanpa hambatan di bibirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terus terang saya lebih suka tidur lagi dari pada harus mikir berat di hari minggu. Tapi itu jadi semacam PR juga buat saya akhirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa. sebut saja begitu. Berusia duapuluh lima-an, setelah menamatkan kuliahnya disalah satu PTN di Bandung, bekerja di sebuah bank BUMN di Banten. Berangkat pagi, pulang sore. Berpenampilan rapi, bersih dan tampak perfeksionis. Sebulan dua kali ke Jakarta untuk dugem bareng gank-nya, tiap akhir pekan ke Bandung ketemu pacar. Beragam bonus sudah siap mampir ke kantongnya. Dunia yang dimata saya as simple as that, hidup yang no need to worry about, fun and fun. Tapi siapa sangka direlungnya tersembunyi pertanyaan seberat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ingin menjawab, saya hanya mendengarkan saja. Tentu saja saya juga sering dihinggapi pertanyaan serupa, bahkan pertanyaan itu bisa bertambah intensitasnya ketika keadaan kurang mendukung. Dan saya lebih suka pura-pura sibuk, atau menyibukan diri menghindarinya. Sebenarnya sudah ketemu jawabannya tapi menemukan jawaban sendiri tentunya lebih mendamaikan bukan ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti menyuruh orang untuk menundukan pandangan, sesederhana beristirahat, kadang disitulah jawabannya. Ya makna diri akan sulit ditemukan bila kita melihat keatas, kearah yang lebih. Juga bukan diantara kerumunan orang yang sedang berlari. Tapi banyak ditemukan dari segala sesuatu yang sederhana. Perjalanan seseorang tidak dimulai dari menemukan sesuatu diluar sana tapi dimulai saat menemukan kembali dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah-susah gampang. tapi sekali menemukan jawabannya kita tak memerlukan second opinion lagi. Teman saya itu contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"karena sudah kangen dengan keluarga saya di Garut akhirnya saya pulang. keluarga begitu menyambut saya, kakak saya bercerita tentang anak laki-lakinya yang sedang belajar berdiri, ayah ingin sekali makan buah mangga namun tidak kesampaian karena saat itu bukan musimnya, dan ibu sibuk bercerita tentang panen kacang yang sebentar lagi tiba sambil sesekali ke dapur melihat tumis kangkung untuk makan siang kami"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan yang paling menyentuh saya adalah ayah. Jarak pasar dengan rumah itu sangat jauh untuk ukurannya. Makanya saya segera kepasar membeli tiga kilogram mangga harum manis dan sekilo anggur merah import. Ayah saya terlihat bahagia dengan mangga harum manis itu, dan saya menikmati bagaimana beliau mengupasnya. Lalu seiris demi seiris memakannya. Saya merasa sejuk melihatnya, sepertinya segala pertanyaan gila itu tak pernah ada"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi hubungannya dengan makna hidupmu, apa ?" kata saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"setiap kali pertanyaan itu ada, maka ingatan-ingatan saya tentang ayah dan mangga nya menjawab pertanyaan itu. Dan tak pernah gagal mendamaikan jiwa saya. Makin kesini saya tahu, saya hanya akan berbuat yang paling baik yang mungkin yang bisa saya lakukan, menyenangkan orang tua, mungkin salah satunya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan kamu gak usah nunggu jadi dirut BUMN kalo mau berbuat baik" katanya tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya memang begitu, segala macam pertanyaan menggelisahkan akan terjawab ketika hati kita damai. Tentu bukan pengalihan, tapi lebih berpasrah pada Sang Hidup itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari yang sederhana. Bukankah saat kita berhenti berlari, kita malah sadar bahwa kita sebetulnya sudah sampai ? mau apa lagi ? mau yang seperti apa lagi ? nikmat yang mana lagi yang kamu ...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu untuk Dewa, saya atau anda tentu lain lagi. Tapi sekarang kita sepakat bahwa akan mudah menemukan makna diri ketika hidup kita, keberadaan kita memberikan manfaat untuk orang lain. Mungkin sekedar menyumbang tumpukan koran bekas pada anak tetangga yang sedang mencari bahan untuk kliping, mungkin sekedar kuah sayur, berkurban di hari raya, jika rejeki berlebih memberdayakan orang lain sehingga banyak orang selamat dari pengangguran, terangkat derajatnya.. (makin gede.. hehehe) tapi itulah. Perbuatannya kelihatan kecil, apa yang diberikan mungkin "hanya ...", tapi kepuasan batin karena rasa berguna sungguh tidak ternilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menemukan makna hidup anda sendiri !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-8159722006201324661?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/8159722006201324661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=8159722006201324661' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/8159722006201324661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/8159722006201324661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/12/makna-hidup.html' title='Makna Hidup'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/Sx57tkNoCZI/AAAAAAAAAIY/vQJz5BFGF_U/s72-c/paraglider-atacama-738676-xl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-922709419986565217</id><published>2009-09-13T09:57:00.007+07:00</published><updated>2009-10-21T23:29:56.384+07:00</updated><title type='text'>Bacalah ! Baca Saja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SqxlIgg7Q5I/AAAAAAAAAIQ/tAElW6UEpA4/s1600-h/1_GYI0055520454_fay_461.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SqxlIgg7Q5I/AAAAAAAAAIQ/tAElW6UEpA4/s320/1_GYI0055520454_fay_461.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380786851642295186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai api yang membakar sumbu obor. Lalu dengan itu menerangi semua gelap sekaligus meniadakannya maka begitulah pendidikan seharusnya menerangi tidak saja pikiran tapi juga jiwa. Baik pendidik, dan yang sedang dalam menuntut ilmu semua tercerahkan oleh api suci pengetahuan yang sinarnya ditandai oleh kehadiran kalam. Dan hakikat ilmu tak akan pernah habis meski tujuh lautan dijadikan tinta dan tujuh lautan tinta ditambahkan lagi dan lagi untuk menuliskan berbagai macam pustaka-pustaka ilmu, niscaya ilmu itu akan selalu ada, demikianlah Tuhan menjelaskan kekayaan dan kesempurnaan ilmu milik-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riset yang diadakan bagi para pendatang muslim Aljazair yang tinggal di Perancis beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan terkejut dengan hasil yang mereka dapatkan. Para pendatang dan keturunannya yang sebagian besar buruh kasar itu terlihat berbeda setelah bersentuhan dengan pendidikan. Garis wajahnya tentu masih keras, tapi mata berwarna tembaga itu tentu tak berbohong saat mengemukakan pendapat, bagaimana kian hari mereka kian mengerti cara untuk menghargai diri sendiri, tata perilaku mereka terutama saat berinteraksi dengan orang asing, gaya hidup yang meningkat pesat dan tak lagi ragu menyuarakan ekspresi didalam jiwanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini lihatlah para keturunannya, mereka mampu meraih bidang- bidang ilmu yang paling essensial dalam setiap sisi kehidupan masyarakat Perancis, secara keseluruhan para ilmuwan itu menemukan bahwa semakin lama mereka tampak semakin cantik dan tampan. Penuh percaya diri dan tanpa rasa takut. Demikianlah ilmu menjadi perhiasan yang menghiasi keseharian wajah mereka (bukankah kita pun sepakat bahwa seseorang yang cerdas selalu tampak lebih menarik ?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah arti pendidikan untuk manusia. Ia tidak saja membuka gerbang kemungkinan yang begitu kaya tapi juga memanusiakan manusia. Maka barangsiapa menyepelekan masalah pendidikan ini maka sesungguhnya ia menyediakan dirinya untuk masa-masa penuh kegelapan. Selamanya !.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintar itu seksi, ia tidak saja menggambarkan sejauh mana cara berpikir bisa memperkaya kehidupan manusia dan membuat perbedaan. -Yang ditandai dengan karya-karya- tapi juga mencahayai jiwa dan meluaskan cahaya itu memancar sampai keluar. Pendidikan itulah ternyata yang menunjukan jalannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya kondisi menuntut ilmu adalah sama dengan meraba kondisi yang gelap dan serba baru, kita juga kadang menaruh curiga pada sesuatu yang masih asing bagi kita. Satu- satunya jalan untuk tidak menaruh rasa curiga pada sesuatu yang baru, yang masih asing, adalah mengenalinya untuk kemudian mengakrabinya. Ketika kita telah akrab dengannya, ketakutan, kecurigaan dengan sendirinya sirna, untuk digantikan oleh kejelasan, pemahaman, pengertian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya hasil dari pendidikan adalah perubahan perilaku. Ilmu itu cahaya yang hanya akan sanggup menerangi hati yang juga bersih dan bening. Ia tidak berubah seketika melainkan sedikit demi sedikit. Karena itu  hanya orang yang bersabar dan kuat di ”will” saja yang bisa sukses mencerap ilmu. Keadaan jalan lambat ini bagi sebagian orang akan membuat frustasi dan memilih jalan pintas ataupun berhenti ditengah jalan karena merasa tidak mendapatkan manfaat dari proses belajar ataupun merasa bahwa ilmu yang sedang dituntutnya hanya akan sia-sia. Maka alangkah beruntungnya orang-orang yang menemukan kesenangan ketika menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tantangan sesungguhnya dari ilmu adalah hal ini : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menerapkan Apa Yang Telah Diketahui&lt;/span&gt;. Dan ini akan berlaku bagi setiap penuntut ilmu. Tapi The Big Thing nya sekarang adalah : banyak orang mempertanyakan di jaman yang di penuhi orang pintar (baca: telah lulus SD, SMP, SMU/SMK, lulus sarjana, master, bahkan PHD, Ing. dst) tapi kehidupan malah semakin sulit, kejahatan kerah putih merebak, korupsi dimana-mana, lebih jauh kerusakan alam yang semakin sulit ditanggulangi (lalu kemana saja ilmu nya ?). Hening.... tak ada jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang memang belum benar-benar terdidik sebelum ia mampu membaca dirinya sendiri. Seperti apakah ia didepan cermin, orang pintar yang membangun atau sebaliknya orang pintar yang malah merusak ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sudahkah jujur membaca diri kita sendiri ? wajah apakah yang nampak didepan cermin ? bayangan cermin palsu kah ? atau bayangan si orang baik yang sedang tersenyum puas ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iqraa, bacalah dengan menyebut nama Tuhan mu yang menciptakan ! &lt;br /&gt;bacalah dirimu ! &lt;br /&gt;bacalah hatimu ! &lt;br /&gt;bacalah hidupmu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menuntut ilmu dan tercahayai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;photos taken from national geographic&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-922709419986565217?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/922709419986565217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=922709419986565217' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/922709419986565217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/922709419986565217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/09/bacalah-baca-saja.html' title='Bacalah ! Baca Saja'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SqxlIgg7Q5I/AAAAAAAAAIQ/tAElW6UEpA4/s72-c/1_GYI0055520454_fay_461.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-4190299182179184255</id><published>2009-07-23T22:26:00.004+07:00</published><updated>2009-07-23T22:40:57.084+07:00</updated><title type='text'>Dont Let Them Win !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SmiCHoEJUhI/AAAAAAAAAIA/mfthRMsSQEQ/s1600-h/Day%27s+End,+Candlestick+Tower+Overlook,+Canyonlands+National+Park,+Utah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SmiCHoEJUhI/AAAAAAAAAIA/mfthRMsSQEQ/s320/Day%27s+End,+Candlestick+Tower+Overlook,+Canyonlands+National+Park,+Utah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361678423910076946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Iman paling utama ialah engkau mencintai dan membenci karena Allah, engkau gerakan lidahmu untuk berdzikir kepada Allah, engkau mencintai sesama manusia seperti engkau mencintai dirimu sendiri, engkau membenci sesuatu yang menimpa orang lain sebagaimana engkau benci hal itu menimpa dirimu, engkau berkata yang baik atau diam&lt;/span&gt;” Jami Al Hadist no 3498 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaaaaargh ! kesal, gemas, marah, mengutuk itulah beberapa dari berbagai reaksi yang timbul akibat peledakan hotel JW Marriott dan Ritz Carlton jumat 17 Juli lalu akibat ulah teroris. Sembilan orang tewas dan limapuluh empat orang lainnya cedera. Tak bisa dibayangkan efek domino setelahnya tapi luka psikologis akibat hal itu sungguh tak terbayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan pendukung olahraga sepakbola seketika kecewa berat, jumat itu pukul setengah dua siang klub Manchester United melalui juru bicaranya menyatakan membatalkan kunjungan mereka ke Gelora Bung Karno. Mereka kecewa disaat warga Asia lain bisa beraudiensi dengan para pemain bola berbakat itu, mungkin berbagi ilmu, pengalaman,  maka warga negara Indonesia sekedar untuk berjumpa, melihat secara langsung pun tidak pernah kesampaian. Mengagumkan !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kakek dengan wajah bingung, tergopoh-gopoh memasuki rumah sakit demi rumah sakit, kantor polisi mendatangi tempat manapun untuk memastikan keberadaan anaknya, diantara sorot mata harapan bercampur takut pada kenyataan yang mungkin terjadi, ia mencoba terus tegar. Istri kehilangan suami, anak kehilangan orang tuanya, tempat menyandarkan hidup itu tak terdengar kabar beritanya sejak bom itu meledak. Ribuan orang karyawan Holcim seketika berduka karena pimpinan sekaligus ”bapak” mereka turut menjadi korban, seseorang yang bertanggung jawab pada hajat hidup orang banyak yang dikenal santun dan banyak menularkan ilmu-ilmu kepemimpinan, terenggut hanya dalam hitungan jam. Dan banyak lagi cerita-cerita tentang kehilangan tersisa disana, menunggu dan tentu saja memilukan. Wahai, lihatlah luka macam apa yang kalian tinggalkan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang lebih parah adalah korbannya. Beberapa orang terlempar keluar hotel dalam keadaaan sekarat, mayat-mayat yang otomatis termutilasi karena hebatnya ledakan, puluhan orang cedera dan entah paku atau kaca atau apalagi yang masuk ketubuh mereka. Cacat ? sudah pasti ! dan derita ini akan diderita seumur hidup. Wahai, lihatlah penderitaan macam apa yang kalian tinggalkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana seperti itu berbagai dugaan berbau politis muncul, beberapa warga melakukan analisa sendiri mengarahkan kecurigaan mereka pada pihak-pihak yang kalah dalam pemilu, sementara dari pihak polisi dugaan kuat mengarah ke dalang teroris warga Malaysia yang sampai kini masih buron, Noordin M Top. Analisa lain mengarah ke sindikat luar negeri yang turut campur tangan menciptakan suasana kacau negeri ini. Tapi kita semua berharap aparat berwenang segera mengungkap pelakunya dan menyeret mereka ke pengadilan, lalu diadili seberat-beratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh negeri tenggelam dalam kecemasan dan ketakutan yang amat sangat. Dicampur geram dan marah kita semua mengutuk kejadian tak bertanggung jawab itu, sebab selalu saja korbannya tak pernah ada sangkut-pautnya dengan pesan yang ingin disampaikan pengebom itu. Disini korbannya hanyalah pelengkap penderita, tumbal untuk tujuan yang suci menurut versi mereka. Aaaargh !  diantara banyaknya jalan untuk berjuang (jihad) mengapa yang dipilih adalah memerangi sesamanya sendiri, jika tak suka dengan keberadaan mereka atau apapun dari mereka, setidaknya jangan menyakiti mereka. Pilihlah cara lain yang lebih kesatria.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun pelakunya tentu berbeda ”faham” dengan kita, jika diatas peraturan kita masih menyisakan ruang untuk cinta pada sesama, maka mereka tidak menyisakan sedikitpun tempat untuk itu. Seolah-olah yang namanya duka, kesengsaraan, kemiskinan adalah mutlak takdir milik mereka dan atas dasar itu lalu merasa berhak membagi dukanya ke sebanyak mungkin orang dengan dalih agama, kebencian, dan sikap sinis yang membakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat, ingin sekali membaca pikiran mereka, otak peledakan itu. Tapi itu percuma, beda paham artinya beda bangunan, beda frekuensi, beda tempat dan alas, untuk bisa mengerti orang lain kita tak bisa menempatkan nya diatas atau dibawah pemahaman kita melainkan setara. Tapi bila alamnya saja sudah lain maka upaya untuk memahami adalah tindakan sia-sia. Lagipula sekarang bukan saatnya memahami tindakan mereka melainkan mencegah dan memeranginya agar kejadian itu tak terulang lagi. &lt;br /&gt;Cukup sudah !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa luarbiasanya waktu. Ia membawa rahasia masa depan sekaligus menyembuhkan luka, kadang membawa kegembiraan yang sukar dilupakan. Waktu juga yang akan membawa kenangan masa lalu yang pahit, seperti kejadian jumat pagi itu, mudah-mudahan kita tak lantas dibuat lengah apalagi lupa terhadap bahaya yang mungkin menimpa orang-orang tercinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga biasa, yang bisa kita lakukan mungkin berlaku waspada, sebisa mungkin membantu aparat, mengaktifkan lagi rukun warga, dan menjaga orang-orang tercinta kita dari jangkauan mereka. Jika ada satu hari yang menjadi tonggak perjuangan, maka hari itu adalah sekarang dan selamanya. Kita mungkin warga biasa, menjalankan kehidupan sehari-hari dengan biasa dan sederhana tapi kita tak pernah takut pada ancaman teror apapun, dan dari siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita mungkin warga biasa yang bergelut dengan keseharian tapi kita tak akan membiarkan para teroris pencuri mimpi itu menang, tidak sekejap pun !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini mereka mungkin sedang berbangga hati, tertawa diatas duka orang banyak, merasa berhasil menyebarkan ketakutan, puas dengan ledakan dahsyat yang dirakit dengan rasa iri, bahagia karena bisa merekrut pasukan berani mati, tapi lupa bahwa sesuatu yang ada di alam ini bersifat pasti, siapa yang memiringkan bejana air maka sisi bejana lainnya akan menyeimbangkan diri (hukum Pascal). Lupakah bahwa alam ini penuh keseimbangan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, jangan biarkan mereka menang ! &lt;br /&gt;Jangan pernah sekalipun!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-4190299182179184255?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/4190299182179184255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=4190299182179184255' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/4190299182179184255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/4190299182179184255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/07/dont-let-them-win.html' title='Dont Let Them Win !!'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SmiCHoEJUhI/AAAAAAAAAIA/mfthRMsSQEQ/s72-c/Day%27s+End,+Candlestick+Tower+Overlook,+Canyonlands+National+Park,+Utah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-6055226267063586001</id><published>2009-06-28T20:21:00.006+07:00</published><updated>2009-10-21T23:36:22.954+07:00</updated><title type='text'>Dare To Dream</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SkeBBE1cDOI/AAAAAAAAAH4/1Ko5MVu6eRM/s1600-h/1_TORCH_461.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SkeBBE1cDOI/AAAAAAAAAH4/1Ko5MVu6eRM/s320/1_TORCH_461.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352388537630854370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Feel the flame forever burn, teaching lesson we must learn…&lt;br /&gt;to bring us closer to the power of the dream&lt;br /&gt;the world unites in hope and peace, we pray that it will always be&lt;br /&gt;it is the power of the dream that bring us here…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal lagu yang di aransemen oleh David Foster dan liriknya di tulis oleh L. Thompson Deep untuk Celine Dion dalam lagu The Power of The Dream. Betapa bagusnya David Foster mengekspresikan kekuatan mimpi. Lagu dengan lirik yang kuat, choir yang menawan dan iringan orkestra megah siap memanjakan telinga. Sepertinya lagu yang cocoknya jadi lagu kebangsaan sebuah negara itu di desain untuk merayakan kekuatan mimpi-mimpi pendengarnya sekaligus menyemangati para pemimpi-pemimpi baru untuk lebih berani.&lt;br /&gt;Apa yang membuat mimpi begitu ”wajib” untuk dirayakan ? dan kenapa banyak orang mengatakan bahwa hidup berawal dari mimpi ?. Lagi-lagi saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menonton film Laskar Pelangi baru saya mengerti. Ternyata kekuatan mimpi lah yang membuat Andrea Hirata ”memiliki kekuatan” menjelajahi pelosok Eropa sekaligus menyelesaikan studinya di salah satu universitas paling elegan di dunia, Sorbonne. Mimpi pulalah yang mengantarkan Jorma Ollila, chairman Nokia membawa perusahaan itu menjadi perusahaan perangkat telekomunikasi kelas satu di seluruh dunia selama bertahun-tahun, mengantarkan manusia jaman sekarang ke dunia baru yang saling berhubungan, flat tanpa di bentengi batas lagi. Dan sebagai orang yang baru bangun dari tidur saya hanya bisa membelalakkan mata... woow ! saya sudah punya teman seorang Perancis lewat facebook yang dengan pede nya saya ”add” di perangkat selular saya tadi malam (padahal bahasanya aja ngga ngerti sama sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggun yang kita kenal sekarang  adalah seorang penyanyi internasional yang mencengangkan. Bagaimana suara indahnya melengking-lengking menembus batas budaya dan negara, bagaimana sosok populernya di daulat menjadi duta dunia untuk program mikrokredit PBB sementara lagunya di pakai Luc Besson untuk soundtrak film Transporter 2. Bahkan situs American Online ( AOL) tahun ini (2009) menempatkannya di peringkat 4 sebagai diva dunia mengalahkan penyanyi sekelas Beyonce Knowles. So what happen to you Anggun ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik saat menyimak wawancaranya di TV :&lt;br /&gt;”satu saat saya bermimpi, saya menjadi penyanyi yang bisa menebus pasar Eropa, saya tahu jika kita punya mimpi, cepat bangun, cuci muka, berangkat dan jangan lantas tidur lagi” ujarnya sambil tersenyum. Aha ! that is the point.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its all about dream, lalu apa impian anda ? apakah impian anda terlalu sederhana, atau terlalu rumit ? atau saking jauhnya jarak kini dan nanti (dimasa depan) kita jadi malah takut punya mimpi. Padahal mimpi itu gratis ! banyak orang bermimpi disaat tidur. Tapi orang-orang yang saya sebutkan di atas ini bermimpi, justru saat mereka tidak tertidur sama sekali, mata mereka terbuka, mereka melek, terjaga !. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi saat seseorang dalam keadaan tidur sering hanya berupa bunga tidur saja, ia meninggalkan kesan yang kadang sesaat saja atau bahkan tidak pernah diingat sama sekali. Tapi mimpi dalam keadaan terjaga sungguh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesadaran seseorang diibaratkan danau, dan pikiran nya diibaratkan pusaran air, maka mimpi adalah sebentuk riak gelombang (pikiran) di danau kesadaran (batin). Ketika pikiran memimpikan buah jambu maka seluruh gelombang pikiran akan berusaha membuat citra atau bayangan buah jambu itu di permukaaan danau, ketika yang dimimpikan adalah tujuan mulia, maka air itu akan beriak mewujudkan gambarannya dengan detil seperti apa dan bagaimana mulia itu adanya. Ketika memikirkan sebuah benda atau perbuatan maka citra nya lah yang hadir dipermukaan danau, maka bagai cermin bening yang memantul ke arah langit, seperti gambaran itu pulalah yang dilihat dan dicatat oleh langit sebagai keinginan. Uniknya dalam keadaan kritis seluruh elemen semesta ini (seluruhnya !) mendukung terwujudnya buah jambu ini di alam nyata ! (Mestakung, prof Yohanes surya, penerbit mizan). Dan ini adalah fakta tak terbantahkan dari hukum-hukum fisika modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riak-riak ini tidak hanya berupa pikiran tetapi juga rasa. Pikiran dan perasaan ini meninggalkan kesan dan terus bertransformasi, terus berdatangan, maka tak terhitung berapa banyak citra yang terekam di atas permukaan danau. Makin banyak keinginan, makin tidak terfokus maka selamanya seseorang menjadi permainan pikirannya sendiri, dan makin tidak bisa mengontrol keinginan maka selamanya danau itu seperti gelisah penuh riak tanpa memantulkan gambaran yang jelas. Hasilnya ? hanya gelisah saja, tak ada capaian ! tinggal mimpi betulan tanpa kejelasan kapan akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mimpi punya aturannya sendiri, ia kombinasi harmonis antara niat dan laku / perbuatan, kadang bukan karena sangat hebat, juga bukan karena bakat yang luar biasa seseorang mencapai impian, tapi kurang ”will”. Yeah will dan masalah terbesar nya will ini ada di alam yang tak terukur, seseorang tak bisa sekedar niat tapi juga harus bergerak (berbuat/laku) mendekati apa yang diniatkan. Maka seseorang sekarang diukur dari apa yang sudah dibuatnya / karyanya yang nyata. Rumit ?. Ya ya.. perlu pengorbanan yang tidak kecil memang. Selalu ada harga yang harus dibayar, tapi selalu ada hal yang kita dapat dari sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to the dreams. &lt;br /&gt;Dan memiliki impian lalu mempertahankan impian itu agar tetap hidup dan menyala-nyala adalah suatu perjuangan tersendiri, masalah terbesar dan yang paling mencolok adalah adanya gap. Jarak yang cukup jauh antara mimpi dan kenyataan yang sedang dijalani sekarang. Jarak itu kelihatannya dalam dan tak berhingga. Ini seperti seseorang yang hendak berdiri tapi ia langsung dihadang oleh fakta, hendak berjalan jauh malah dibandingkan, hendak melompat si kaki ini malah terganjal, hendak berusaha sungguh-sungguh tapi kesempatannya yang belum ada. Nah lo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semuanya tak mudah, tak pernah mudah. Mereka-mereka yang memiliki mimpi seperti nama-nama diatas mengalami kegoncangan hebat, pasang surut, naik turun, merasa ditinggalkan, sendirian, menderita dan merasakan kesusahannya, disaat yang bersamaan semuanya hancur. Ditantang oleh kenyataan sulit didepannya, dilombakan dengan tantangan yang selalu lebih besar dari dirinya sendiri. Tapi lihatlah! masing-masing dari mereka bisa melampauinya. Yang membedakan adalah cara mereka mempertahankan fokus, daya hidup, mimpi, semangat dan cita-citanya dalam riak-riak optimisme yang elegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang anda si empu nya mimpi, mungkin sudah berniat, dan sedang bekerja keras ke arah itu. Dengan susah payah mempertahankan fokus, berusaha lebih keras. Anda mungkin lebih rajin ibadahnya ke Tuhan dan lebih positif melihat hidup. Tapi sudah kah lebih kuat lagi terhadap ”energi lain” yang datang dari luar ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah. Tentu saja semua tak akan semulus perkiraan, bisa saja ada orang lain yang tak suka pada energi positif yang anda tebar sepanjang hari, mereka boleh-boleh saja berusaha menghalang-halangi kemajuan anda, membunuh mimpi, mencurinya, menyerang telak benteng pertahanan anda, lebih jauh bahkan mematikan semangat hidup tanpa kita sadari. Tapi justru disaat seperti itulah kita  tak boleh kehilangan diri sendiri. Saat semua datang dan pergi, saat celah tertutup, saat cahaya sulit terlihat. Saat semua hancur sekalipun kita tetap memiliki sesuatu, energi tidur yang sedang menunggu. Energi itu harusnya adalah diri kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sangsi dengan kekuatan mimpi ? masih takut menjalani mimpi anda sendiri ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda berani, bangun di usia lewat dari 70 tahun, saat itu anda mungkin telah renta, tua dan tak ada kekuatan lagi tapi "baru menyadari" bahwa hidup yang selama ini dijalani bukanlah impian anda ??? beneran berani ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, kalau begitu selamat bermimpi !&lt;br /&gt;Selamat berjuang mencapainya dan jangan lupa berdo’a sungguh-sungguh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-6055226267063586001?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/6055226267063586001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=6055226267063586001' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6055226267063586001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6055226267063586001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/06/dare-to-dream.html' title='Dare To Dream'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SkeBBE1cDOI/AAAAAAAAAH4/1Ko5MVu6eRM/s72-c/1_TORCH_461.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-5612806254955685165</id><published>2009-06-04T21:33:00.008+07:00</published><updated>2009-06-05T23:17:32.503+07:00</updated><title type='text'>MULIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SifesY16RSI/AAAAAAAAAHw/e-lcr5wGXso/s1600-h/cutting-barley.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SifesY16RSI/AAAAAAAAAHw/e-lcr5wGXso/s320/cutting-barley.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343484337062561058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketika bekerja, kalian bagai sepucuk seruling yang menjadi jalan bagi bisikan waktu untuk menjelma menjadi lagu, maka siapakah yang mau menjadi ilalang dungu yang bisu, ketika semesta raya melagukan gita bersama&lt;/span&gt;”  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kahlil Gibran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu acara yang selalu saya ikuti di sore hari adalah ”Jika Aku Menjadi”. Sebuah acara reality show yang -saya pikir-lumayan berbobot. Menurut saya acara ini  dibuat bukan untuk hiburan semata, tapi juga sarat dengan pesan yang saya yakin dimaksudkan untuk melihat lebih dekat satu sisi kehidupan lain. Lokasi bisa di satu sudut kota yang terpinggirkan, kadang disebuah desa yang lumayan jauhnya dimana akses listrik saja pun masih belum bisa dinikmati oleh orang banyak, kadang juga tak jauh dari tempat kita berdiri. Dipandu sendiri oleh orang-orang muda yang berasal dari kota untuk bisa merasakan langsung apa itu kerja keras dan menyingkap sisi lain tentang hidup berkekurangan. Tapi memang yang paling kuat dari keseluruhan inti acara ini adalah ajakan untuk selalu mensyukuri berbagai nikmat Tuhan yang ada di hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan mensyukuri bahwa nun jauh disudut sana ada banyak orang lain yang lebih menderita dari kita, tapi lebih ke "melihat lebih dekat" apa yang sedang terjadi disana. Bukan untuk menghibur diri tapi sejenak menyimak permasalahan yang sedang terjadi untuk menemukan dimana yang salah lalu bersama-sama keluar dari sana untuk berusaha memperbaiki keadaan. Bukan pada pekerjaannya tapi tekniknya, juga bukan berapa hasil yang didapat tapi bagaimana memasarkan yang baik untuk mendapat hasil yang menggenapi. Dan disinilah peran para penonton sebenarnya amat diperlukan. Untuk tidak sekedar menonton tapi diharapkan ikut menceburkan diri langsung ke lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selalu berpikir, makan tiga kali sehari adalah hak paling dasar yang wajar, tidak hanya itu kita terbiasa ”ada” dengan lauk pauk yang memikat selera, tidur dengan kasur-kasur yang empuk, sekolah di tempat favorit, uang saku, uang jajan, ayah mungkin seorang pekerja kelas menengah dan ibu yang punya jadwal arisan minimal sebulan sekali. Tapi lihatlah ! &lt;br /&gt;Di sudut lain sebagian besar masyarakat masih harus berjuang memenuhi hak makan tiga kali sehari. Urusan makan ini akan selalu dikaitkan dengan apa pekerjaan yang dijalani karena ekivalen dengan seberapa yang dihasilkan dan berapa banyak yang dibelanjakan. Dan tentu semua pekerjaan yang ditampilkan di program ini adalah pekerjaan mulia. Yang paling hina di negeri ini, di manapun di galaksi manapun adalah mengambil apa yang bukan haknya (baca : korupsi, mencuri). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu bagaimana Tuhan Yang Maha Kuasa memasangkan seseorang dengan sebuah pekerjaan, juga menggaji (baca: memberi rezeki) sesuai dengan ukurannya (invisible hand-kah ?). Kenapa seseorang jadi pedagang beras, karyawan swasta, PNS, tukang angkut sayuran, tukang insinyur, CEO, akuntan, petugas kebersihan, tukang cukur, pemecah batu dan lain-lain ( lebih jauh, mungkin ini sebabnya manusia tidak boleh berlaku sombong, sebab kalau sedikit saja tertukar nasib maka seluruh rangkaian cerita hidup kita akan berubah sama sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya memikirkan hal ini : jika rambut saya yang gondrong ini gerah kira-kira siapa yang akan saya mintai ”tolong” untuk mencukurkan jika semua orang adalah pedagang beras ?, oke lah.. kalo saya sakit perut kira-kira siapa yang akan saya mintai ”tolong” jika semua orang adalah tukang cukur ?. Yeah that’s the point. Tidak semata-mata sesuatu itu ”ada” tanpa ada ”kegunaan”, ”fungsi”, ”faedah”.  Maka apapun profesi yang ada, hadir dan digeluti di dunia ini semua nya mulia. Yeah pemecah batu, penggali kubur, pembersih selokan, bapak-ibu penyapu jalan-jalan utama, tukang bubur, penerjemah, penulis dan apapun, selama halal dan tidak mengambil hak orang lain adalah mulia. Jika kemudian rejeki dari pekerjaan itu tidak cukup maka cukuplah Tuhan Yang Maha Pemurah yang akan kemudian mengatur jalan selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ideal dari sebuah pekerjaan -yang menghasilkan uang- harusnya timbul karena passion, dari hasrat yang dalam, dari kesuka citaannya melakukan sesuatu, dari kesenangannya, dan gairah yang dimiliki pada minat yang ada didirinya. Yang hobinya menghitung maka profesi akuntan, perbankan mungkin adalah profesi yang  tak akan membuatnya ”sekedar melakukan”. Seorang yang berbakat memimpin dan memiliki ”hati”, ”rasa”, dan berbagai syarat-syarat lainnya tentu akan melakukan pekerjaan memimpin dengan baik tanpa harus mengeluh. Semua berjalan sangat baik semakin lama hanya akan semakin hebat saja.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi banyak yang tidak seberuntung itu. Ada yang sedang menunggu pekerjaan impian. Beberapa orang merasa pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. Beberapa harus bertahan karena "kebutuhan", banyak diantaranya masih berjuang menaikkan grade nya. Dan itu sangat alami, wajar, sebuah proses yang harus terus diupayakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”kita lahir dizaman baru!” kata teman saya. &lt;br /&gt;”banyak guru nyambi jadi tukang ojek, kepala sekolah merangkap jadi pemulung, dokter merangkap jadi penyanyi, pelawak merangkap jadi anggota dewan. Kau mungkin pegawai pabrik rendahan tapi kau masih bisa jadi apapun yang kamu mau, jangan membatasi langkah, keluarlah dari keterbatasan menjadi seseorang yang tak terbatas” lanjutnya&lt;br /&gt;Deg !. Saya seperti biasa langsung down.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cuma satu syaratnya : miliki pikiran terbuka”&lt;br /&gt;Deg lagi ! dan saya langsung pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-garanya ketika singgah di sebuah hotel di Singapura. (katanya sih) Teman saya melihat seorang kakek-kakek tua yang bekerja mengecek pintu hotel. Sudah puluhan tahun profesi ini dijalaninya dan ia tetap tekun. Ternyata diluar itu ia dan istrinya adalah wirausahawan yang cukup sukses, setahun dua kali ia dan istrinya berlibur ke Macau atau Hawaii.&lt;br /&gt;Ketika ditanya, kenapa masih bekerja sebagai pengecek pintu jika diluar ia sudah kaya. Jawabannya edun :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”anakku, tamu-tamu dihotel ini selain orang-orang penting, mereka juga manusia yang mungkin telah lama dirindukan keluarga mereka dirumah, sebagian mungkin CEO-CEO perusahaan besar yang bertanggung jawab pada nasib banyak sekali orang, mata rantai ini yang saya jaga. Bayangkan jika satu saat terjadi sesuatu, kebakaran misalnya dan hanya karena masalah engsel pintu ini mereka tak bisa menyelamatkan diri, maka saya mungkin tak bisa menebus rasa penyesalan akibat hal ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kata-kata yang di berikan ke saya ternyata lebih pedas dari versi aslinya. Dengan berbagai tambahan sana sini yang membuat saya harus manggut-manggut seperti orang yang ngerti. (belakangan saya meragukan keabsahan ceritanya .. hahaha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terlepas dari itu, melihat kembali apa yang kita kerjakan. Memaknai nya lagi, tidak sekedar lakukan tapi semua berasal dari hati, dari kecintaan yang dalam, dari rasa tanggung jawab. Dari sana kita mungkin akan terbiasa melakukan lebih dari sekedar yang diminta.. seperti melukis anda lah sang maestronya, tidak hanya menggurat semata tapi memberi beberapa polesan akhir dimana ratusan tahun kedepan orang masih akan bilang : ini karya Affandi yang hebat itu ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah saya hanya bisa berandai-andai jika saja semua orang (termasuk saya pastinya) punya pikiran terbuka dan terbiasa melihat dari sudut yang sama sekali lain seperti ini. Pasti semua akan lebih baik. Mungkin tak akan ada yang ditahan gara-gara email yang isinya keluhan. Tak ada surat kaleng, atau premanisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah. Seseorang mungkin saja tidak menyukai atasannya, lelah dengan situasi kerja yang sikut-sikutan, beberapa teman mungkin tak suka dengan birokrasi basi, teman-teman yang lainnya mungkin benci dengan orang-orang yang berseliweran disana tapi, jangan pernah benci dengan pekerjaan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bekerja dengan rasa cinta, berarti kalian sedang menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri-diri orang lain dan dengan Tuhan. Bekerja dengan cinta bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu lah yang akan mengenakannya nanti&lt;/span&gt;”   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kahlil Gibran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah, mudah-mudahan saya bisa berusaha ke arah itu..  amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-5612806254955685165?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/5612806254955685165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=5612806254955685165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5612806254955685165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5612806254955685165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/06/mulia.html' title='MULIA'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SifesY16RSI/AAAAAAAAAHw/e-lcr5wGXso/s72-c/cutting-barley.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-8562373505122189449</id><published>2009-05-13T22:25:00.012+07:00</published><updated>2009-10-21T23:51:55.777+07:00</updated><title type='text'>Titik Balik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SgrnR60z6SI/AAAAAAAAAHo/Ciq7idtSwug/s1600-h/kamchatka-silhouette-687515-xl.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SgrnR60z6SI/AAAAAAAAAHo/Ciq7idtSwug/s320/kamchatka-silhouette-687515-xl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335331003608328482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum seseorang bertemu kejadian yang cukup telak yang membuat jalan hidup seseorang itu  berubah selamanya, atau sebelum bertemu orang lain yang begitu ”kuat” kesannya sampai-sampai mampu merobohkan segala hal yang pernah diyakini selama bertahun tahun maka orang tersebut bisa dikatakan belum bertemu dengan titik baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya berhenti merokok sejak punya anak" kata teman saya&lt;br /&gt;"saya berhenti make (maaf) narkoba, sejak kecelakaan orang tua saya" teman yang lain menimpali&lt;br /&gt;"saya menjadi pro ke orang-orang yang hidup dijalanan, sejak melihat seorang nenek pedagang gorengan duduk di batas marka jalan raya karena kelelahan" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu pernah dengar kata-kata seperti ini meluncur di bibir para sahabat atau &lt;br /&gt;teman-teman kita, atau bahkan kita sendiri mengalaminya. Yep titik ini penanda bahwa hidup seseorang akan berubah dengan segera dan selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang saya maksud, titik dimana seseorang bertemu kejadian yang menggugah, membangkitkan ”sesuatu” di dalam dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sesuatu yang baik saja yang dibicarakan disini. Lets call  : Titik Balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebuah titik pijakan di tanah, mungkin berupa sebuah batu cadas, bisa tanah liat atau mungkin sebuah keramik bertekstur yang indah. Tapi sekali menginjaknya kita tak akan pernah tahu, paling rendah adalah melompat lebih tinggi, namun yang istimewa malah "terbang" keluar menuju atmosfer. That is titik balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik balik adalah peristiwa unik. Karena pasti dialami oleh setiap orang, meski peristiwanya mirip-mirip tapi efeknya bisa sangat jauh berbeda. Disini mungkin hanya doa yang kuat dari diri sendiri, dari orang tua dan mereka-mereka yang mengasihi kita agar semua tak jadi lebih buruk sebab selebihnya adalah kekuasaan Tuhan yang luarbiasa hebatnya membolak-balikan hati dan jalan hidup seseorang. Dititik ini benar-benar hanya doa yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian tahun hidup dalam ketertindasan pemimpin diktator yang penuh iri hati dan dengki bisa berefek beda pada dua orang sahabat. Si A akan mengingat pengalaman itu sebagai pemicu pembalasan dendam suatu saat nanti, sedang si B bisa  mengolah masa-masa pahitnya agar tidak terulang dan berjuang menjadi pembela HAM. Disini keduanya mengalami titik balik tapi terasa jauh bedanya. Keduanya mengalami kegetiran yang sama, masa-masa sulit yang sama, tapi jalan yang ditempuhnya berbeda. Lihat saja, alangkah buruknya rasa iri atas hidup orang lain, sebab ia identik dengan dendam yang tak mengenal rasa puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik balik merupakan suatu peristiwa revolusioner. Ia memporakporandakan seluruh bangunan nilai-nilai yang pernah dianut. Peristiwa ini peristiwa besar yang akan menghabiskan kekuatan mental seseorang, sebab begitu ia memutuskan sesuatu maka ujian sesungguhnya adalah kepercayaan dirinya. Ketika memutuskan sesuatu maka ujian lainnya adalah hidup yang tak selalu sesuai dengan keinginannya maka disini kekuatan itu sebenarnya diuji: mundur lagi ? atau hadapi dengan tenang ?. Saya berani janji semua itu tak akan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalami titik balik berarti sedang berada pada titik yang paling menentukan ke arah kehidupan selanjutnya. Di titik ini seseorang berefleksi dengan dirinya, bercakap-cakap tentang banyak hal yang ia temukan selama ini, lalu masuk lebih dalam sedikit lagi. Dari situ ia mengalami apa yang disebut iluminasi, ia terinspirasi oleh tujuan yang lebih besar dari hidupnya, disini -entah bagaimana- pikiran menjadi terang, ia akan sanggup melanggar segala pembatas-pembatas mental untuk bergerak menuju pada apa yang ada di benaknya. ketika sadar ia sudah berada di tempat yang berbeda, tempat lain yang lebih indah, lebih damai. Bagusnya lagi, ia menemukan dirinya lebih besar dan hebat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puncak pencapaiannya kesadaran seseorang bergerak ke segala arah, segala kekuatan, kemampuan dan bakat-bakat alami yang selama ini mati suri menjadi bangkit dan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik balik positif saya ambil dari Mochamad Yunus. Saat berjalan menyusuri pasar tradisional kumuh dan mayoritas orang2 yang ada adalah pengemis dari berbagai usia, seketika matanya terbuka. Ini bukan soal siapa yang harus berbuat duluan tapi siapa yang harus di selamatkan duluan. Lulusan  terbaik universitas Vanderbilt USA yang menguasai teori ekonomi yang elegan dibenturkan dengan kenyataan yang jauh sangat jauh dari apa yang didapatnya semasa kuliah. Dan ia benar-benar merasa frustasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berefleksi yang muncul bukanlah :  "bagaimana mengorganisir para pengemis ini agar saya dapat keuntungan dari mereka" tapi " bagaimana saya memberdayakan mereka " . Dan tantangan ini tentu bukan tantangan kelas kacang. Apa yang dilihatnya hari itu menjadi titik balik yang mengubah puluhan tahun cara Yunus memandang kemiskinan. Ia terinspirasi pada tujuan besar, membuat cetak biru dipikirannya, berkemas, berangkat dan berhasil melakukan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit sekali menggambarkan suasana batin saat Martin Luther King  mengalami titik balik untuk mengusung persamaan hak antara kulit putih dan kulit berwarna. Saat itu teman semasa kecilnya yang berkulit putih dilarang bermain bersama dihalaman rumahnya, alasannya sederhana : karena beda warna. Dan peristiwa puluhan tahun yang getir itulah titik balik yang mengantarkannya sebagai pejuang persamaan hak-hak bagi warga kulit berwarna. Meski lama dan luarbiasa beratnya ia berhasil menyelesaikan perubahan yang di gagasnya. Semua tertegun dengan caranya meninggal tapi semua orang dibuat tersadar dengan mimpinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sulit juga menggambarkan suasana batin seorang Jalaludin Rumi sang mahaguru hebat yang terkenal, beliau punya banyak murid tercerdas yang pernah ada. Tapi setelah mengalami titik balik semua berubah total. Hanya perlu dua hari bagi Syamsudin Et Thabriez(unknown name yang tiba-tiba saja hadir di hidup Rumi) menyampaikan pandangannya pada Rumi. Hanya dua hari kebersamaan mereka tiba-tiba mahaguru Rumi memutuskan meninggalkan semuanya untuk melanjutkan misi menemukan sisi-sisi spiritual Islam yang sekarang disebut kesadaran sufisme. Disusul dengan terbitnya Matsnawi, sebuah kitab sufi klasik yang jadi referensi bagi aliran spiritualis agama-agama besar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan gelap berpuluh tahun lamanya seketika terang dengan sebatang lilin yang tak sengaja ditemukannya, tentu bukan nemu lilin atau apinya, tapi siapa yang sengaja menyimpan lilin dan korek api untuk ditemukan oleh orang itu                       (it must be God isn’t He ?). Kadang hadiah cinta yang terbesar bukan pada seberapa banyak yang ditinggalkan juga bukan seberapa besar yang kita dapat. Melainkan kita dibuat jadi apa oleh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang tetap Bambang yang masih suka lari tiap pagi. Ratna mungkin mahasiswi yang selalu hadir dikelas ontime, Robert, Dian, Netie, Hartini, Priatna, Nikolai, Anton, Budi, Daman, Luci, Arif, Andri, Irvan, Esti, Rossa,  siapa saja. mereka tetap orang biasa yang mungkin tetap bergelut dengan kegiatan sehari-hari. Tapi spiritnya sudah lain. Mereka sudah ketemu misi hidupnya. Tinggal menunggu saja ledakannya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah bertemu titik balik yang seperti ini ? sudahkah mengalaminya ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari kita bertemu banyak peristiwa, haruskah menunggu ? bisakah kejadian biasa disikapi luarbiasa hingga hari ini selalu lebih baik dari kemarin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjadi orang hebat !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-8562373505122189449?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/8562373505122189449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=8562373505122189449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/8562373505122189449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/8562373505122189449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/05/titik-balik.html' title='Titik Balik'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SgrnR60z6SI/AAAAAAAAAHo/Ciq7idtSwug/s72-c/kamchatka-silhouette-687515-xl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-53538148333177168</id><published>2009-04-29T23:17:00.005+07:00</published><updated>2009-10-21T23:46:42.786+07:00</updated><title type='text'>Menang Tapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/Sfh-btBNOmI/AAAAAAAAAGg/PQOCDaKn-yA/s1600-h/1107wallpaper-2_1280.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/Sfh-btBNOmI/AAAAAAAAAGg/PQOCDaKn-yA/s320/1107wallpaper-2_1280.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330149173399206498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menang Tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah takdirnya semua manusia hidup dalam suasana kompetisi. Semenjak masih -maaf – sperma, hanya yang unggul sajalah yang akhirnya berhasil membuahi sel telur. Setelah manusia dilahirkan, tumbuh dan bergaul dalam tatanan masyarakat yang lebih luas maka kompetisi adalah suatu keniscayaan yang akan dialami dalam setiap fase hidupnya. Masuk sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas/smk, dan sekolah yang lebih tinggi lagi, lalu bekerja maka suasana kompetisi menjadi luarbiasa kentalnya. Seperti menang dan kalah, institusi mengajarkan semua individunya untuk menang dalam hal apapun tapi lupa mengajarkan cara menerima dan bangkit dari kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi berguna ? sangat ! dalam kadar yang cukup sehat kompetisi melahirkan dan mendorong inovasi dan kreativitas yang ujung-ujungnya mendorong perubahan zaman. Ia menampakkan dunia baru yang sama sekali tak pernah dibayangkan kelak bakal menghiasi dunia, contohnya saja kompetisi dalam bidang teknologi dan bisnis. Bila saja Thomas Alva Edison tidak berpacu dengan dirinya sendiri maka seumur-umur tak akan ada yang namanya lampu, bila Nokia tidak cepat membaca zaman maka selamanya perusahaan itu hanya akan jadi pabrik pengolah kayu dan sepatu booth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seiring perkembangan kesadaran manusia yang juga sangat menggembirakan, maka semua hal yang tadinya menyakitkan, memalukan dan menggelapkan kini bergeser maknanya. Seperti juga kekalahan yang dulu amat sangat tabu itu kini menampakan wajah asli yang sesungguhnya. Begitu juga kemenangan yang indah itu ternyata tidak selalu seindah kelihatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman menyuruh saya melakukan ”All Counting” saat terpuruk menerima kekalahan. Entah itu untuk membesarkan hati atau cuma ingin menghibur saja. Teman saya itu menjelaskan tentang suatu hukum – saya sendiri baru dengar ada hukum yang namanya begitu- teman saya menamakan ”Hukum Keseimbangan Mutlak”. What ??&lt;br /&gt;Yang Maha Mutlak hanya Allah saja, kemutlakan itu milik Tuhan semesta alam dan diluar itu semuanya serba relatif. Ngga ngeh ? sama !.&lt;br /&gt;Masih kata dia : kompetisi memang wajar dan sudah khitahnya begitu, tapi soal menang dan kalah itu relatif. Yang ada hanyalah kalah tapi.... dan menang tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasianya adalah All Count (semua dihitung). Apa iya kalah telak ? apa benar ada menang telak ? coba lihat lagi kata teman saya itu. Selama beberapa hari dirumahnya saya disuguhi berbagai tontonan DVD yang bila dipilih secara acak dengan mata tertutup pun semua ceritanya mengandung hukum keseimbangan mutlak. Dan saya rasa ini sebutan saja karena ia sering terlihat ada, mendominasi, dan sangat terasa. Namun karena harus di uraikan dengan bahasa tulis ia jadi terdengar ”wah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngga tahu mengapa disuruh nonton DVD, bukannya menjelaskan kondisi real hidup sesungguhnya malah disuruh nonton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tonton sajalah” katanya sambil tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih film ”The Promise”. Sebuah film korea keluaran tahun 2005 yang dibintangi Cecilia Cheung dan Jang Dong Gung ini bercerita tentang relativitas yang tadi. Karena terus menerus hidup miskin dan hidup bergantung dari belas kasihan orang lain seorang pengemis perempuan cilik rela menukarnya dengan kebahagiaan. ”kau akan makan makanan terenak yang pernah ada di bumi, mengenakan pakaian terindah yang hanya akan dibuat khusus untukmu, dan tinggal dalam kehidupan mewah hanya dengan satu kutukan kecil saja, "Kau tak akan pernah menemukan cinta, sampai air terjun berubah arah dan waktu bisa diputar kembali” begitu tawaran dewi Mayshen padanya. Dan benar saja tujuh belas tahun kemudian ia telah menjelma menjadi seorang permaisuri raja yang glamor, hanya saja ia tak bahagia !. Ah sementara ia kerap melihat semua orang bahagia setelah menmukan cinta walau sesulit apa keadaannya. Nah disini letak menang relatifnya ia menang menjadi permaisuri yang glamor.. dan kalah relatifnya adalah tak pernah menemukan cinta. Lalu bagaimana ? apakah air terjun bisa mengalir mundur dan waktu bisa diputar ulang ? well jangan khawatir film ini happy ending.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film kedua sengaja dipilih ”City of Angel”. Film keluaran medio tahun 90 an dibintangi oleh Meg Ryan dan Nicholas Cage. Bercerita tentang seorang malaikat yang selalu berbahagia menuntun kesadaran manusia. Mengiringi semua apapun yang dilakukan manusia, berada di alam ketenangan, kedamaian abadi, yang notabene merupakan impian terdalam manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malaikat melihat kehidupan manusia timbul keingin-tahuannya, godaan terpaan angin pagi, deru ombak laut, kehangatan cahaya matahari, beragam pilihan menjalani hidup, dan yang paling penting : hati yang tengah mencintai. Hal-hal itu membuatnya memutuskan untuk hidup sebagai manusia biasa. Tapi sementara disisi lain (dunia) manusia sering dibuat iri pada kedamaian, ketenangan hidup dan kebahagiaan yang tanpa harus banyak bertanya apa dan kenapa. Kita tak henti-hentinya mengejar semua itu tapi yang ada malah kebalikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi ini kita melihat dua dunia yang saling berkaca-kaca. Manusia melihat malaikat serba indah, damai, nyaman, sempurna, penuh welas asih. Sedang malaikat dalam cerita itu melihat manusia sebagai sosok makhluk yang memiliki free will (kebebasan untuk memilih), menjejak langkah, mencecap segala keindahan versi mereka sendiri. Sungguh aneh, bahkan apa yang sempurna dimata kita tidak selalu dilihat sama oleh orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita berlanjut, setelah menjatuhkan diri dari gedung yang amat tinggi kini sang malaikat hidup sebagai manusia biasa. Merasakan semua emosi, rasa sakit, dan juga menemukan cinta. Tapi ia belum belajar satu hal : kebahagiaan manusia itu tak pernah kekal. Maka sekarang hukum fana itu berlaku juga pada dirinya. Hanya sehari mereguk bahagia bersama sang kekasih, beberapa jam kemudian kekasih itu tewas dalam kecelakaan. Sekarang ia terpuruk pada rasa sepi dan kesendirian yang menyakitkan. Perjalanannya sebagai manusia seakan menuju ke kesenyapan, cinta dan kebahagiaan sekarang tersimpan di tempat yang hening.  Saat itu dia menyadari satu hal : tak ada lagi yang harus disesali, semua keputusannya menjadi manusia biasa adalah freewill yang yang tak akan pernah disesalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipagi buta yang sejuk saat para malaikat -yang dulu teman-temannya- berkumpul untuk memberkati hari ia memutuskan sesuatu untuk hidupnya : hari ini ombak masih ada ! saatnya melanjutkan hidup .&lt;br /&gt;Sampai subtitle film itu selesai, sampai soundtrak lagu-lagu indah itu usai saya masih dibuat tercenung. Ah tak ada yang mutlak. Tak ada yang abadi, bahkan bahagia dalam perkara semisal memenangkan kompetisi itupun buat saya jadi tampak samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembandingnya adalah bahagia, maka dalam setiap kemenangan atau kekalahanpun selalu ada tempelan embel-embel di belakangnya : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tapi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Saya memang menang, tapi...&lt;br /&gt;Saya mungkin kalah tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perjalanan hidup memang sekadar menemukan sudut pandang, lantas adakah kehidupan manusia yang mutlak sempurna ?&lt;br /&gt;Adakah kehidupan yang tak seimbang ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja sekali lagi !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-53538148333177168?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/53538148333177168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=53538148333177168' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/53538148333177168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/53538148333177168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/04/menang-tapi.html' title='Menang Tapi'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/Sfh-btBNOmI/AAAAAAAAAGg/PQOCDaKn-yA/s72-c/1107wallpaper-2_1280.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-7153754490643300596</id><published>2009-04-16T21:39:00.002+07:00</published><updated>2009-04-16T21:46:25.041+07:00</updated><title type='text'>Inner Strength</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SedDhXw0LpI/AAAAAAAAAF4/LztK97w4st8/s1600-h/jaguar-looking-1147337-sw.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SedDhXw0LpI/AAAAAAAAAF4/LztK97w4st8/s320/jaguar-looking-1147337-sw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325299324982406802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook yang gila-gilaan. Saya keranjingan situs jejaring sosial itu akhir-akhir ini. Bagaimana tidak,  meski secara fisik tidak bertemu tapi saya masih bisa ngobrol ngalor ngidul dengan teman-teman semasa sekolah yang dulu suka kabur bareng menghindari jam pelajaran tertentu, rasanya menyenangkan menimpali komen komen yang masuk. Yah meski sebenernya banyak yang gak penting dibahas tapi itu mendekatkan kami kembali, its great!. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sepuluh tahun. Para tukang kabur itu kini banyak yang sholeh, kecuali saya mungkin -hahaha- selama sepuluh tahun itu pula kami tak tahu kabar masing-masing, maklumlah teknologi selular dulu masih mahal. Dan saya dibuat tercengang oleh para teman, adik-adik kelas dan para sahabat saya sekarang. Ada yang sudah jadi ayah atau ibu, bidang pekerjaannya pun selain berlainan juga jorok. Maksud joroknya adalah menjelajah kemana-mana. Bolak-balik ke Singapura, magang di Jepang, rapat di New York, tiga bulan sekali harus ke Australia, presentasi di Manila, dua minggu di Hanoy, setengah bulan di Cape town. Gila ! buat saya gila karena semasa kami sekolah dulu saya tak bisa melihat akan sejauh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lulus pas jaman krisis, dua tahun kejatuhan orde baru semua serba tak pasti. Hampir tak ada jalan. Saya ingat di lantai dua ruang praktek kami sering membicarakan apa saja kecuali masa depan, karena masing-masing dari kami tak tahu apa yang akan terjadi. Bila guru-guru kami membicarakan pekerjaan, maka kebanyakan kami menerawang kemana kira-kira akan kami pergi. Lalu semua buyar tanpa bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata krisis bukan jaminan kami tidak bisa meneruskan hidup, krisis bukan penghalang kemana kami harus pergi, menapaki jalan yang sama sekali baru dan asing, tak ada siapa-siapa, bahkan tanpa direncanakan perjalanan sejauh ini. Yang ada hanya menjalani. Lalu dimana keberanian itu muncul ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan rumah, bekerja, menghadapi kehidupan baru sambil menjalaninya bertumbuh. Saya tahu semua pada awalnya sangat sulit bahkan tak jarang sekarangpun masih tetap saja menemui kesulitan tapi kebanyakan tak menyerah. Malah merangsek maju dan melewati kesulitan. Dari mana keberanian itu muncul ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengagumkan jika mendengarkan ceritanya. Beberapa teman berani, karena percaya hal ini : perjalanan jauh berkilo-kilo meter itu dimulai dari langkah pertama. Beberapa teman meyakini bahwa satu-satunya hal yang paling disesali nanti adalah karena sesuatu yang tak coba dilakukan. Dan yang lainnya berani karena satu-satunya cara untuk berhasil adalah mempertaruhkan segalanya termasuk melangkah dari zona aman ke zona yang tidak diketahui rimbanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman terinspirasi oleh tabiat elang laut : saat akan ada badai dimana makhluk lain menyingkir menghindar maka sang elang malah terbang tinggi melewati badai. Semua untuk harapan. Sebuah harapan untuk hidup yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah situasi krisis yang menakutkan itu ternyata memiliki efek yang sama dengan situasi yang menunjukan kekuatan kita yang sebenarnya, inner strength !. ternyata malam yang luarbiasa gelap dan menakutkan itu hanya menunjukan kalau pagi akan segera tiba. Yah ternyata krisis pun berguna. Ia hanya menunjukan bahwa kita harus lebih berani, bila berhasil melewatinya tak diragukan bahwa semua akan memperkaya kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih takut ? oh ya haruskah ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-7153754490643300596?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/7153754490643300596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=7153754490643300596' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7153754490643300596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7153754490643300596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/04/inner-strength.html' title='Inner Strength'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SedDhXw0LpI/AAAAAAAAAF4/LztK97w4st8/s72-c/jaguar-looking-1147337-sw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-7908511694757986118</id><published>2009-04-02T22:12:00.004+07:00</published><updated>2009-04-16T21:47:54.226+07:00</updated><title type='text'>PS: Ditunggu Segera !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SdTWuUwc-hI/AAAAAAAAAFw/FcZ1QhgtTCk/s1600-h/koh-i-noor-diamond-aeaxd4-xl.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SdTWuUwc-hI/AAAAAAAAAFw/FcZ1QhgtTCk/s320/koh-i-noor-diamond-aeaxd4-xl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320113151165659666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya di facebook bilang : ”pemilu sekarang "binun" ya milih mo contreng yang mana, gak ada yang mau jadi nomer dua, semua  nomer satu ”. Ya memang membingungkan, beberapa minggu belakangan ini politik menjadi eforia yang mau tak mau di alami semua orang. Ratusan banner dengan foto caleg dari yang cakep dan dibikin blur supaya kelihatan terpaksa cakep plus sholeh, tampak jelas terpampang di jalan-jalan utama. Debat partai tampak saling bertolak belakang, beberapa malah saling berbalas pantun, ada partai memprotes program pemerintahan yang sekarang, sampe ketua umumnya nangis2, eeh sekarang malah bikin iklan besar2 mendukung program itu. Ampun DJ !. Benar-benar tidak mendidik, anak2 muda yang masih sehat pikirnya bisa dibuat alergi politik oleh perilaku generasi tua yang tidak kunjung sadar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mau milih juga gamang. Gamang pada perubahan yang mungkin terjadi tapi lebih nestapa pada perubahan yang malah memerosotkan dompet semua orang. Masalahnya, hidup di dunia yang nyata ini sederhana saja. Sejalan dengan teori Maslow. Pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, aktualisasi diri. Tapi berkaca pada kehidupan saya sendiri, boro2 aktualisasi diri untuk sekedar memenuhi kebutuhan dasar itu saja harus pencet sana, pencet sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tidak memilih kok ya rasanya punya utang. Utang pada nenek2 renta yang masih berkeliaran dijalan menjajakan dagangan ataupun mengemis, utang pada para pengamen kecil yang belum punya hak pilih. Mereka menitipkan suaranya pada kita. Berharap kita menjadi mata bagi yang belum melihat, jadi kekuatan bagi yang saatnya melemah. Mereka menitipkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah bahasan menarik yang tak pernah ada habisnya. Ratusan judul buku mengenai kepemimpinan di bahas panjang lebar, teorinya dipaparkan sangat menarik, semua tampak ideal, untuk apa ? untuk melahirkan pemimpin baru yang di cintai, pemimpin yang memiliki ratusan juta tangan yang tak kelihatan untuk mampu mengatasi segala macam permasalahan hidup. &lt;br /&gt;Tapi seperti juga tulisan ini dan banyak tulisan lain, ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan oleh buku atau bahasa tulis. Sesuatu yang harus di alami sendiri, sesuatu yang  apabila disampaikan melalui media tutur kata  –kepemimpinan- hanya akan menjadi mentah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepemimpinan juga berarti ”mengalami” –menjadi- pemimpin. Ya, meski pengalaman bukan segalanya tapi banyak hal, hanya bisa diketahui setelah mengalaminya. Teori ber arung jeram itu tumpah ruah di internet, tapi bila tidak dialami semua teori2 itu akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak mudahnya memimpin. Di beberapa negara kita lihat politik seperti tornado yang mencerabut seluruh tatanan hidup yang di buat bertahun-tahun, dan imbas jelek nya selalu tumpah pada yang lemah atau yang dilemahkan. Beberapa negara mengalami peralihan kekuasaan yang sangat keras. Rakyatnya dipaksa melihat segala realitas diatas kesulitan yang bertambah-tambah. Di bagian benua Afrika, ada negara yang rakyatnya bisa benar-benar habis  karena perang saudara yang berkepanjangan. Untuk apa ? untuk ego, untuk power yang rasanya manis itu, untuk uang tujuh turunan, untuk pengakuan, untuk hal lain yang berada diluar kemampuan kita mengetahuinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pemimpin yang sukses ? tentu ada. Para pemimpin pendahulu yang berhasil jadi pemimpin negara biasanya terlebih dahulu berhasil menjadi pemimpin agama. Seperti lebah yang mengambil inti sari segala kebaikan bunga, lalu di dalam dirinya semua sari bunga itu diolah dalam bentuk madu yang siap di bagikan pada siapapun yang membutuhkan tanpa memandang segala status, keyakinan dan segala batas lainnya. Dengan kata lain ia berhasil mengejawantahkan inti sari dari keyakinan nya ke dalam keseharian kepemimpinan yang di emban nya saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui  biografinya kita lihat bahwa kepemimpinan itu kebanyakan dari hidupnya adalah service. Seseorang yang memimpin ialah seseorang yang men-service rakyatnya, ia meledak hebat karena motif nya mempertahankan diri bergeser menjadi melayani masyarakat, ia jadi wakil Tuhan dalam hal kewenangannya yang luarbiasa. Pernah dengar seorang pemimpin yang menaklukan hampir separuh dunia dan bertahan dalam kurun waktu yang lama ? ya seorang  pemimpin negara sekaligus pemimpin agama. Ia yang kita shalawati sepanjang hari. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu sekarang bagaimana? Pemimpin seperti itu tidak dilahirkan sekali dalam seribu tahun. Pemimpin seperti itu privilege nya yang Maha Kuasa,  kapan akan turun atau di turunkan mengurusi dunia adalah rahasia besar. Alih-alih menunggu Tuhan, menurunkan pemimpin dari langit lebih baik kita mencarinya sendiri. Dengan keyakinan bahwa dari para calon pemimpin itu, Tuhan menyelipkan satu dua orang yang akan membuat rakyat negeri ini jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan alih-alih alergi pada politik, bukankah sebaiknya para generasi muda yang melihat apa yang terjadi sekarang menjadikannya sebagai pelajaran agar hal seperti itu tak pernah terjadi lagi di masa depan. Jalan menuju kepemimpinan yang hebat tentu tidak mudah, tak akan ada kalungan bunga, resiko gagal nya selalu lebih besar. Tapi jika niatnya baik, anda akan di doakan oleh kami-kami yang lemah, di dampingi mereka yang bijak, dan dilindungi oleh tangan-tangan lain yang lebih kuat dari pada landasan-landasan langit dan bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tunggu segera kemunculannya !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-7908511694757986118?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/7908511694757986118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=7908511694757986118' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7908511694757986118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7908511694757986118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/04/ps-ditunggu-segera.html' title='PS: Ditunggu Segera !'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SdTWuUwc-hI/AAAAAAAAAFw/FcZ1QhgtTCk/s72-c/koh-i-noor-diamond-aeaxd4-xl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-7800491513143711729</id><published>2009-03-26T07:12:00.010+07:00</published><updated>2009-03-26T09:00:37.922+07:00</updated><title type='text'>Dr. Rodriguez. Who ??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/ScrddL6DRnI/AAAAAAAAAFI/bnlGrE7nss0/s1600-h/genhosp.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 281px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/ScrddL6DRnI/AAAAAAAAAFI/bnlGrE7nss0/s320/genhosp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317305803546510962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Miris. Menyaksikan makin banyaknya jumlah pengemis dan pengamen usia sekolah nyanyi-nyanyi tak jelas di jalanan, mereka ada hampir disetiap belokan. Indikator ini tidak baik. Banyak penopang ekonomi keluarga berjatuhan tanpa ampun (baca : di PHK). Para fresh graduate kepayahan mencari pekerjaan. Gaji yang kadang di bawah UMP / UMR sekedar menutup uang transpor dan makan, di tempat lain yang telah bekerja pun mulai habis masa kontraknya sedang disana banyak yang harus di sokong untuk bisa hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa hidup berbagai hal yang mungkin menghasilkan uang akan dilakukan. Pertama pekerjaan halal, lalu bila yang halal itupun sudah sulit maka beralih ke pekerjaan yang  -katakanlah- haram. Ini berbahaya, manusia se shalih apapun bisa tergoda bila orang terdekat yang disayanginya tergolek sakit atau meringis menahan lapar. Sementara uang tidak begitu saja jatuh dari langit. Nah kondisi sangat kekurangan dalam hal apapun bisa mendekatkan seseorang pada penghalalan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang bisa dilakukan ? adakah yang mau melakukan sesuatu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda yang telah memberdayakan orang lain, salut sanjung buat anda. Kehidupan yang anda beri seolah menghidupi semua manusia. Layaknya tangan yang menggenggam sekendi air, penyambung nyawa bagi yang membutuhkan. Hormat takzim buat anda yang sedang mulai untuk memberi. Mudah-mudahan tangan yang berkah menggugurkan segala laku jahat yang akan ataupun sedang terpikir untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di zaman sekarang uang lima ratus, atau seribu rupiah serba nanggung. Beli air mineral dapat satu, beli gorengan juga dapat satu dimakanpun nanggung. Meski duit seribu atau lima ratus rupiah serba nanggung tapi secara fungsi bisa berbeda lho. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi duit seribu atau lima ratus yang anda berikan ke pengemis, anak jalanan itu sempat memperpanjang umur mereka, bisa jadi menunda pikiran-pikiran  buruk yang sempat terlintas. Bisa jadi duit seribuan itu membuka pemahaman bahwa didunia yang kejam ini ada yang masih peduli dan mereka tak lagi merasa sendiri. &lt;br /&gt;seribu perak ? lima ratus rupiah ?? lebay ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi. Tak ada pemberian yang gagal. memang sih kita juga sering dengar tentang mafia yang mengorganisir mereka. Membongkarnya pun tak pernah menyelesaikan masalah. Tapi dari lima ratus atau seribuan yang anda berikan, energi itu tak akan pernah hilang ia hanya akan berubah bentuk, berubah kapasitas yang satu saat akan kembali ke kita berkali lipat banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah dengar cerita ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebuah rumah mewah dipinggiran kota New York, seorang nyonya muda mendengar ketukan lemah dipintunya, ketika pintu dibuka seorang bocah lelaki kurus kering berdiri dan meminta sumbangan. Nyonya itu menyuruhnya masuk lalu memberinya sepiring makanan dan segelas besar susu hangat. Setelah beberapa waktu pengemis kecil itupun mohon diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa puluh tahun kemudian tersiar kabar bahwa usaha suami nyonya -yang sekarang sudah tidak muda lagi- itu jatuh bangkrut. Suaminya telah meninggal dunia dan banyak harta bendanya dijual untuk menutup utang sang suami. Nyonya itu sekarang harus dirawat di rumah sakit karena penyakitnya. tak ada yang bisa dilakukan perempuan tua itu selain menghitung berapa besar utangnya nanti. Hari-hari setelah operasi makin menggelisahkan. Kegelisahan dan detak jantung yang cepat dialami pula oleh dokter yang memimpin rumah sakit itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya bagi suster untuk menyerahkan semua rincian biaya-biaya, tapi sebelum nya sang nyonya menceritakan bahwa dirinya tak akan sanggup membayar segala biaya meskipun ia harus bekerja keras selama sisa hidupnya. Tapi suster itu malah tersenyum. Tangan nyonya itu bergetar hebat menerima beberapa lembar kertas yang disodorkan kepadanya, ia tak sanggup melihat deretan angka-angka yang muncul. Tapi akhirnya dengan susah payah ia mengumpulkan keberaniannya untuk membaca tulisan yang tertera di kertas tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenit kemudian air matanya meleleh. Beberapa kertas ditangannya terjatuh bibirnya mengucapkan kata-kata syukur pada Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;mau tahu kenapa ? di bagian bawah kertas rincian biaya itu ada tulisan kecil-kecil begini bunyinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"telah dibayar lunas dengan sepiring makanan enak dan segelas besar susu hangat"&lt;br /&gt;tertanda Dr Adrian Rodriguez kepala Rumah sakit Miami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Maksudnya ?? sepiring makanan dan segelas besar susu bisa jadi asuransi kesehatan dikemudian hari ?? ha ha ha. Para ekonom bisa gila, para analis keuangan  bisa mati gaya (deu !!). Gimana itungannya ? apa iyaaaa ?  ngawur loe gi !! )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngga tahu cerita itu beneran apa ngga. Tapi pelajaran yang bisa diambil adalah : jangan pernah menyepelekan pemberian sekecil apapun. mungkin sekeping lima ratusan atau seribuan, kecil dan tak begitu berarti. Tapi bagi mereka yang sedang berjuang mempertahankan hidup di jalanan bisa begitu berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari cerita itu : bisa jadi sepiring makanan dan segelas susu -tempo hari- dicerna di tubuh pengemis kecil itu dan berubah menjadi darah yang mengalir, menyambungkan sehari lagi nyawanya, darah yang mengantarkannya ke nasib baik lain dimasa depannya dan kelak menyambungkan lagi nyawa-nyawa lain yang hampir putus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara nyonya itu memutuskan untuk mengambil peran : menjadi jalan untuk satu kehidupan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kediaman_Nya, Tuhan Yang Maha Pengasih menyaksikan semua sequence (rangkaian kejadian) ini memutuskan membalasnya suatu saat, sebuah rencana yang tak bisa di perkirakan sebelumnya. Kejutan dari arah yang tak terduga, speechless !. Rangkaian Kasus semacam ini bila di "googling" akan banyak kita temukan. Dan terjadi tidak satu atau dua kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ! kepakan sayap seekor kupu-kupu di New York bisa menjadi badai tornado di Miami. Kebaikan "kecil" yang bahkan dilupakan pemberinya telah dikembalikan lagi, berlipat-lipat banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang mau mengambil peran seperti Nyonya itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi itu tidak mudah. Perlu orang dengan kualitas lain untuk lapang dalam melakukannnya. Perlu trik ikhlas khusus yang membuat seseorang yang di beri tidak lantas merasa berhutang budi. Tapi ah, orang sehebat anda, saya yakin sudah sering melakukannya. I never doubt that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan memberi pada seseorang sudah pasti akan mendatangkan kebahagiaan tersendiri, mungkin sekarang mulai lagi menyiapkan uang recehan. Mungkin tak pernah ada jaminan orang yang kita beri akan membalasnya. Tapi yakinlah saja bahwa ada Yang Maha Menyaksikan yang kelak membalasnya dalam bentuk lain, disuatu tempat yang tidak terduga. Dan tak pernah kita tahu kapan dan dimana tepatnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima ratus, seribu, seratus ribu, sejuta rupiah. Atau malah memberdayakan sekalian. Ah terserahlah. Buat Tuhan tertawa terbahak-bahak melihat ulah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, selamat memberi !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-7800491513143711729?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/7800491513143711729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=7800491513143711729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7800491513143711729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7800491513143711729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/03/dr-rodriuez-who.html' title='Dr. Rodriguez. Who ??'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/ScrddL6DRnI/AAAAAAAAAFI/bnlGrE7nss0/s72-c/genhosp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-3246870772963256123</id><published>2009-03-19T21:22:00.008+07:00</published><updated>2009-03-20T23:05:05.901+07:00</updated><title type='text'>THE SEQUENCE, RANGKAI PERTEMUAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/ScJa6NGgnJI/AAAAAAAAAEg/B55Lzjq-0Zg/s1600-h/fajar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/ScJa6NGgnJI/AAAAAAAAAEg/B55Lzjq-0Zg/s320/fajar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314910466246483090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang teman lama. orangnya baik, penuh semangat hidup. Buat saya yang semangatnya suka byar pet seperti listrik PLN bertemu dengan seseorang seperti dia adalah berkah. Bagaimana tidak, semangatnya itu menulari saya yang dari pagi sudah lima watt, lalu serta merta energi saya naik tajam kayak dolar, sebelas ribu delapan ratus watt. mencorong terus dan pada sore hari pas orangnya pergi energi turun lagi jadi sepuluh watt. Ampun dah!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi kepikiran. Andai kita tak bertemu guru-guru kita sepertinya kita bakalan hidup dalam gelap alias zaman jahiliyah, tak bisa baca tulis, tak bisa ngitung duit, tak kenal sejuta itu berapa nolnya. Andai tak bertemu dengan teman2 SD yang mengajarkan bagaimana melakukan relasi tentu saat ini kita sangat payah mengenali orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan teman2 SMP yang mengajarkan  tentang betapa hebatnya suatu hubungan maka selamanya kita takkan mengenal cinta monyet yang membuat kita tertawa lebar2. Jika saja tak pernah bertemu/ dipertemukan dengan teman-teman SMK atau SMU maka kita tak akan pernah bisa membaca diri sendiri bergaul dengan mereka menyadarkan saya  bahwa pertemuan dengan siapapun adalah sebuah "gift"/ hadiah, mereka mengajarkan sedikit banyak tentang jati diri saat itu. Lalu bertemu lagi dengan teman2 saat kuliah kita jadi tahu apa yang kita inginkan saat ini dan nanti. Bertemu dengan teman2 sekerjaan saya jadi tahu dimana posisi saya dan harus ngapain dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks God for you guys ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa hebatnya rangkaian pertemuan-demi pertemuan yang terjadi dalam hidup kita. Izinkan saya menyebutnya : Sequence / rangkaian pertemuan atau rangkaian kejadian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya nyaris tertabrak truk tempo hari efek berikutnya saya jadi lebih hati-hati. Efek lain saya jadi mewanti-wanti semua orang yang saya kenal. efek lainnya lagi saya jadi tahu rasanya kehilangan, sequnce terjadi dan terus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa sequence adalah unik. Peristiwa dipertemukannya kita dengan seseorang atau dengan suatu kejadian adalah "sengaja diatur" agar kita menyadari sesuatu. Tak harus tahu saat itu. tapi itu akan membekas dalam ingatan kita. lalu satu saat kita akan bilang : aha ! ternyata untuk sampai disana saya harus belok kesini dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, peristiwa sequence tidak selamanya menyenangkan. Terkadang dalam sebuah sequance terjadi konflik panas yang hebat. Pertengkaran, musuhan, males ketemu, males ngeladenin, masih ada sedikit dendam. Ya kadang menyakitkan kadang sampe parah... (deu!). maaf terlalu mendramatisir. Jangan terlalu serius ya .. haha !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beneran. Tidak semata-mata kita bertemu seseorang -dengan berbagai rupa dan watak melainkan ada maksudnya. Tapi apa sih maksud nya kita dipertemukan ? saya juga ngga tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri setiap orang terkandung kompleksitas yang luar biasa. Tapi dari segala kompleksitasnya yang rumit itu kita masih bisa melihat beberapa cahaya berpendar-pendar dalam laku teman-teman kita atau mereka2 yang hadir di hidup kita dulu dan sekarang. Dan itu adalah salah satu kualitas terbaiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin pernah bertemu seseorang yang sangat biasa2 saja tapi kebaikannya begitu mencengangkan, beberapa dari mereka sangat cerdas. Meski kasar tapi bersedia mengajari kita matematika yang rumitnya bikin kita berkerut-kerut. Atau prestasinya setara dengan kita tapi dia bersedia duduk sebangku dan mendengarkan dengan setia. Atau bisa jadi orang itu pendiamnya minta ampun tapi pintu rumahnya terbuka untuk kita setiap saat, kapan saja. Saya yakin anda mengerti maksudnya dan punya banyak contoh lebih banyak dari saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja kualitas itu. Indah bukan ?. Selalu ada kualitas terbaik dalam diri setiap orang termasuk dalam diri kita. Tidak mungkin tidak !. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup sequence adalah tidak terelakan. Kita akan selalu bertemu orang-orang, kita akan mengalami banyak peristiwa. Bila terpaku pada pahitnya maka seumur-umur semua jadi pahit, tapi bila berlaku proporsional bahwa tak selalu yang pahit itu racun maka kita juga akan paham bahwa selalu ada sisi baiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengajak untuk melihat lebih dekat siapapun yang ada, sesuatu yang pernah hadir dalam hidup kita yang singkat ini, selalu : melihat hanya kualitas-kualitas terbaiknya saja. dan soal yang tidak enak - tidak enak itu sebaiknya di maafkan saja, bukankah dalam diri kita juga ada kulitas lain yang harus dimaafkan oleh keluarga, istri/suami, anak2, teman teman dan para sahabat kita ?. Tentu semua akan berat. Tapi mengingat-ingat yang tidak enak adalah seperti menyimpan telur yang sudah busuk di saku celana dan selalu kita bawa kemana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana kita tersadar satu hal : jika dalam diri kita ada dua kualitas: baik dan buruk. Maka selanjutnya kita ingin dikenal seperti apa ?, seperti bagaimana ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah saatnya menonjolkan kualitas terbaik itu dengan lebih maksimal. Dan mengecilkan kualitas-kualitas lain yang sifatnya hanya akan merugikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mata kita hanya melihat hanya yang indah-indah saja dari anggota keluarga para teman dan para sahabat kita dan siapapun yang singgah di hidup kita, bukankah kehidupan ini jadi lebih indah lagi untuk di jalani, lebih ringan untuk di gerakan, dan lebih abadi untuk di kenang ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-3246870772963256123?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/3246870772963256123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=3246870772963256123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3246870772963256123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3246870772963256123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/03/sequence.html' title='THE SEQUENCE, RANGKAI PERTEMUAN'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/ScJa6NGgnJI/AAAAAAAAAEg/B55Lzjq-0Zg/s72-c/fajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-1739319937213854554</id><published>2009-03-11T19:35:00.007+07:00</published><updated>2009-03-11T20:40:17.029+07:00</updated><title type='text'>Melewati ketidakpastian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/Sbe8RSpcgcI/AAAAAAAAAD4/IgcxTpC4VA0/s1600-h/galadriel15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/Sbe8RSpcgcI/AAAAAAAAAD4/IgcxTpC4VA0/s320/galadriel15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311921290756260290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tambah satu tak pernah dua&lt;br /&gt;bingung ya ? ha ha .. sama.&lt;br /&gt;kalo dalam matematika 1+1 = 2 adalah hal yang lazim, tapi kalo menghitung apapun dalam hidup kita yang real ini 1+1 = 2(X). Ya ada X disitu. X ? kok bisa sih ada X &lt;br /&gt;disitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpamanya begini : bulan ini kita nabung ke bank 1 juta rupiah lalu bulan depan 1 juta rupiah lagi, di bulan ketiga apakah akan jadi 2 juta rupiah ? belum tentu. bisa jadi kurang beberapa puluh ribu karena kena potongan administrasi, bisa jadi 20 juta karena dapat undian, bisa malah hilang sekalian karena di gondol orang. Nah maksud saya disitulah posisi X nya. Di kemungkinan yang terjadi, di ketidakpastian yang tahu-tahu muncul. Kita mungkin sering menemukan situasi seperti ini di keseharian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok ada ya hukum semacam itu ?. Karena tak terlihat dia hampir ditiadakan, meski kurang ter ekspos ternyata tak mengurangi kekuatannya. Setelah kejadian barulah kita menuntut segala detil penjelasan yang masuk akal apalagi jika ternyata efeknya sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si faktor X ini datang tak diundang. Tak bisa diramalkan namun bisa menggoyahkan hidup kita. Seperti dulu saat pertama kali penyakit cacar ditemukan di Eropa ia lantas meruntuhkan keyakinan bahwa penyakit yang paling mematikan adalah influenza. Apa yang ada di luar pengetahuan kita selama ini ternyata lebih besar dari pada apa yang kita perkirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain kerja faktor X bisa seperti ini :&lt;br /&gt;setelah lama mengusahakan segala sesuatu agar tujuan tercapai ternyata di akhir malah terjadi kekacauan. Atau setelah lama hidup dalam kepatahan - maksudnya masuk ke situasi terparah sampai terpukul- eh diakhir malah mendapat kesuksesan dan menjalani &lt;br /&gt;hidup mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua contoh diatas kita melihat bahwa faktor X ini bisa menjadi sangat berpengaruh mengalahkan segala kalkulasi dan kepastian yang kita usahakan. Ia tak bisa di kalahkan oleh kepastian yang kita kumpulkan bertahun-tahun, data-data kedatangannya tak bisa diramalkan dengan kalkulus setinggi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X adalah simbol segala sesuatu yang misterius. Berada diluar pengetahuan kita, ia bersemayam di alam yang senyap, sendirian. Ia merepresentasikan segala hal yang &lt;br /&gt;sifatnya tidak pasti, kemungkinan yang lain, tak terjelaskan, gaib. Ia bisa bersifat penambah, pengurang, pembagi dan pengali yang sulit dihitung. Kemunculan dan ukurannya tak bisa diduga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa akan menyebutnya : LUCK atau BAD LUCK !. Tapi seperti sifat elemen-elemen buatan Tuhan yang lain : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ia hanya datang pada saat yang tepat&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sifatnya yang opportunistik si faktor X ini bisa membuat seseorang yang tadinya pemberani menjadi sangat pengecut, atau malah jadi pemberani sekalian tergantung dari arah mana menjalaninya. Si X ini mengerem segala congkak kalkulasi untung rugi, lalu menghasilkan pasrah dan santun. Si X ini pula yang mengobarkan semangat juang para pesimis untuk hayo maju sekalian, lalu di akhir juga menghasilkan santun dan pasrah pada ketentuan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar paham faktor X ini berarti belajar hidup di daerah keseimbangan. Kita tak jadi fatalis melihat hidup, bukan karena terus gagal lalu berpikir semua selesai sudah , no ! Biarkan diri kita melihat sejauh mana faktor X ini bekerja di hidup ini, memberinya kesempatan kedua, ketiga, keempat dan kesekian kalinya. Just give it a try, another shoot to see how far life can bring us !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengajak anda untuk tidak takut, mengajak anda untuk jadi pemberani sekalian. Dan kalo selama ini saya mengajak anda, maka ajakan itu pertama-tama berlaku untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu seberapa sempit jalan untuk dilalui, seberapa dalam kolam berlumut yang kelihatannya mengerikan itu dan tak tahu faktor X apa yang sedang menunggu disana. Tapi haruskah diam ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keseharian kita yang sangat biasa-biasa saja, dimana tautan masalah berupa-rupa, datang dan pergi. Semua bisa tampak sangat gamang, sempit dan sulit dilewati. Tapi lewatilah, hadapi saja. Melakukan yang harus dilakukan. Jika memang itu satu-satunya jalan dimana bahagia menunggu kita .. Ayo jangan takut !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-1739319937213854554?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/1739319937213854554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=1739319937213854554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1739319937213854554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1739319937213854554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/03/melewati-ketidakpastian.html' title='Melewati ketidakpastian'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/Sbe8RSpcgcI/AAAAAAAAAD4/IgcxTpC4VA0/s72-c/galadriel15.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-8889446852292496038</id><published>2009-03-06T19:59:00.004+07:00</published><updated>2009-03-11T20:30:09.190+07:00</updated><title type='text'>You Gotta Be... !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SbEkYXM7ptI/AAAAAAAAADw/1THRHXb4ce0/s1600-h/vicces_funny_003392.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 268px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SbEkYXM7ptI/AAAAAAAAADw/1THRHXb4ce0/s320/vicces_funny_003392.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310065436610242258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yess! Kita hanya akan jadi kuat setelah melewati hal terjelek, kejadian terparah, hidup ter "suck". Tidak usah takut anda mungkin jadi terlihat buruk. Tapi "kulit" anda akan lebih keras, "apa yang ada didalam" akan lebih kuat lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh C' mon, untuk hari ini bergembiralah bersama lagu dari Desree (tetangga saya suka bilang de'sri, mungkin dia pikir orang jawa kali ya), klik saja bar disebelah kanan anda . Ya yang itu, "the most stronger lyric ever".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak lagu yang punya lirik sangat kuat dan ini salah satu favorit saya. Tiap mendengar lagu ini saya jadi ingat kalo saya masih punya Satu hari untuk dihadapi, Satu hari dimana kepala saya tidak boleh tunduk, dan menantang masa depan yang penuh kemungkinan, Satu hari dimana hidup dirayakan dengan suka cita, oh come on ! putar musik favorit itu dan lepaskan segalanya, sebab hari ini milik anda, jam ini, detik ini. Ya tentu saja selalu milik anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu "you gotta be" menginspirasi saya yang penakut abis, pesimis abis. Ceritanya satu saat saya melihat sebuah  kesempatan utk mendapatkan apa yang saya inginkan, katakanlah pekerjaan impian, karena berasal dari PTS biasa saya sempat down. Tapi saya coba saja mengirim aplikasi, lama berselang akhirnya dapat panggilan test di FEUI Depok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya luar biasa senangnya dan benar-benar tak menyangka  (kalo mungkin saya akan numpeng utk selamatan hahaha). Dan begitu datang ke FEUI. anjrit ! busyet! gilaa ! 300-450 an peserta dan rata2 para lulusan universitas "top of the top of this country" saat itu sempat down lagi tapi saya yakin saja. Dan untuk menghilangkan gugup saya koleksi no hp para saingan saya itu, dan Alhamdulillah sampai saat ini kami masih berhubungan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan keyakinan saya terbukti benar: saya benar-benar gagal..! haha. Tapi saya senang dapat kesempatan ini. Satu pelajaran lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tanya sana sini, ternyata mereka juga sama dag dig dug nya, sama gugupnya, sama tak yakinnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang kerumah, down karena gagal, saya dengerin lagu ini berkali kali. Semangat saya bangkit lagi, meski entah kapan saya bisa dapat pekerjaan impian...haha.. keep looking man !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah setidaknya saya bisa nambah teman. Bila satu pintu tertutup artinya tiga juta pintu telah terbuka, betul tidak ?. Lagi pula saya masih bisa coba lagi tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap anda pun pun punya lagu anda sendiri, soundtrak pribadi yang akan membuat anda tersenyum sepahit apapun, tertawa meski hati berat, lapang meski dari "dalam" berdarah-darah dan mungkin mengubah hidup anda dari si pesimis jadi si optimis !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk sekarang, saya paksa anda bernyanyi bersama artis hitam manis kesayangan saya, Desree &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;".....You gotta be bad, you gotta be bold &lt;br /&gt;You gotta be wiser, you gotta be hard &lt;br /&gt;You gotta be tough, you gotta be stronger &lt;br /&gt;You gotta be cool, you gotta be calm &lt;br /&gt;You gotta stay together &lt;br /&gt;All I know, all I know, love will save the day..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya berdendanglah, Rayakan hidup anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaraaaang !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-8889446852292496038?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/8889446852292496038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=8889446852292496038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/8889446852292496038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/8889446852292496038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/03/you-gotta-be.html' title='You Gotta Be... !'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SbEkYXM7ptI/AAAAAAAAADw/1THRHXb4ce0/s72-c/vicces_funny_003392.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-7106845787760106131</id><published>2009-03-03T04:58:00.006+07:00</published><updated>2010-01-16T11:56:28.352+07:00</updated><title type='text'>Jawablah Aku !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SaxYgD8oNOI/AAAAAAAAADo/kBYZsKXDVY4/s1600-h/santaiman.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 254px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SaxYgD8oNOI/AAAAAAAAADo/kBYZsKXDVY4/s320/santaiman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308715368601629922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini saya baca majalah tarbawi kesukaan saya, saya mengenal majalah ini sejak tahun 2002 an. Awalnya sih gak suka, maklum dikasih DKM sebagai kenang-kenangan. Seperti segala sesuatu yang gratis saya sering lupa kalo justru yg gratis2 itulah yang membuat saya masih hidup, majalah teronggok begitu saja selama berbulan-bulan, hamnpir masuk tong sampah karena membaca bukan prioritas saya saat itu, sampai di hari minggu yang menyebalkan karena kamar sudah sumpek, akhirnya terbacalah majalah itu. Sekarang malah suka beli dan tulisan ini banyak terinspirasi dari sana. Saya ingat penulisnya Ahmad zairofi CS selalu mengena kalo sudah bikin tulisan yang "menggoyang" akal pikiran dan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk edisi maret 2009 ini judulnya "anak-anak juara yang menyejukan jiwa". Saya tersentuh sekali membaca anak-anak berprestasi ini, salah satunya kisah Adi Priyatna, pemulung yang berprestasi. Bagaimana ia mengais ais sampah, adik-adiknya menjadi pembantu tapi mereka tetap sekolah. Tapi satu hal yang membuat saya takjub saat melihat fotonya : tak ada seguratpun rasa malu diwajahnya karena pekerjaan pulung memulung sampah ini. Hanya lelah namun lelahnya diselubungi rasa bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, pekerjaan, status, materi,wajah sekalipun atau apapun ternyata tidak menentukan siapa dirinya, apa yang kita pakai apa yang kita makan apa yang kita capai apa yang... apa yang ... tidak ada sesuatupun yang menentukan diri kita. Lalu apa ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan-Nya Yang Maha Suci, Yang Maha Mutlak, Allah Ta A'la tersimpan segala rahasia kehidupan, segala kelahiran, kematian, suka duka, rezeki dan pasangan hidup setiap makhluk, dalam kitab-Nya yang nyata tertulis segalanya. Sampai helai daun kering yang ada ditengah hutan tergelap pun telah diketahui dan tertulis. Dan kita hanya menjalani apa yang telah tertulis di buku rahasia. Ya kita hanya berperan sesuai yang sudah tertulis disana. Tapi pertanyaannya apa peran kita ? apa yang sedang kita lakoni ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diri kitapun masih rahasia yang harus diungkap lalu bagaimana menemukannya? ya bertanyalah terus, bertanyalah ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa anda ? sedang berperan sebagai apakah ? kenapa berperan begitu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagusnya rahasia, adalah kita tak pernah benar2 tahu dan tidak pernah bisa memastikan akhir segala sesuatu ! well apa artinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya Tuhan memberi pilihan. memilih peran apapun sesuka kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa sih anda sebetulnya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat dimana anda berada anda adalah orang baik. Ketika sedang mengantri di mall, ketika makan di KFC, ketika nonton bioskop, ketika sedang takzim di mesjid atau sedang memasak dirumah. Dalam profesi misal sebagai pemulung sampah pun seperti Adi di atas, anda tetap orang baik. Meski dunia tidak sempurna kita masih memilih yang sempurna buat diri kita : Jadi orang baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hey buta ! lihat didepanmu ada lubang !"&lt;br /&gt;"hey miskin lihat sampah itu, itu rezekimu !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang buta dan orang miskin atau representasi apapun, mereka sejak lama sudah sadar diri mereka buta dan miskin, tapi ucapan sekeji itu tak akan keluar dari mulut kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bukan perbuatan kita yang membuat orang jadi sedih dan terluka, demi Tuhan itu bukan kita yang menyebar berita tidak benar. Juga bukan kita yang membunuh karakter teman sendiri demi promosi. Hal-hal semacam itu jauh dari hati kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia boleh berubah, boleh kejam, boleh bunuh-bunuhan, tapi bukan kita pelakunya. Karena kita sudah memutuskan jadi orang baik dan seiring berjalannya waktu kita akan menyadari ternyata peran kita yang tertulis di buku suci itu adalah pilihan kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin rezeki kita "segini aja" tapi bukankah itu tak bisa jadi ukuran yang menentukan siapa kita sebenarnya ?&lt;br /&gt;Mungkin dibanding beberapa teman, kita tetap paling payah. tapi apa itu juga pantas jadi ukuran ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa ? apa yang menentukan siapa ? siapa menentukan siapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HATI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebab ia berada di alam rahasia, tak nampak tapi memancar, tersembunyi tapi menentukan, dan konon dengan kasih sayang mereka-mereka yang masih punya hatilah yang membuat Tuhan berat menurunkan cobaan dalam bentuk pelajaran sekalipun. Ia getar terhalus, bisikan paling terdalam dan makhluk yang bercakap-cakap langsung dengan Penciptanya. Ia jujur sehingga pindah ke London atau Antartika pun ia akan mengatakan yang se jujur-jujurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin suatu saat ada yang bertanya ke anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"emangnya LOE siapa ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan gagah, ANDA si orang baik itu berdiri, tersenyum dan lantang menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini gue, ORANG BAIK!, sekarang jawablah aku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu siapa ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita doakan semoga selalu berbahagia orang-orang baik, semoga mereka bangga dalam berbagai representasi ataupun profesinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-7106845787760106131?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/7106845787760106131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=7106845787760106131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7106845787760106131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7106845787760106131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/03/malam-ini-saya-baca-majalah-tarbawi.html' title='Jawablah Aku !'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SaxYgD8oNOI/AAAAAAAAADo/kBYZsKXDVY4/s72-c/santaiman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-5921916295404299473</id><published>2009-02-26T20:15:00.004+07:00</published><updated>2009-02-26T20:26:18.909+07:00</updated><title type='text'>PS: Cinta Menunggu di Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SaaWjOA65hI/AAAAAAAAADY/W-zSaIlP6CI/s1600-h/dads.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SaaWjOA65hI/AAAAAAAAADY/W-zSaIlP6CI/s320/dads.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307094742704252434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keunggulan dilahirkan di zaman ini adalah mudahnya akses informasi. Dalam satu hari ini saja saya sudah baca dua kecelakaan pesawat terbang. Dan yang tadi saya saksikan saat pulang kerja adalah dua buah kecelakaan mobil. Hari sabtu sebelumnya masih di sepanjang ruas tol yang sama, dua kecelakaan terjadi lagi salah satunya mobil sedan yang terjun bebas ke areal pesawahan. Wow ada apa ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang nyaris "death" saya seperti dejavu. Dan tiap melihat, mendengar atau membaca yang topiknya kecelakaan saya suka parno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tahun 2003 saya dan beberapa teman menumpang mobil Avanza. Dari serang, kami berenam melesat ke arah Bandung. Hari itu kami berniat menghadiri pernikahan seorang rekan kerja kami. Saya ingat pagi itu jalan begitu lengang, udara masih sangat sejuk, kita sengaja berangkat pagi sekali untuk menghindari kemacetan dari arah Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baru kira2 lima menit kita jalan, dari arah berlawanan sebuah truk yang mengangkut bilah-bilah baja berat terlihat oleng, dalam jarak yang lumayan dekat tiba2 terdengar bunyi letusan yang keras, Duarr!. Teman saya langsung menginjak gas, dalam tempo sepersekian detik ia berusaha menghindari truk oleng yang melewati pembatas jalan tersebut. Alhamdulillah kami lolos. Tapi dari belakang, dengan mata kepala saya sendiri saya melihat truk yang massanya besar dan kecepatan tinggi langsung menghantam sebuah bis karyawan yang saat itu sedang penuh-penuhnya. Tujuh orang tewas seketika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yang dari awal perjalanan bercanda tak karuan mendadak diam, tak satupun bicara dalam hati kami masing2 sangat bersyukur sekaligus prihatin atas kejadian pagi naas itu. Obrolan pun berganti, dengan suara pelan kami berandai-andai jika saja terlambat maka lewatlah sudah. Dan jika "lewat" begitu maka ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya baru sadar. Seandainya hanya diberi waktu beberapa detik saja sebelum mati menjemput, apakah yang paling saya inginkan ? dan jawabannya tidak mengagetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didepan kematian yang temponya sepersekian detik dan jaraknya sepersekian meter itu segala ambisi ingin punya ini-itu hilang sudah. Di depan kematian, apa yang pernah saya banggakan luntur sudah, apa yang telah lewat/luput dari saya dan apa yang saya raih semua tak ada artinya. Bahkan segala kebencian, segala penyesalan, segala dendam habis sudah. Jika saya hanya punya waktu beberapa detik saja atau kesempatan kedua melanjutkan hidup, saya hanya ingin jadi orang yang lebih baik, just to be a better man !. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Tuhan ternyata saya sangat tidak siap dan mungkin sampai hari ini tak pernah siap jika harus mengalami yang namanya mati, maka betapa Maha Bijaksana nya Tuhan dengan merahasiakan kematian seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu ibu kita melahirkan kita, secara otomatis kita adalah milik orang tua, gedean dikit kita adalah milik masyarakat sebab segala aturan dan hukum bermasyarakat berlaku atas diri kita, disana kita adalah milik para teman dan para sahabat dan tetangga. Lalu bila kita sudah berkeluarga kita adalah milik suami atau istri dan anak anak kita. "KITA" yang saya maksud berarti manusia secara keseluruhan alias semua orang. secara universal, baik ortu, teman, sahabat, keluarga handai taulan. mereka adalah bagian dari hidup kita yang berprinsip hampir sama : mereka hanya menginginkan hanya hal-hal baik saja yang menimpa diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks, banyaknya orang yang begitu memperhatikan dan menyayangi sekaligus mendoakan kita itu seharusnya sense kita utk mencintai diri sendiri lebih besar dari mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be hold !, betapa berartinya keberadaan kita disisi mereka ! anda mungkin tak merasakannya karena senyuman sudah merupakan santapan tiap menit hidup anda. Saking seringnya meremehkan diri sendiri kadang kita tidak menyadari bahwa kita bukan lah manusia remeh temeh dimata orang-orang terdekat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu saya mengajak pembaca untuk lebih menyayangi diri sendiri terutama jika sedang berkendara. Boleh jadi profesi anda sopir truk, pengemudi taksi, atau pemilik mobil pribadi, pengendara motor sepeda bahkan pejalan kaki sekalipun. Saya berharap anda aware terhadap  diri sendiri, sehingga tak ada lagi mobil jungkar-jungkir di tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja ! banyak cinta menunggu dirumah, bukankah dengan datang utuh sampai rumah kita bisa mewujudkan satu cita-cita lagi : to be a better man/woman ! sebelum kematian yang jarak dan waktunya unknown itu datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-5921916295404299473?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/5921916295404299473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=5921916295404299473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5921916295404299473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5921916295404299473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/02/ps-cinta-menunggu-di-rumah.html' title='PS: Cinta Menunggu di Rumah'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SaaWjOA65hI/AAAAAAAAADY/W-zSaIlP6CI/s72-c/dads.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-8265351683340090131</id><published>2009-02-14T01:56:00.003+07:00</published><updated>2009-02-14T02:27:11.576+07:00</updated><title type='text'>Pilihan Dan Ketetapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SZXHrqoieUI/AAAAAAAAADI/-GwYXe2qtVE/s1600-h/03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SZXHrqoieUI/AAAAAAAAADI/-GwYXe2qtVE/s320/03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302363689291249986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu kerabat saya mengangkat seorang anak yang masih bayi. Saat itu sang bayi terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena masalah pencernaan, ketika saya datang jarum infus menancap dilengan mungilnya yang rapuh, tiap bangun tidur bayi laki-laki berusia 6 bulan itu tak mau lepas dari gendongan, tiap akan di tidurkan ia selalu menangis makin lama makin kenceng, akhirnya kami berenam yang ada di rumah sakit sepakat untuk gantian menggendongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasihan, orang tuanya sudah tidak bekerja. Anaknya banyak, usia sekolah pula, mereka tak sanggup beli susu, dia hanya dititipkan ke tetangga sedang orang tuanya kalang kabut cari uang. Tetangganya juga udah nyerah tak sanggup lagi karena mereka juga banyak anak dan penghasilannya cuma dari warung, bayi itu jarang di gendong, jarang diajak main" cerita kerabatku sambil sesenggukan, airmatanya meleleh perlahan. Matanya cekung karena kurang tidur, selain dia juga sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya itu yang menyebabkan sang bayi tak mau lepas dari gendongan. Diam-diam entah kenapa dalam hati saya ada semacam rasa sakit yang susah diurai. Menusuk ke ulu hati, kadang seperti menonjok-nonjok dan itu cukup membungkam saya seharian.  Di RS kami "keluarga" nya yang baru menungguinya selama seminggu, gantian menggendong, menjaga, mengajaknya bermain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada sesuatu disana. Mata yang polos, senderannya yang hangat, tawanya yang lepas. Rasanya melegakan merasakan lagi sesuatu yang tak bersyarat. Saat berlelah-lelah karena kurang tidur. Saat berdoa, kami baru sadar bahwa kami sudah jatuh cinta padanya, dan betapa menyenangkannya saat2 itu. Saat dimana cinta sudah tak dipusingkan oleh urusan pilih memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada satu hak yang paling dasar yang diberikan Tuhan ke manusia, pastilah itu adalah kebebasan untuk memilih. Dalam hidup, urusan pilih memilih adalah hal biasa. Beberapa kategori/pilihan ditimbang-timbang, dihitung, dipikir lalu diputuskan dengan harapan itulah yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata banyak hal yang ada di diri kita juga bukan hasil pilih memilih, nego, tawar menawar, pesen dulu atau lobi-lobi dengan Yang Diatas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bayi kerabat saya itu contohnya. Dia tak memilih hendak dilahirkan dimana, sukunya apa, wni apa bule, dari rahim ibu yang mana, atau ayah dengan jabatan apa yang hartanya se gimana. Kelahirannya di tengah situasi yang berat tentu bukan salah hitung. Terlahir agak kurus pastinya bukan karena gagal nego. Kurang terurus juga bukan karena telat ngurus absen saat ngelobi. Jika sekarang terbaring di RS juga bukan karena gagal nawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tawar-menawar ini akan dirasakan sangat kuat bagi teman-teman penyandang cacat dan para sahabat yang di beri "old soul". Untuk pertama kali saat menyadari ada yang berbeda dalam dirinya. Banyak pertanyaan kenapa terlahir begini begitu, lalu di akhir menyadari apa yang di sandangnya bukanlah hasil "pesan dulu" ke Tuhan, tapi saya yakin perlindungan Tuhan buat mereka amat sangat sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya ingin mengajak pembaca menghargai pilihan-pilihan yang dimiliki, juga mengajak menerima hal-hal yang sudah merupakan ketetapan kita, kepastian, kemelekatan yang sudah merupakan 'kehendak' Sang Khalik Yang Maha Adil. Tidak terlalu berbangga diri atas hasil pilihan kita -yang menyenangkan dan indah itu. Juga tidak terlalu sedih dengan apa yang sudah terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi anda sekarang sudah ada ditengah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pilihan yang disodorkan dan ketetapan yang mengikat itu adalah 'sudah demikian adanya', dan semua tentu ada maksudnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau berusaha atau tidak itu pilihan, hasilnya ketetapan...&lt;br /&gt;Pernah gegar otak itu ketetapan. Mau Belajar atau tidak itu pilihan.  &lt;br /&gt;Sariawan di mulut di lima tempat itu ketetapan. Makan soto atau sop kambing itu pilihan.  &lt;br /&gt;Menggunakan sepeda motor itu pilihan. Kena tilang itu ketetapan. &lt;br /&gt;Mencintai itu pilihan. Kepada siapa orangnya itu ketetapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi. Memutuskan berbahagia di setiap saat dan disegala situasi lalu memberi yang terbaik dan sebagainya (.....isi sendirilah). Selamanya itu adalah pilihan anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak penuh anda yang tak seorangpun berhak merintangi atau menghalang-halangi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-8265351683340090131?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/8265351683340090131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=8265351683340090131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/8265351683340090131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/8265351683340090131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/02/pilihan-dan-ketetapan.html' title='Pilihan Dan Ketetapan'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SZXHrqoieUI/AAAAAAAAADI/-GwYXe2qtVE/s72-c/03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-2531676286730983212</id><published>2009-02-03T20:13:00.001+07:00</published><updated>2010-01-16T11:51:42.110+07:00</updated><title type='text'>Buminya dipijak, Langitnya dijunjung, Alamnya di sayang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SYhO99uXtKI/AAAAAAAAAC4/euuTEIkwAl0/s1600-h/Buzzards+Roost,+Fall+Creek+Falls+State+Park,+Tennessee.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SYhO99uXtKI/AAAAAAAAAC4/euuTEIkwAl0/s320/Buzzards+Roost,+Fall+Creek+Falls+State+Park,+Tennessee.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298571788049429666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir dan banjir lagi, selain berlangganan majalah, pulsa HP, warnet dsb..dsb kita juga langganan banjir dan semakin kesini semakin gak main-main. Bencana kali ini terhitung luar biasa, banjir menggenang berbagai lokasi-lokasi pemukiman, pesawahan, sentra industri, perdagangan, sekolah-sekolah, kampus-kampus yang dihuni para mahasiswi cantik, gedung perkantoran dan berbagai fasilitas umum yang biasa kita sambangi. Ikutannya banyak juga, seperti longsor, hujan deras sejadi-jadinya yang tak tentu, angin topan, badai di lautan, magnet laut yang ganas seperti di Majene. Bencana datang begitu bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam ini layaknya penari agung super maestro yang tanpa lelah berputar, bergerak dan bergetar. Namun kali ini yang kita lihat seperti gerakan orang marah yang energi-energinya tertumpah ruah tanpa kendali. Ia seperti hendak bicara tapi tertahan, ingin menyapa tapi sungkan. Wahai apa gerangan yang membuat alam ini demikian gelisah ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam yang kita kenal ini punya "Nama", "Ruh/nyawa" dan "Kehidupan". Ia tunduk pada hukum-hukum dasar yang telah di tetapkan Pencipta untuknya. Ia didesain sedemikian apik untuk memenuhi hajat hidup manusia yang memijaknya. Karena butuh makan tanahnya dicangkuli, di bajak, semuanya dieksplor habis-habisan. Lautnya dikeruk, ikannya dinikmati, mutiara-mutiaranya dijadikan hiasan, dan diambil segala keindahannya. Langitnya dipenuhi deretan frekuensi radio yang memungkinkan kita mendengar merdunya nyayian Beyonce Knowles, melihat indahnya paras selebriti, jernihnya selular dan cepatnya koneksi internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang berasal dari alam ini di eksploitasi habis-habisan. Tapi inilah hebatnya. Beberapa dari kita lupa menanam setelah menebang, lupa mendaur ulang sehabis menggunakan, lupa melakukan perbaikan setelah giat nyedot minyak dan gas yang mahal itu. Beberapa dari kita lupa memberi setelah menerima begitu banyak. Lupa berterima kasih pada alam yang merupakan titipan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih parah beberapa dari kita, lupa menyelamatkan alam, lupa bahwa komposlah penyubur tanah, bukan darah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada di bumi ini terdiri atas molekul-molekul dan atom atom yang "hidup", bergerak dan bergetar. Banyak penelitian membuktikan bahwa tanaman yang sering diajak bicara pemiliknya akan tumbuh lebih sempurna dari pada yang disiram sekedarnya. Air  yang kita konsumsi ini ternyata menyimpan memori dan emosi (masaru emoto, gramedia). dan akan banyak lagi yang membuktikan bahwa alam pun mengerti bahasa kasih. Ia merespon apa yang kita pikirkan, bergerak menyesuaikan diri dengan apa yang kita lakukan, alam ini luarbiasa cerdasnya dan kita hanya perlu "menyimak". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak tanda-tanda alam yang mulai menjerit meminta kita berhenti berbuat semaunya.  Alam ini telah, akan dan siap mencukupi semua kebutuhan manusia di bumi ini kecuali.. keserakahan nya. Lalu apakah akan kita biarkan alam ini memenuhi takdirnya : makin lama makin ganas ?, apakah akan kita biarkan ia berjalan sendirian ditengah keserakahan dan rasa iri?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa pertanyaan ini rasanya kita tak boleh tinggal diam. Saya mengajak pembaca untuk memahami alam yang mulai marah, kita mulai dari hal yang paling kecil untuk mencintainya. Anda pembaca yang hebat tentu sangat paham berbagai upaya melestarikan alam kita, mari menanam kembali, mari perbaiki yang rusak, mari menghimbau mereka-mereka yang berbuat kerusakan agar berhenti sekarang juga, mari mencintai lagi Tanah, Udara, Air, Alam kita ini untuk kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab  alam ini sedang membutuhkan orang-orang yang berkarakter yang mau peduli padanya, lalu siapa lagi kalo bukan : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anda&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-2531676286730983212?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/2531676286730983212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=2531676286730983212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/2531676286730983212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/2531676286730983212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/02/buminya-dipijak-langitnya-dijunjung.html' title='Buminya dipijak, Langitnya dijunjung, Alamnya di sayang'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SYhO99uXtKI/AAAAAAAAAC4/euuTEIkwAl0/s72-c/Buzzards+Roost,+Fall+Creek+Falls+State+Park,+Tennessee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-3290689673025098885</id><published>2009-01-27T20:03:00.000+07:00</published><updated>2009-01-29T11:21:05.909+07:00</updated><title type='text'>BAB 3 : EMPOWER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SX8TP8OvkhI/AAAAAAAAACw/8MnbqhdDngg/s1600-h/Lotus_Flower_IMGP7691_LFull.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SX8TP8OvkhI/AAAAAAAAACw/8MnbqhdDngg/s320/Lotus_Flower_IMGP7691_LFull.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295972851397923346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo pembaca semua, mudah-mudahan di taun kerbau tanah ini (katanya) kita semua sehat wal afiat, gemah ripah loh jinawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kali ini saya mau bahas Bab Empower&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu saya mendownload klip orang ini di youtube, saat itu beliau sedang berpidato di Oslo saat menerima hadiah Nobel Perdamaian. Saya mendengar kata perkata yang beliau ucapkan. "saya mengubah cara pandang saya ketika melihat sekeliling dari cara pandang burung yang selalu melihat dari atas, menjadi cara pandang cacing yang selalu melihat dari bawah". Yep, itulah Mohammad Yunus bapak mikrokredit kelas dunia.Apa sih istimewanya orang ini?. well, dia adalah seorang dokter ekonomi lulusan universitas terbaik di Amerika sana. tapi bukan itu yang membuatnya dapat Nobel atau yang membuatnya jadi spesial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangladesh bukanlah negara makmur. Sebagai lulusan universitas terbaik yang mempelajari ilmu-ilmu ekonomi yang elegan ia tak pernah merasa begitu tertekan melihat realitas disekelilingnya : kemiskinan &amp; kemelaratan seolah sudah mendarah daging. Gelandangan dan pengemis terlihat sepanjang jalan dan tak terhitung banyaknya. Mayoritas penduduk yang berwirausaha tak mendapatkan bayaran yang seharusnya karena sistem yang dibuat tengkulak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tengkulak memberi mereka modal kerja, lalu membeli dari mereka barang komoditas dengan harga yang sangat-sangat murah lalu dijualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dan inilah lingkaran setan yang seumur-umur sulit ditembus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Yunus -yang saat itu mengajar di universitas Chitagong- berjalan-jalan dengan para mahasiswanya ke pasar tradisional, nah disinilah mereka bertemu seorang wanita pembuat kerajinan tangan yang kualitasnya sangat baik, Amina Begum namanya. Alangkah terkejutnya Yunus dengan penuturan Amina, ternyata Amina hanya butuh beberapa puluh sen dolar saja untuk menambah modal, singkat kata Yunus mengulurkan tangan dan Amina boleh mengangsur modal dari Yunus. Selang beberapa waktu Amina berhasil melunasi semua kewajibanya terhadap Yunus sekaligus berhasil lepas dari tengkulak. Amina kini bisa menjual barang dagangannya dengan harga yang lebih baik. Dilain tempat Yunus makin yakin dengan teori-teori ekonominya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha ini seperti efek domino bagi kebanyakan wanita Bangladesh yang tengah berjuang memperbaiki kualitas hidup keluarga mereka. Program ini sukses besar dengan tingkat pengembalian modal diatas 98,9%. Namun usaha ini juga bukan hal mudah, para bankir menganggap meminjamkan modal pada orang miskin adalah kegilaan, para analis keuangan meragukan tindak-tanduk Yunus yang "nyeleneh". Usaha Yunus untuk mendapat pinjaman dari Bank pun tak pernah membawa hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Yunus begitu yakin penghalang masyarakat Bangladesh untuk sejahtera adalah sebuah kesempatan mendapat modal ditambah regulasi yang memihak pada orang-orang seperti Amina Begum. Yunus akhirnya mendirikan Grameen Bank untuk mereka, dengan uang pribadi -tentu saja-. Mikro kredit rintisan Yunus sukses  mengangkat harkat masyarakat Bangladesh, memberdayakan ratusan ribu desa dan menolong jutaan keluarga memenuhi kebutuhan hidup mereka termasuk menyekolahkan anak-anak Bangladesh ke sekolah-sekolah yang bagus. Seketika itulah dunia tengah menyaksikan kelahiran ilmuwan ekonomi baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mikro kredit menjadi program PBB yang gencar di gaungkan untuk diterapkan dibanyak negara. See ! Yunus berani melakukan sesuatu (memberdayakan sesamanya) ditempat yang orang lain belum tentu "mau" melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kemungkinan-kemungkinan pilihan yang ada saya rasa beliau bisa saja memilih ambigu, cuek, membiarkan, dll. Tapi jelas Yunus tidak berada di kualitas semacam itu. Satu-satunya pilihan adalah maju terus. Yunus boleh saja merendah dengan mengatakan dia orang biasa yang "hanya" menjalankan kewajiban semata. Namun semua melihat perbuatan yang diluar kebiasaan ini memberi hasil yang sungguh luar biasa (efek kupu-kupu lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan Yunus adalah seorang pemimpin yang meng &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EMPOWER&lt;/span&gt; banyak orang sekaligus menginspirasi banyak pemimpin lain untuk berbuat serupa. Paduan kecerdasan, sikap mau peduli, menolak sifat lemah dan selalu mempertahankan optimisme. Dari beberapa model pemimpin kita tentu berharap "disini" pun banyak calon-calon pemimpin model Yunus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;anda lah the next pemimpin hebat itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Dengan tanpa niat membandingkan - dalam kenyataannya pemimpin-pemimpin hebat yang ada selalu diiringi kecemerlangannya sendiri-sendiri. Tapi siapa tahu ternyata anda memang lebih hebat dari Yunus kelak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kok yakin kita -dan dunia- akan melihatnya. Segera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-3290689673025098885?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/3290689673025098885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=3290689673025098885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3290689673025098885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3290689673025098885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/01/bab-3-empower.html' title='BAB 3 : EMPOWER'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SX8TP8OvkhI/AAAAAAAAACw/8MnbqhdDngg/s72-c/Lotus_Flower_IMGP7691_LFull.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-7539323557255993361</id><published>2009-01-20T18:56:00.000+07:00</published><updated>2009-01-20T19:25:11.887+07:00</updated><title type='text'>Open Arm, Open Heart</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SXW_btcb56I/AAAAAAAAACo/Wg2j6jeomjo/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SXW_btcb56I/AAAAAAAAACo/Wg2j6jeomjo/s320/2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293347419820124066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu saya pernah lihat penangkapan Lia Aminudin, durasi 6 menit dari Liputan6 siang. saya mengikutinya sungguh-sungguh, pengen tahu motifnya. dan mengagetkan. ini sudah yang kesekian kalinya.  kaget pada alasan lia hendak menghapus agama dan mengganti dengan agama yang baru, alasannya : agama-agama yang ada sekarang sudah tidak menjawab lagi keresahan umat manusia, agama sudah tak mampu lagi diandalkan untuk mengusir banyak bencana. Wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman dinosaurus, sampai ada manusia, sampai turun agama2 wahyu, dunia ini sudah sebagaimana adanya. Ia sudah sering kena hujan meteor, sudah jutaan kali kena banjir besar, tak terhitung angin tornado, badai kosmik, yang lebih tragis manusianya pun sudah sering bunuh-bunuhan, mereka kenal situasi perang yang paling mengerikan, mengalami kemelaratan, kemiskinan, sudah tak terhitung dirajam banyak kesulitan. Sudah berkolam-kolam airmata dan darah ditumpahkan. Jadi apanya yang aneh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus terang jadi muslim kerena keturunan. saya terima apa adanya bahkan disuruh ngaji saja pun males banget. dulu saya pikir buat apa sembahyang, toh sembahyang tidak serta merta membuat saya dapat undian, puasa saya tidak membuat orang-orang yang saya cintai tidak meninggal, zakat saya tidak membuat saya selalu sehat wal afiat.ibadah tidak membuat saya selalu lolos dari bencana. &lt;br /&gt;tapi bukan itu ternyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin ke sini saya jadi tahu kalo saya memilih beragama islam bukan untuk "mengusir" banjir, sembahyang saya bukan untuk "dapat" lotere. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ibadah karena saya dapat ketenangan menghadapi bencana itu, kekuatan yang lebih, sehingga saya bisa berpikir. Saya tahu betul jika Tuhan mengizinkan saya akan terhindar dari semua hal yang membahayakan diri saya, juga yakin jika Tuhan mengizinkan, semua yang tidak saya inginkan akan terjadi. Tapi bukankah Tuhan tidak akan memberi sesuatu yang diluar kemampuan kita menanggungnya ?. Maha Suci Allah yang Maha Tahu "siapa dapat seberapa". &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pas&lt;/span&gt;. Soal rezeki, umur, suka , duka, kematian pun itu jatah. Tak terhindarkan, tak bisa dielakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak berniat sok-sok menantang bencana (dalam kenyataanya saya ini penakut). Tahu akan banjir ya ngibrit, lari dan ngungsi. Tahu hari ini bakal hujan ya bawa payung. saya merasa senang jadi manusia biasa. Senang ternyata ketergantungan saya pada Tuhan masih sangat besar dan dari kesemuanya itu saya jadi tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa tak semua yang manis itu madu. Ya kan ??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-7539323557255993361?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/7539323557255993361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=7539323557255993361' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7539323557255993361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7539323557255993361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/01/open-arm-open-heart.html' title='Open Arm, Open Heart'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SXW_btcb56I/AAAAAAAAACo/Wg2j6jeomjo/s72-c/2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-3254415158063825418</id><published>2009-01-07T20:48:00.001+07:00</published><updated>2010-11-05T20:43:20.051+07:00</updated><title type='text'>Time To Give</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SWS2bjEnzfI/AAAAAAAAACg/AbylzA-FaIs/s1600-h/buutt.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SWS2bjEnzfI/AAAAAAAAACg/AbylzA-FaIs/s320/buutt.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288552446827154930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih sekali saat membaca surat kabar dan nonton tv beberapa hari belakangan ini. Banyak orang nekat membuat finish dirinya sendiri (baca : bunuh diri) terutama pemuda-pemudi harapan bangsa yang super potensial itu. Tentu banyak sebab yang mendasarinya dan tidak melulu uang atau pekerjaan, rasa kesepian, hampa dan kosong batin bisa jadi penyebabnya, ditambah informasi2 negatif setiap hari yang melemahkan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari banyaknya akar masalah tersebut yang mungkin berjuta-juta itu bagaimana kalo kita 'cut' saja dari sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengajak pembaca melihat lebih dekat ke keluarga (orang tua, kakak, adik),teman-teman, para sahabat-sahabat kita. Adakah yang dapat menangkap sinyal kegelisahan mereka ?, pernahkah menyediakan 'kuping' kita buat tempat mereka curhat ? supaya seengak-enggaknya ada orang yang masih mau bergandeng tangan 'menguatkan'. Ya sekedar mendengar tapi efeknya luar biasa. Telinga yang hanya mendengar itu bisa membuat luka hati sedikit mengering dan berangsur pulih. Mereka adalah bagian dari hidup kita. Kita tak mau tragedi menimpa orang-orang yang selama ini telah menghangatkan hati kita, bukan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah dalam kondisi 'nothing'. waktu muda sekali, keluar dari rumah. kerja, bertarung dengan kondisi mirip jalanan. keras, kosong, limbung dan pernah satu waktu saya merasa menyesal telah meninggalkan rumah yang aman, orang tua, saudara2 yang meskipun sering berantem tapi tetap membuatkan nasi goreng yang enak, plus kasur-kasur yang hangat. Saya totally lost semua itu. Merasakan semua gelisah, mual, putus asa, frustasi dengan lingkungan dan 'no clue'. Tapi di saat-saat yang paling menentukan itu saya msih ingat  kalo saya punya keluarga yang masih bisa saya kunjungi sebulan dua kali, teman yang empati, sahabat saat kuliah (thanks to Dian, Netie, Rangga,Paul, widodo), sahabat di pekerjaan (Hestu, Yudi dan lainnya) yang sama gilanya. Dan saya sadar saya tak mungkin bisa bertahan sejauh ini tanpa kekuatan yang mereka berikan. Persis kaki kaki-kursi yang menjaga keseimbangan hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat persahabatan saya mengajak pembaca untuk menjadi kaki kursi (penguat, penyokong) bagi siapapun disekitar anda, bisa jadi itu keluarga, teman bahkan sahabat, bahkan teman-teman yang hidup dijalan, yang tengah berjuang memperbaiki nasib. Hidup memang keras, persaingan-persaingan kadang menampilkan wajah yang tak biasa kita lihat saat hari raya, kadang bikin shock. Tapi senyuman anda -ya anda- bisa jadi  matahari yang paling manis sepanjang hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata anda akan menenangkannya, pendengaran anda akan melumerkan gejolak atau kemarahan yang selama ini terpendam, percayalah persahabatan anda ini akan dikenang sepanjang hidupnya. Banyak filsuf mengatakan kebahagiaan manusia adalah pada saat memberi. Mungkin kini adalah saat yang tepat : This is time to give, tak harus uang, tapi perhatian dan sikap persahabatan akan membuat seseorang berpikir ulang mengharapkan kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap kekuatan anda, kesediaan anda akan  mengubah keseluruhan kehidupan seseorang hingga kita tak akan dengar lagi 'seseorang bunuh diri' karena : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ia punya seseorang yang hebat seperti anda didekatnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-3254415158063825418?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/3254415158063825418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=3254415158063825418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3254415158063825418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/3254415158063825418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/01/kaki-kaki-kursi.html' title='Time To Give'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SWS2bjEnzfI/AAAAAAAAACg/AbylzA-FaIs/s72-c/buutt.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-6657158330533760068</id><published>2009-01-02T18:12:00.000+07:00</published><updated>2009-01-04T14:44:38.355+07:00</updated><title type='text'>Sisi Lain Perang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SV8pmZgI5iI/AAAAAAAAACY/bQ9eI5jFjEs/s1600-h/capt.cps.org46.030109091812.photo01.photo.default-512x341.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SV8pmZgI5iI/AAAAAAAAACY/bQ9eI5jFjEs/s320/capt.cps.org46.030109091812.photo01.photo.default-512x341.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286990227213706786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ratusan kali saya lihat berita menyedihkan ini. Cerita cerita keserakahan, ketakutan, kesedihan, agresi, semua terpampang jelas di depan mata.Menyentak. Atas dalih memiliki nuklir, Irak di hancurkan, atas dalih menegakkan keamanan, negara Palestina di bombardir sampai hampir rata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang adalah suatu kepastian. Jangankan antar negara, dalam diri manusia pun sering terjadi peperangan,  perang batin contohnya. Banyak usaha dilakukan utk menghindarinya karena hitung hitungan materinya cukup besar, tapi tak pernah cukup hitungan pada manusia yang jadi korban salah sasaran, salah tembak. Lantas apakah pantas menyalahkan mesin atau tank2 baja itu ? Tidak ! Man behind machine itu lah biangnya.                                                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang fisik adalah niscaya. Dalam beberapa literatur malah wajib hukumnya, karena bertujuan 'mengalahkan' kejahatan.  Perang fisik yang sering kita lihat ini adalah  puncak bertemunya kekuatan-kekuatan yang sebenarnya saling menyeimbangkan, saling isi dan pada akhirnya tak satupun benar-benar menang atau benar-benar kalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir perang yang tersisa adalah 'pemahaman', yang memungkinkan kita yang di pinggir lapangan mengetahui segala sebab dan akibat. Kemudian atas dasar pengetahuan itu kita jadi tahu apa yang harus dan tak harus dilakukan. Terkesan kejam memang tapi ia menunjukan kepada kita wajah  lain manusia. Wajah yang haus darah, dan inilah pil pahit itu. Di satu sisi kita membencinya dan disisi lain sangat menikmatinya.                                                            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit orang takut pada sebab.  Dan tak terbilang yang begitu lantang pada akibat, padahal semesta ini tunduk pada hukum-hukum keseimbangan, keteraturan dan hukum lain yang sangat pasti.  Namun beberapa gelintir tak paham atau mungkin tak ingin paham. &lt;br /&gt;Agresifitas membabi buta yang tak bertanggung jawab ini hanya akan menyeret eskalasi yang tak terbayangkan. Kebencian yang mengakar. Lingkaran hitam yang menjadi sangat masif sulit diselesaikan.                                                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, jika peperangan sudah tak terhindarkan mungkin itulah takdir yang harus dijalani dan diupayakan semaksimal mungkin.  Tapi bila kita masih mampu mencegahnya maka disanalah panggilan hidup itu, agar jangan sampai rumah sakit yg berisi bayi-bayi mungil tak berdosa dihancurkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat saya bertanya 'di saat seperti ini Tuhan ada dimana ?' Berpaling kah ?. Juga sempat terbesit betapa tidak adilnya peperangan ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah yang adil itu ? Akankah langsung turun pasukan malaikat yang bisa kita lihat ?.  Atau pengetahuan kita akan sesuatu yang benar dan salah jadi meningkat, pun bisa disebut pertolongan ?  Mungkin kah  Tuhan sedang menunjukan keinginan-NYA agar banyak manusia menjadi  utuh, berkembang dewasa, bertanggung jawab, bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, bisa melihat lebih baik lagi akan sebab dan akibat yang di buat tangan nya sendiri ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ada pelajaran lain yang harus direnungkan di balik cerita-cerita keprihatinan ini ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-6657158330533760068?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/6657158330533760068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=6657158330533760068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6657158330533760068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6657158330533760068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2009/01/sisi-lain-perang.html' title='Sisi Lain Perang'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SV8pmZgI5iI/AAAAAAAAACY/bQ9eI5jFjEs/s72-c/capt.cps.org46.030109091812.photo01.photo.default-512x341.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-5818726668015727560</id><published>2008-12-26T19:00:00.000+07:00</published><updated>2008-12-26T20:02:45.777+07:00</updated><title type='text'>Twilight : Cinta Yang Rumit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SVTV3QEwLhI/AAAAAAAAACQ/q3EAJgFMlEQ/s1600-h/movie_cullens4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SVTV3QEwLhI/AAAAAAAAACQ/q3EAJgFMlEQ/s320/movie_cullens4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284083407996857874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seandainya pasangan anda adalah seorang vampir penghisap darah yang berusia ratusan tahun tapi tetap muda dan menarik ?, apa anda akan berpikir dua kali untuk tetap bersamanya menjadi abadi atau memilih tetap jadi manusia biasa = fana ?. Atau jika anda vampir nya sanggupkah anda memberi pilihan pada kekasih anda untuk menjadi vampir atau tetap jadi manusia ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well film ini selain para pemainnya rata-rata rupawan dan rupawati juga didukung oleh ceritanya yang sudah terlebih dahulu populer, diambil dari novel stephenie meyers dengan judul yang sama : Twilight . film ini mengungkap kisah cinta yang manis antara Bella dan Edward cullen. awalnya sih saya pikir film ini bakal bikin mata agak setengah nutup, karena film-film vampir biasanya berdarah-darah. Tapi yang ada malah melototin para pemainnya, gak ada seram-seramnya malah terkesan 'soft'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita lihat perbedaan adalah sesuatu yang membuat cinta sulit disatukan tapi disini kita lihat keduanya 'keukeuh' berjuang buat cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari kepindahan Bella ke sebuah kota kecil dipinggiran kota perbatasan dengan negara latin mengikuti ayahnya yang seorang polisi, disekolah nya yang baru dia melihat lima orang dengan wajah yang seterang pualam, -rupawan tentu saja- berjalan dan tampak berbeda dengan manusia lain pada umumnya. Untuk beberapa saat rasa ketertarikan diantara keduanya muncul, namun satu hal yang tak disadarai Bella : pikirannya tidak bisa dibaca. Dan keunikan inilah yang membuat Edward sang vampir &lt;br /&gt;menjadi penasaran. Rasa penasaran Bella semakin menjadi saat Edward menghentikan mobil yang hampir menabrak dirinya, hanya dengan satu tangan, saat itu Bella hanya terperangah tak mampu berkata apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya keduanya saling jatuh cinta. Konflik terjadi. Edward harus melupakan Bella atau tetap bersamanya dengan konsekuensi jati dirinya terungkap. Manis sekali saat Bella jatuh cinta, mengetahui orang yang dicintainya bukan 'manusia biasa' ia menerima apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tangkap jelas dari sini rupanya cinta dan unsur unsur pembawa nya adalah bahasa internasional wajib bagi semua orang. para pecinta bicara dengan arti yang sama saat mereka berkata 'aku tidak takut mencintaimu, aku menerimamu apa adanya, aku tak mau jauh darimu, aku cinta padamu, seolah-olah mereka berada dalam pola energi yang memungkinkan bahasa-bahasa cinta dimengerti meski diucapkan dengan lafal yang sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Twilight jelas bukan film horor, meski banyak menampilkan suasana gelap. cukup menghibur ditonton dengan pasangan anda, dan yang pasti setelah nonton filmnya anda gak akan nanya ke pasangan anda : ingin jadi vampir atau manusia ? . Dijamin !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-5818726668015727560?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/5818726668015727560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=5818726668015727560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5818726668015727560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5818726668015727560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/12/twilight-cinta-yang-rumit.html' title='Twilight : Cinta Yang Rumit'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SVTV3QEwLhI/AAAAAAAAACQ/q3EAJgFMlEQ/s72-c/movie_cullens4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-6692857418151503241</id><published>2008-12-18T19:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-18T19:38:50.350+07:00</updated><title type='text'>Bosan, Kosong dan Hampa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SUpDdTGhfDI/AAAAAAAAACI/GkP4iwZNfpk/s1600-h/frodo_big.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SUpDdTGhfDI/AAAAAAAAACI/GkP4iwZNfpk/s320/frodo_big.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281107683668229170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah tidak nonton Tv selain sudah sebulan ini tv nya byar-pett, berita-berita di TV semakin hari rasanya semakin menyeramkan. Sempat seperti kehilangan energi untuk hidup, beratnya tekanan ekonomi, kriminal, hantaman sosial, kegelisahan generasi muda akan sempitnya kesempatan bekerja membuat semua benar2 gelap. KOndisi ini diperparah oleh isu resesi global yang imbasnya demikian menakutkan. Seperti pagi ini saat saya membuka jendela tiba-tiba terdengar kabar bahwa tetangga saya telah dirumahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah berulang kali menonton trilogi lord of The Ring, awalnya saya tak begitu suka film-2 dgn genre seperti itu tapi menyaksikan National Geographic saat mengulas JRR Tolkien saya jadi antusias. naskah film ini dibuat pada saat perang dunia pertama dimana saat itu mesin uap penemuan james watt berhasil mengubah wajah Inggris menjadi negara industri sekaligus negara terkaya yang paling kuat dalam bidang militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan traumanya akan industrialisasi ditambah perang berkepanjangan Tolkien yang tumbuh sebagai anak desa terperangah akan cepatnya perubahan yang terjadi didepannya, kenangan2 masa kecil dimana desa adalah tempat yang  paling tenang dalam hitungan hari telah berubah menjadi wilayah paling tak aman seantero negeri, nah lanskap inilah yang dipotret Tolkien dalam ide cerita Lord of The Ring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman panjang dalam militer membuat alur cerita dan penggambaran ide menjadi begitu kuat. pemikirannya yang dalam akan peperangan tertuang pada tokoh Sauron sebagai sumber kekuatan jahat yang tak terkalahkan, menakutkan, gelap dan paling mematikan. sementara di pihak lain yang menggambarkan kebaikan dijumpai tokoh Frodo Baggins sebagai manusia bertubuh kecil namun bertekad kuat, Sam sahabat sejati yang setia dalam perjalanan, calon raja yang lupa asal usulnya, bangsa peri yang memiliki kekuatan gaib, semua bahu membahu menyingkirkan Sauron. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya bagian favorit di episode Two tower saat Frodo sebagai pembawa cincin telah sampai pada puncak keputus asaannnya, saat semua jalan menjadi benar-benar gelap, saat kekuatan jahat muncul menyapu cahaya matahari dengan kekuatan yang demikian hebat, dalam hatinya Frodo mengerti bahwa perjalanan menghancurkan kegelapan akan beresiko pada nyawanya dan disaat yang bersamaan ia kehilangan arah, kehilangan arti berjuang, untuk apa berjuang, kenapa berjuang dan kenapa harus dirinya, pertanyaan yang amat sama yang diajukan setiap orang dalam hidupnya.       &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;'ini semua salah, seharusnya kita tak ada disini tapi inilah kita sekarang' kata si Sam. 'ini layaknya cerita agung, sesuatu benar-benar salah, penuh kegelapan dan bahaya, kadang kita tak ingin tahu bagaimana akhirnya, bagaimana bisa semua berakhir dengan baik?, bagaimana dunia ini kembali ka keadaan yang seharusnya, ketika semua keburukan terjadi ?' Sam melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tapi di akhir, itu semua harus dilampaui... semua bayangan ini, bahkan kegelapan pun harus dilalui. Sebab sebuah hari baru akan datang, ketika matahari bersinar ia akan menyapu segala gelap, dan jika orang dalam cerita itu adalah kita... itu berarti sesuatu, bahkan jika kau terlalu kecil untuk mengerti'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Sam benar. Karena Banyak hal baik yang demikian layak untuk diperjuangkan, semua orang adalah pejuangnya, semua orang bisa berkelit mundur dan tak ingin lagi berjalan, tapi dari pilihan itu maka yang terbaik adalah terus berjalan dan terus berjuang meski terlalu kecil peluang dan terlalu sulit untuk dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Frodo menghancurkan cincin jahat adalah perjalanan kita. Pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana nya adalah pertanyaan kita yang demikian menggelisahkan. analoginya persis sama dengan yang kita hadapi, seperti Frodo kitapun sedang mengalami abad kegelapan, ketidak pastian nasib dan lebih jauh, kemunduran peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengajak anda untuk menjadi sahabat untuk  para frodo diluar sana yang sedang berjuang, saya berharap kita menemani mereka untuk tidak putus asa dan mengambil jalan pintas. meski kita tidak tahu bagaimana mengatasi kondisi setidaknya kita menunjukan wajah bersahabat bagi jiwa yang dirundung frustasi. Atau jika kita adalah frodo, mari kita berjuang dan saling menguatkan dalam perjalanan melampaui abad tak terduga ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-6692857418151503241?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/6692857418151503241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=6692857418151503241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6692857418151503241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6692857418151503241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/12/bosan-kosong-dan-hampa.html' title='Bosan, Kosong dan Hampa'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SUpDdTGhfDI/AAAAAAAAACI/GkP4iwZNfpk/s72-c/frodo_big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-1377118359777824561</id><published>2008-12-16T20:51:00.000+07:00</published><updated>2008-12-26T20:19:07.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulasan'/><title type='text'>Menemukan Keseimbangan dalam Komik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SUo8kYM_eOI/AAAAAAAAACA/UVoR9qNsLFI/s1600-h/gagas_r1_c1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SUo8kYM_eOI/AAAAAAAAACA/UVoR9qNsLFI/s320/gagas_r1_c1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281100108715227362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SUfA0weaZEI/AAAAAAAAAB4/8nLwvoX7kUI/s1600-h/kambing.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SUfA0weaZEI/AAAAAAAAAB4/8nLwvoX7kUI/s320/kambing.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280401100713387074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi di satu sisi kehidupan dewasa anda, anda adalah seorang anak kecil yang polos, atau anda masih seorang ABG yang diam-diam menyimpan obsesi menjadi orang besar. Nah izinkan saya mengulas satu hal yang menggelitik saya untuk mengupas buku yang ringan dan anda pasti sudah pada tahu : KOMIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin sekali 'me-review' komik yang saya beli 2 minggu lalu pas saya di Bandung. Judulnya 'Kambing Jantan'. Diawali dengan pengalaman penulisnya saat akan bersekolah di Adelaide, Radith digambarkan sumber keributan dan bencana buat adik-adiknya tapi lebih parah dari itu dia juga sumber malapetaka buat teman-temannya. Dalam level hidupnya yang baru dia ingin merubah dirinya dari "looser to superz" tapi yang terjadi malah makin looser. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti komik ini membawa saya ke tahun-tahun dimana saya masih sekolah dulu, dimana menemukan jati diri menjadi segala-galanya, ingin jadi seseorang yang penting dan super segalanya, ada beberapa cerita yang tersaji dan semua diluar dugaan saya. sempat saya berpikir 'jadi inikah komik Indonesia itu ?', menertawakan situasi, dan yang paling saya sukai adalah beberapa adegan 'sukses' menertawakan diri sendiri. Mungkin inilah bagian dimana saya harus belajar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikemas dengan bahasa gambar membuat saya demikian mudah mencerna situasi, ilustrasi-ilustrasi apik yang sama sekali berbeda dari komik2 jepang yang pernah saya ikuti : 'sangat Indonesia' ilustratornya mampu mengungkap ekspresi yang ingin dikeluarkan penulisnya maka buku itu sampai hari ini masih ada di tas kerja saya. Sulit buat saya menggambarkan keseluruhan isi komik lokal ini tapi karena andalah yang harus merasakan sendiri dan ikut tertawa bersama saya mengenang masa-masa sekolah dulu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri saya, mungkin masih anak-anak sekaligus ABG yang masih terobsesi menjadi orang besar. Dan saya mengijinkan diri saya jadi remaja lagi karena saya merasa menemukan keseimbangan baru. lima hari seminggu, hampir sebelas jam ngantor, dengan situasi tak terduga dan kadang penuh tekanan 'well' komik segar ini membebaskan diri saya sejenak dari hiruk pikuk yang teramat serius, maka teman saya yang suka ngacak-ngacak isi tas saya tanpa permisi akan langsung meminjam tanpa bilang-bilang. Dan saya sudah tak sabar untuk menemukan komik lanjutannya. Sayang sekali komiknya beredar satu persatu tidak sekaligus lima komik bersambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya anda akan segera terhibur selesai membaca komik lokal ini, saya ajak anda membiarkan diri sejenak menikmati alur-alur yang kocak, sambil bertanya 'ah bukankah tak berdosa, sejenak jadi remaja yang polos, tanpa rasa takut dan bebas menjadi diri sendiri ?'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-1377118359777824561?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='komik' href='http://www.gagasmedia.net' length='0'/><link rel='enclosure' type='radith' href='http://www.radityadika.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/1377118359777824561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=1377118359777824561' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1377118359777824561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1377118359777824561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/12/menemukan-keseimbangan-dalam-komik.html' title='Menemukan Keseimbangan dalam Komik'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SUo8kYM_eOI/AAAAAAAAACA/UVoR9qNsLFI/s72-c/gagas_r1_c1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-2807061126271927959</id><published>2008-12-06T20:50:00.000+07:00</published><updated>2008-12-06T21:01:49.120+07:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Adha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STqFrLQtheI/AAAAAAAAABw/JAa9weDuNyQ/s1600-h/gallery-msg-118469454238.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STqFrLQtheI/AAAAAAAAABw/JAa9weDuNyQ/s320/gallery-msg-118469454238.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276676890221708770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo idul Adha begini saya inget keponakan saya. Bukan karena mereka mirip kambing, tapi celotehannya pas kambing mau dipotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil baca papan yang ngegantung di leher kambing yang paling besar nanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Om kok kambingnya namanya Juma ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya 'Hussh, Juma itu nama yang punya'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRRR... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well Selamat hari raya Haji&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-2807061126271927959?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/2807061126271927959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=2807061126271927959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/2807061126271927959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/2807061126271927959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/12/selamat-idul-adha.html' title='Selamat Idul Adha'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STqFrLQtheI/AAAAAAAAABw/JAa9weDuNyQ/s72-c/gallery-msg-118469454238.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-1513621515273369257</id><published>2008-12-06T10:13:00.001+07:00</published><updated>2008-12-06T20:45:22.258+07:00</updated><title type='text'>The Reward for Love</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STqAQfQ91WI/AAAAAAAAABo/fzNH-oeL7k8/s1600-h/Bu-Mus.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STqAQfQ91WI/AAAAAAAAABo/fzNH-oeL7k8/s320/Bu-Mus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276670934176879970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca berita guru Laskar Pelangi mendapat penghargaan Satya Lencana dari pemerintah baru2 ini saya sempat berpikir memang sudah sepantasnya dan boleh jadi semua meng iya kan. Di tengah kebuntuan hidup seorang guru 'mengisi' muridnya dengan optimisme , disaat murid2 yg nyaris tanpa harapan-even utk bertahan- guru yg juga sangat susah itu pun   'memenuhi' detik demi detik kebersamaan mereka dengan cinta yg meluap luap, ah bahkan  kegelapan harapan pun bisa jadi sangat mencerahkan saat di sentuh oleh cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lihatlah,  bibit cinta sekian puluh tahun itu mekar menjadi sangat menggugah lalu di agungkan muridnya dalam empat buah buku yg sangat disukai. Dibaca banyak orang, menginspirasi jutaan pembaca dan sekaligus merubah cara pandang kita akan cinta itu sebenarnya. Boleh  jadi interpretasi orang berlainan tapi bukankah kita jadi  sepakat bahwa  'cinta membuat segalanya menjadi lebih baik'.&lt;br /&gt;                                                                              Membicarakan cinta sepertinya tak habis. Bila cinta adalah sesuatu yg kita berikan lalu apakah reward nya, apakah hadiah utk cinta itu ?  Saya menyebutnya 'GOD SMILE' . Pernah baca tentang efek Lorentz ? Bagaimana perubahan angka di belakang koma yg sangat luar biasa kecil itu bisa menimbulkan Butterfly efect ? Bagaimana kepakan  kelelawar kelelawar bisa memicu badai di pasifik. Suatu tindakan kecil yg hampir diabaikan mampu memicu akibat yg lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya cinta ibu Muslimah utk sepuluh muridnya nun jauh di sudut kampung sana yg mungkin 'remeh' dan luput dari pengelihatan.  Dan kini ia begitu di cintai, dihormati jutaan orang, resepnya ditiru, semangatnya menjadi simbol ketangguhan para pendidik . Cinta itu di balas Tuhan dengan cinta yg sangat banyak- berjuta juta malah. Adakah balasan yang lebih layak dari cinta ?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-1513621515273369257?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/1513621515273369257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=1513621515273369257' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1513621515273369257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1513621515273369257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/12/reward-for-love.html' title='The Reward for Love'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STqAQfQ91WI/AAAAAAAAABo/fzNH-oeL7k8/s72-c/Bu-Mus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-1110893059481391506</id><published>2008-12-04T20:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T21:55:21.125+07:00</updated><title type='text'>Lidah, Mata dan Telinga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfmwsgxXyI/AAAAAAAAABY/36iF2TEA3js/s1600-h/angelina_jolie_49.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfmwsgxXyI/AAAAAAAAABY/36iF2TEA3js/s320/angelina_jolie_49.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275939212744548130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya agak ragu kalo membahas ketiga panca indra ini, dari segi fungsi semua nya sangat mengagumkan. Kalo kita cermati yang memiliki ketiga indra ini bukan cuma manusia, hewan dan (konon) makhluk halus pun punya. Tapi izinkan saya memikirkan hal ini, setelah membaca, melihat dan merasakan sendiri saya harap bisa mengulasnya dari pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah yang kita punya ini hidup di dua alam : nyata dan gaib, di alam nyata ia tak lebih dari alat ucap dan alat pengecap yang merasakan panas, dingin, rasa, kasar atau lembut dari apapun yang hendak masuk ke mulut kita. Di alam gaib lidah ini mengenal ego, ia mengerti mahal, murah, harga diri, prestise dan pemilih terhadap apa yang ia ingin kecap dan ucap. Maka karena ia istimewa ia bisa menghasilkan permata sekaligus bencana yang tak terkira . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata yang kita kenal ini juga diiringi mata lain yang lebih hebat, para waskita contohnya mereka memiliki apa yang disebut 'mata hati'. Para waskita adalah mereka-mereka yang diberi keistimewaan oleh Tuhan untuk menjaga kesetimbangan situasi, cara mereka melihat beda dengan kita. Mata biasa mungkin melihat yang ada, tapi mata hati bisa melihat dibalik 'yang sekedar ada' maka anugerah inipula yang membuat mata tak bisa diintervensi oleh indera lain kecuali indra ke enam yang letaknya pun gaib.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka indra yang paling pemilih, paling narsis yang dekat dengan kita adalah telinga kita sendiri. Ia cuma dengar yang ingin didengar, gak mau dengar yang jelek-jelek. ia suka dengan pujian, ia sensitif (di omongin orang pun kerasa kan... panas !! hehehe). Di alam nyata dan alam gaib pun telinga ini tabiatnya sama saja. Bedanya ada telinga yang suka mendengar semua jenis suara dari luar tapi ada juga yang mendengar suara dari dalam dirinya. Dan ini rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas bicara, mendengar dan melihat adalah karunia. Ia tak tergantikan. Selama beberapa waktu belakangan ini saya melihat 'banyak' yang ditimbulkan oleh ketiga indriya ini. Tidak pandai memilih kata seseorang jadi tersangka, salah lihat, orang jadi korban, salah dengar pun bisa jadi bom yang meledak kemana-mana. Tapi yang paling mengerikan dari itu adalah fitnah. Teman baik saya mengalaminya. Dan fatal, sebab fitnah merampas keseluruhan hidupnya. Fitnah memang lebih kejam dari fitness. Tapi untunglah segala 'hukum sebab akibat' ini berlaku (jika kita tak mau menyebutnya hukum karma), dan teman saya itu kembali bersih meskipun perjuangannya panjang dan melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas indra yang tak tergantikan ini seharusnya membawa seseorang ke posisi yang adil, tidak memberikan lidah, mata dan telinganya kepada orang lain tapi melakukannya sendiri lalu memilah mana yang nyata, mana yang palsu. Bisa melakukan perimbangan dari cara melihat, cara bicara dan mendengar membuat pemimpin tampak 'so right' dari sini kita melihat keutamaan manusia yang notabene semuanya adalah pemimpin itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-1110893059481391506?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/1110893059481391506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=1110893059481391506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1110893059481391506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/1110893059481391506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/12/lidah-mata-dan-telinga.html' title='Lidah, Mata dan Telinga'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfmwsgxXyI/AAAAAAAAABY/36iF2TEA3js/s72-c/angelina_jolie_49.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-2768988204448171210</id><published>2008-12-04T19:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T19:40:44.183+07:00</updated><title type='text'>video lucu</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/L6Cuq-BueEs&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/L6Cuq-BueEs&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-2768988204448171210?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/2768988204448171210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=2768988204448171210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/2768988204448171210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/2768988204448171210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/12/video-lucu.html' title='video lucu'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-6203959586937818796</id><published>2008-12-01T11:22:00.001+07:00</published><updated>2008-12-04T19:32:40.743+07:00</updated><title type='text'>Kungfu Panda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfNbYOJGrI/AAAAAAAAABI/SJqsdMuVee4/s1600-h/2008_kung_fu_panda_005.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 296px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfNbYOJGrI/AAAAAAAAABI/SJqsdMuVee4/s320/2008_kung_fu_panda_005.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275911358729755314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hi, there..   gimana kabarnya ? Mudah2an semua baik2 aja ya..      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh udah nonton Kungfu Panda ? Pasti udah pada  nonton donk ya bagaimana perjuangan si Pho menjadi Dragon Warrior..  Buat saya film ini maknanya dalem juga, di kemas utk semua umur namun sarat dengan filosofi timur. Dimulai dari sebuah warung mie yg laris manis Pho sebenarnya tidak bermaksud utk jadi pejuang Naga, menyadari dirinya hanya seekor panda gendut penjual mie yg selalu merasa 'tidak ada apa2nya' karena merasa tahu batas2 dirinya Pho rupanya cukup puas menyaksikan idolanya the Furioust five  beraksi, tapi mata bathin master Oogway menyaksikan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit pahlawan yaitu Jiwa yg murni, ada 'terjebak' di diri Pho. Rasa minder, lari dari kenyataan, ingin menjalani kehidupan orang lain dan kecemasan yg dialami Pho sebenarnya di alami kebanyakan dari kita. Selalu menganggap remeh diri sendiri, membuat Pho tidak berani bermimpi lebih, minder membuat Pho tak ingin menjadi dirinya sendiri. Tapi dimata guru yg bijak, hati yg murni lebih berharga dari segudang bakat. Maka dengan kepercayaan penuh di bimbinglah si Pho ini.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak saja ucapan master Oogway : masa lalu sudah jadi sejarah, masa depan belum (tentu) datang tapi saat ini adalah gift/ present (hadiah) yg tergantung kita mengisinya..   Hendak bermuram durja dan pesimis atau menghadapi segala sesuatu dengan sikap pasrah dan ceria ?, dan satu lagi setiap diri adalah sangat2 unik, spesifik dan spesial  mungkin karena itu kita tidak usah terlalu membandingkan diri kita dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan Kungfu Panda kita diajak berefleksi. Tahu batas adalah baik, mengetahui banyak kelemahan diri membuat kita sadar diri kita tapi apa iya kita cukup tahu banyak kekuatan dan kelemahan kita, beruntunglah Pho memiliki guru yg menunjukan semua itu secara jelas dan gamblang tapi buat kita yg tidak punya guru atau orang bijak maka semua orang, dan semua pengalaman adalah gurunya yg paling keras sekaligus paling baik karena ia tidak hanya jadi mata buat sang murid tapi juga jadi tangan, kaki, pikiran dan hati buat sang murid  utk melangkah ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dialog lain master Oogway berkata:  bibit pohon persik yg akan meneduhi kawasan itu hanya akan jadi pohon persik, ia tidak akan menjadi pohon jeruk atau lainnya,  semua akan baik2 saja bila kita menghilangkan ilusi dalam mengendalikan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, yang belom nonton saya rekomendasikan film ini, untuk ditonton bareng keluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-6203959586937818796?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/6203959586937818796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=6203959586937818796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6203959586937818796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/6203959586937818796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/11/kungfu-panda.html' title='Kungfu Panda'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfNbYOJGrI/AAAAAAAAABI/SJqsdMuVee4/s72-c/2008_kung_fu_panda_005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-214206759572395803</id><published>2008-11-28T08:59:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T19:26:31.838+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Udah ada yg mikirin'/><title type='text'>Yang Menyeimbangkan Dunia</title><content type='html'>Tragis.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian kejadian memilukan yg masih butuh utk diselesaikan ditambah dengan drama-drama pembantaian lagi kali ini di India. Cerita keserakahan, dendam, frustasi dan banyak kekelaman telah ada sejak manusia dicipta berbagai epos sejenis Ramayana atau Mahabarata ada di tiap peradaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfLWMFlEgI/AAAAAAAAAA4/9FxeaptkEvE/s1600-h/3957521047-mumbai-gunman-took-orders-from-pakistan-group-police.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 179px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfLWMFlEgI/AAAAAAAAAA4/9FxeaptkEvE/s320/3957521047-mumbai-gunman-took-orders-from-pakistan-group-police.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275909070550012418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya selalu sama hanya setting tempat dan waktunya saja yg berbeda tapi imbasnya selalu memilukan sebab korbannya tak pandang apa dan siapa. Kaya miskin, orang tua anak2, hewan &amp; tumbuhan sekalipun. Utk menjaga kehormatan nya bangsa arya rela berperang melawan bangsa dravida, nazi membantai kaum yahudi dan yahudi menindas palestina. Dan ekstrimis garis keras berusaha memusnahkan kaum kafir.    Rangkaian dendam yg tak berakhir yg hanya menambah hitam sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bagawad gita, jika dunia telah berada dalam kekacauan maka Krishna akan turun membela orang2 saleh . Dalam literatur kami, muslimin Allah lah yg menjaga dunia karena masih adanya orang2 saleh, hanya saja batas2 saleh itu sangat abstrak, hanya Tuhan Yang tahu. Tapi yg bisa dipetik dari sana adalah posisi kita, keberadaan kita sudahkah ikut menjadi penyeimbang kekuatan jahat itu atau di sisi sebaliknya ? .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tengah sibuk menciptakan alam ini para malaikat bertanya pada Tuhan .. 'kenapa Engkau  menciptakan manusia yg kelak menumpahkan darah dimuka bumi?' lalu Tuhan Menjawab 'AKU MENGETAHUI APA YG TIDAK  KAU KETAHUI'. Buat saya dialog diatas menjawab tuntas segala pertanyaan kenapa, mengapa,  penjelasannya memang seperti berada di alam rahasia dan belum terkuak ke alam keseharian, hanya  pikiran saja yg menerka semua kemungkinan.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seperti hukum bejana berhubungan, zat cair dalam bejana akan selalu menjaga levelnya selalu sama seimbang maka mungkin segala sesuatu akan selalu menjaga level2nya utk mencapai titik keseimbangan . Adakah baik dan buruk pun selalu menjaga level nya ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-214206759572395803?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/214206759572395803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=214206759572395803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/214206759572395803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/214206759572395803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/11/yang-menyeimbangkan-dunia.html' title='Yang Menyeimbangkan Dunia'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfLWMFlEgI/AAAAAAAAAA4/9FxeaptkEvE/s72-c/3957521047-mumbai-gunman-took-orders-from-pakistan-group-police.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-7008756822353119669</id><published>2008-11-26T13:01:00.000+07:00</published><updated>2009-02-05T20:01:00.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='udah ada yang mikirin'/><title type='text'>Musibah Itu Nyata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SYri_Nc5CbI/AAAAAAAAADA/1S0fQGyNHUI/s1600-h/The+Road+to+Destruction.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SYri_Nc5CbI/AAAAAAAAADA/1S0fQGyNHUI/s320/The+Road+to+Destruction.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299297487125285298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita liat, siaran di tipi atawa radio ataw ngenet lalu ngikutin perkembangan yang ada rasanya bikin resah. kejatuhan ekonomi, yang berimbas pada berbagai lini ekonomi membuat banyak dari kita pesimis, termasuk saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandung kota tercinta yang notabene merupakan sentra tekstil beberapa perusahaan udah 'merumahkan' karyawannya, dan bukan hanya itu omedata pabrikan pembuat IC sudah gulung tikar. Saya mengenal banyak teman dari jurusan elektro dulu pas SMK bekerja disana, setelah kejadian ini saya tak tahu kabar mereka lagi tapi mudah-mudahan sih tidak seperti bayangan saya. kondisi Ini menyesakkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan tanpa pekerjaan akan berimbas pada keseluruhan kualitas hidup seseorang, tapi apa ada solusi untuk hal ini?. Ketika jalan-jalan k Gramed bandung saya sempat nemu bukunya Alan Greenspan yang' the Age of Turbulence' saya gak baca semua sih tapi beberapa poin yang saya tangkap (buku itu terbit sekitar satu setengah taun sebelum krisis)adalah bahwa sebenernya dunia ini memasuki usia pensiun, keretakan UU ekonomi AS, celah-celah dimana perekonomian semakin akan merosot... itu artinya perekonomian jatuh melambat-melambat dan stagnan ternyata terjadi satu tahun setelah buku tsb terbit eniwei di usia tersebut dia jelasin mampu tidaknya dunia membiayai pensiunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mata seorang ekonom dunia itulah yang terjadi. Dimata saya ? saya hanya berharap Allah SWT yang gak terpengaruh krisis, memberikan ke semua kita baik yang kena krisis maopun yang engga, kesabaran dan kemampuan melampoi semua musibah.&lt;br /&gt;Tapi kalo laut merah aja bisa dibelah, bulan aja bisa dibelah, air berubah jadi anggur, ya mudah-mudahan musibah berubah jadi anugrah kelapangan hidup.. amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-7008756822353119669?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/7008756822353119669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=7008756822353119669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7008756822353119669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/7008756822353119669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/11/musibah-itu-nyata.html' title='Musibah Itu Nyata'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/SYri_Nc5CbI/AAAAAAAAADA/1S0fQGyNHUI/s72-c/The+Road+to+Destruction.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-5739038781396976095</id><published>2008-11-24T19:55:00.000+07:00</published><updated>2008-11-27T19:47:52.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulasan'/><title type='text'>Akhir Kontemplasi</title><content type='html'>Gue selalu kagum dengan lirik lagu. Lirik yang karakternya gak sampe beribu-ribu itu bisa membuat orang yang denger di jebak, diaduk sang duo : pikiran dan perasaan. untuk sekarang gue mao bahas Dewi 'Dee' yang baru ngeluarin 'Rectoverso'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengerin liriknya : malaikat tak bersayap, tak cemerlang tak rupawan.. hm terus yang judulnya 'aku ada' disusul 'peluk' wow.. secara keseluruhan lagu2 di album ini okeh-okeh. seorang penulis pada puncak pencapaiannya lirik-lirik nya seperti sorot-sorot lampu yang terang.. mengena, bercahaya. gue denger juga suara-suara pendukungnya mirip-mirip musiknya olahraga yoga, aliran new age yang menambah bobot emosi lagu itu kalo mo liat sekalian sama video klip nya: &lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=CfP7-e_s584 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penulis lirik di luar gue baru aja dengerin 'if I were a boy' nya Beyonce, hanya satu kata : perfect ! lirik-lirik balada itu ditingkahi musik yang megah. lihat Beyonce disini : &lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=BVTyLqkez6A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat Zen segitu dulu ulasannya ya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-5739038781396976095?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/5739038781396976095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=5739038781396976095' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5739038781396976095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/5739038781396976095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/11/akhir-kontemplasi.html' title='Akhir Kontemplasi'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-853289314711350258</id><published>2008-11-23T22:26:00.000+07:00</published><updated>2008-11-23T22:40:40.488+07:00</updated><title type='text'>OUT OF THE BOX</title><content type='html'>Hari ini gue dapet pelajaran penting, gue berkunjung ke rumah temen yang udah beberapa lama gak gue kunjungin. Disambut temen yang lagi gendong bayi, lucu banget, dia cerita kalo bayinya gak sembarangan mao di gendong, cuman yang kenal-kenal ajah katanya. Bener aja pas ngeliat gue anaknya nangis. ' apa tampang gue nyeremin yah ?'. iseng iseng gue ajak gendong eh... mau dan gak nangis. satu jam gue gendong sampe pegel tuh bay malah ketawa-ketawa. temen gue sampe ngerasa aneh, 'biasanya anak gue mah susah digendong apalagi baru pertama ketemu'. eniwei gue juga gak tau kenapa mao ya?. sebenernya hal-hal kayak gini sering banget, maksud gue biasanya sebelum gue gendong bayi, gue ngomong dalem hati kalo gue hanya akan menyayanginya dan gak akan pernah sengaja atau sengaja nyakitin, well apa itu nyampe ke 'rasa' nya si bayi... I dont know tapi kejadiannya tuh bayi enjoy2 aja.. gue jadi mikir apa bila kita meniatkan sesuatu yang baik semua 'terpancar'....? yang jelas mungkin bukan hanya pada bayi mungil tak berdosa itu saja yang gue niatin tapi pada siapapun..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-853289314711350258?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/853289314711350258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=853289314711350258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/853289314711350258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/853289314711350258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/11/out-of-box.html' title='OUT OF THE BOX'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8336790172765897728.post-541340183649858291</id><published>2008-11-16T13:34:00.001+07:00</published><updated>2009-05-27T23:05:32.553+07:00</updated><title type='text'>Melewati Masa-Masa Sulit</title><content type='html'>Hai kawan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di blog saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalami masa-masa bahagia memang menyenangkan ya? kayaknya gak ada satu orangpun yang ingin melewatkannya dan kalo bisa ia di set untuk terus hadir di setiap detik keseharian kita. tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan pernahkah kalian mengalami masa sulit ? pasti masa-masa tersebut membuat hari-hari bete bukan. sebab ya bisa berjuta-juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW hal tersebut memang bikin stress... ssss... sss tapi bila saja kita mau menengok ke diri kita dan mulai pasrah sepertinya itu menenangkan. Kalo saya umpamakan masa-masa sulit itu sudah "jatah". yang artinya semua orang sebenarnya mengalami tak peduli siapapun orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti tuan rumah yang selalu membuka pintu untuk kebahagiaan maka mungkin jika tiba waktunya masa-sulit berkunjung kita harus juga siap menerimanya. Tak apa-apa mengalami semua itu. Ikhlaskan saja. saya jadi ingat seorang teman mengatakan bahwa untuk jadi diri kita yang utuh maka kita harus menerima kedua bagian dari masa-masa itu (masa bahagia dan masa sulit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfVMg3c_yI/AAAAAAAAABQ/IxR5UFFMifY/s1600-h/stormcloud1qm6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfVMg3c_yI/AAAAAAAAABQ/IxR5UFFMifY/s320/stormcloud1qm6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275919899445493538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa sulit itu bisa berupa apa saja, mungkin awan tebal, petir, kegoncangan, ketakutan yang bahkan manusia paling beranipun sempat dibuat gentar karenanya. tapi kawan aku tahu sesuatu dan ini rahasia. siap ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya makhluk Tuhan yang lain, masa sulit itu tidak langgeng, ia akan segera lenyap. dan yang harus disiapkan biasanya kita sendiri untuk menjadi jiwa yang tidak mudah ditenggelamkan kesulitan, ada cara lain : lihat cermin katakan pada diri kita bahwa aku akan bisa melewati hujan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8336790172765897728-541340183649858291?l=rubahair.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rubahair.blogspot.com/feeds/541340183649858291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8336790172765897728&amp;postID=541340183649858291' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/541340183649858291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8336790172765897728/posts/default/541340183649858291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rubahair.blogspot.com/2008/11/melewati-masa-masa-sulit.html' title='Melewati Masa-Masa Sulit'/><author><name>Sugi Utomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13379371846001809764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/S_KIweq4gnI/AAAAAAAAAKY/zdyLckoWM2Y/S220/candra_solo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypKmhmB8orw/STfVMg3c_yI/AAAAAAAAABQ/IxR5UFFMifY/s72-c/stormcloud1qm6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
